by

Yudha Anggota DPRD Garut Apresi Pelatihan Pengelolaan Air Bersih yang Digelar Anggota DPR RI dan BRIN

-Nasional-58 views

Wartaindonews, Garut – Warga Kabupaten Garut mendapatkan pelatihan pengolahan air bersih di Hotel Santika, Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat 25 November 2022. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dony Maryadi Oekon bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Dalam pelatihan tersebut Badan Riset dan Inovasi Nasional menghadirkan pemateri diantaranya adalah Wahyu Widayat selaku peneliti.

Hadir pula Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan Yudha Puja Turnawan dan sejumlah pemateri lainnya.

Dalam sambutannya, Yudha Puja Turnawan legislator PDI Perjuangan itu menerangkan, kondisi air di Garut saat ini cukup mengkhawatirkan.

Diduga banyak pencemaran bakteri e Coli yang bersumber dari kotoran manusia ke air yang dikonsumsi masyarakat, atau air sumur.

Masalah tersebut kata Yudha perlu mendapatkan solusi konkret, karena pencemaran bakteri e Coli ini cukup serius untuk kesehatan.

Bakteri e Coli disinyalir dapat menimbulkan berbagai macam penyakit bagi manusia jika masuk ke dalam tubuh.

Pencemaran bakteri ini juga disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab stunting atau gagal tumbuh pada balita.

” Nah kita belum bisa identifikasi, ini pencemaran e-Coli apakah karena resapan dari septic tank atau darimana,” ujar Yudha.

Karena itu Yudha sangat mengapresiasi pelatihan yang digelar Anggota DPR RI Dony Maryadi Oekon bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional ini.

Sehingga diharapkan dari pelatihan ini masyarakat mendapatkan banyak pengetahuan tentang air bersih dan bagiamana cara mengolah air bersih siap minum.

Sementara itu Wahyu Widayat peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menerangkan banyak hal tentang bagaimana memproses air limbah dan air tercemar lainnya sehingga menjadi air bersih, bahkan siap untuk diminum.

Menurut Wahyu, banyak proses yang harus dilalui untuk mengolah air limbah menjadi air bersih kembali. Diantaranya ada yang dinamakan proses konvensional, proses kimia, dan proses biologi.

” Tujuannya adalah bagaimana air itu menjadi air siap minum,” ujarnya.

Dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk, Wahyu menyebut bahwa hal itu mempengaruhi terhadap kualitas lingkungan.

Pertumbuhan penduduk menjadi suatu keniscayaan yang tak bisa dihindari, namun bagaimana kemudian kita bisa meminimalisir atau menghindari penurunan kualitas lingkungan, salah satunya kualitas air.

Selain itu Wahyu juga sempat menyinggung soal kualitas air hujan. Menurut Wahyu, air hujan merupakan anugerah dari Allah swt dan oleh karena itu masyarakat harus menjaganya.

Jangan sampai air hujan dibuang percuma, karena kualitasnya sangat baik untuk dikonsumsi oleh manusia.

Kontributor