by

Yudha, Wakil Rakyat Dapil 1 Bersama Dinsos Terus Sapa Lansia yang Tidak Dapat Bantuan Apapun Dari Pemerintah

-Nasional-37 views

Wartaindonews, Garut – Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan keliling mengunjungi lansia dhuafa di Kampung Cikole RW 01 Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Sabtu (21/5/22) siang.

Dalam kunjunganya Yudha Puja Turnawan juga didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Garut Yuyus Kartawiredja dan Kabid Rehabsos Dinsos Garut Eli Herli juga Kepala Desa Sukamaju Asep Edwin.

Kunjungan Yudha Puja Turnawan ini selain dalam rangka berbagi tali asih bersama lansia dhuafa juga membantu mereka yang belum masuk DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial).

Pasalnya banyak lansia dhuafa yang rupanya belum masuk DTKS sehingga tidak bisa mendapatkan berbagai komponen bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Pusat.

Karena itulah Yudha Puja Turnawan juga langsung membawa Kabid Rehabsos Dinsos Garut dan Kades agar bisa diberikan solusi. Pasalnya kaitan DTKS kewenangannya ada di Pemerintah Desa dan Dinas Sosial.

“ Kami keliling menyapa lansia duafa di Kampung Cikole RW 01 Desa Sukamaju Cilawu. Yang pertama kami kunjungi emak Juju lansia berumur 100 tahun. Selaku anggota DPRD saya memberikan tali asih bingkisan sembako dan uang tunai,” ujar Yudha.

“ Beliau tak punya NIK dan tak punya KK, sehingga beliau tak menerima bantuan apapun kecuali BLT dari pemerintahan desa. Saya sudah berkoordinasi dengan Ibu Pepi Kabid Dakduk di Dinas Capil Garut, Insyaa Allah pihak dinas akan mengondisikan perekaman untuk emak juju,” tambah Yudha.

“Kedatangan saya bersama Dinsos Garut juga agar ke depannya pihak Dinsos bisa mengusulkan emak Juju masuk masuk ke DTKS. Diusulkan ke pusdatin Kemensos RI. Alhamdullilah pihak Dinsos Garut memberikan sembako dan baju baru buat emak Juju,” kata Yudha.

Yudha menjelaskan, masalah data kependudukan juga menjadi kendala banyaknya lansia dhuafa yang belum masuk DTKS. Karena itu Yudha meminta Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Capil untuk serius memperhatikan masalah tersebut.

“ Banyaknya lansia dhuafa yang tak dapat bantuan kebanyakan dikarena administrasi kependudukan. Hal ini harus menjadi perhatian serius Pemkab Garut,” tegas Yudha.

Selain mengunjungi lansia dhuafa, Yudha Puja Turnawan juga mengunjungi penyandang disabilitas mental di Desa Sukamaju tersebut.

Ada tiga orang penyandang disabilitas mental yang usianya juga sudah sepuh. Ketiganya menurut Yudha juga tak memiliki NIK KTP dan KK.

“Tentu mereka harus memiliki NIK agar mereka bisa memiliki BPJS PBI dan bantuan sembako reguler. Karena keterbelakangan mental mereka membuat mereka kurang produktif,” kata Yudha. (**)