by

Dugaan Kasus Pungli Program Sertifitkat Gratis di Sragen Terus Bergulir, Warga Siap Melaporkan.

-Daerah-558 views

Wartaindo.news – Sragen, Sepertinya dugaan kasus pungli program sertifikat gratis PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap) di Sragen semakin rumit saja. Tidak hanya sebatas kesal dan menggerutu. Warga yang merasa sebagai korban siap membawa pelaku ke proses hukum, ketika dijumpai awak Media Wartaindo news pada tanggal 29 Januari 2019

Hal ini, terjadi di Desa Gemantar Kabupaten Sragen. Dimana, menurut sumber di lapangan, masyarakat merasa keberatan oleh tim pelaksana. Dimana, melakukan tindakan ‘pungutan’ dengan dalih uangnya untuk pemberkasan dan hal ini telah ada kesepakatan yang didapat dari musyawarah.

“Saya siap untuk melaporkan pungli ini. Kasihan warga dipungut sebesar Rp.650.000,- sampai dengan Rp. 1.000.000,- untuk biaya PTSL. Ini sudah tidak wajar ,” ujar Warsito dkk. Untuk diketahui, pernah diberitakan sebelumnya, kronologis dugaan pungli tersebut, yaitu sebagai berikut :

Memang, berdasarkan program pemerintah pusat, PTSL tidak murni gratis. Ini sesuai dengan aturan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor: 25/SKB/V/2017, Nomor: 590-3167A Tahun 2017, Nomor: 34 Tahun 2017. Tentang pembiayaan persiapan PTSL, keputusan ketujuh nomor 5. Yang bertuliskan, Kategori V (Jawa dan Bali), sebesar Rp.150 ribu.

Bahwa, setiap orang yang ingin mengurus sertifikat dalam program PTSL dipungut biaya. Sebagian mendapat kwitansi tanda pembayaran, dan sebagiannya lagi tidak,

Dikatakannya, pungutan dilakukan oleh Panitia PTSL dengan mendatangi dirinya dan meminta kekurangan ke rumah-rumah warga.

Namun, beberapa warga ada yang menyetor di kantor desa dan rumah pribadi Panitia PTSL.

Menurut keterangan, uang yang ditarik untuk kepengurusan PTSL jumlahnya relatif tidak sama. Sementara dia sendiri, diminta untuk membayar Rp. 800 ribu. Sedangkan, jika orang yang memiliki lahan di desa Gemantar, namun tinggal di daerah lain, bisa mencapai Rp. 1 juta lebih.

Dugaan pungli pada program sertifikat gratis di Sragen, sementara setiap pihak dari tim pelaksana, bersikeras bahwa, hal tersebut sudah sesuai dengan aturan. Telah ada kesepakatan dari hasil musyarawah. Melibatkan berbagai pihak, termasuk pihak Kepala Desa, Kepolisian, Kejaksaan, BPN dan pihak Bupati sendiri.

Dari perincian pungutan per-sertifikat, jika rata-rata Rp. 650 ribu. Per desa ada sekitar 1.000 sertifikat. Di Kabupaten Sragen sendiri, yang mengikuti program PTSL terdapat 59 Desa. Jadi dana yang terkumpul, diperkirakan yakni; Rp.650.000,- x1000 x 59. Hasilnya lebih dari Rp.38 milyar.

 

Kontributor – Umy

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed