by

TPU Sukun Nasrani Sulap Jadi Kawasan Heritage

Wartaindonews, Malang – UPT Pengolahan Pemakaman Umum (UPT PPU) yang berada dibawah bendera Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DISPERKIM) Kota Malang mendapat undangan untuk menjadi peserta Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Tahun 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari pengelola tempat wisata, sejarawan, budayawan, akademisi, biro travel serta komunitas pelengkap atraksi wisata dan kreatifitas.

Tujuan dari pelatihan ini adalah bagaimana mengelola tempat wisata agar digemari masyarakat, bagaimana menjadi pemandu wisata (guide) yang baik yang mampu mengaplikasikan sapta pesona dan potensi pariwisata pariwisata Kota Malang serta dapat membangun potensi wisata/kampung/tempat pemakaman sebagai destinasi wisata.

Dalam diskusi ini dipaparkan tempat wisata yang sudah dibina oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang yang meliputi Kampung Tematik, Kawasan Heritage dan Kreatif Industri.

Patut disayangkan TPU Sukun Nasrani yang notabene adalah kawasan heritage masih belum tercatat sebagai aspek wisata yang dibina oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang. Beruntung, melalui pelatihan ini TPU Sukun Nasrani bisa kita memperkenalkan diri baik potensi, sumber daya alam maupun kreatifitas.

TPU Sukun Nasrani merupakan TPU khusus karena mayoritas jasad yang dimakamkan adalah orang-orang Nasrani. Konon TPU Sukun Nasrani bernama Europese Begraafplaats Soekoen te Malang (Kuburan Orang Eropa di Sukun Nasrani) atau arek Malang kala itu menyebutnya Bong Londo.

Menariknya, TPU Sukun Nasrani masih menyimpan jasad-jasad orang Belanda maupun Eropa sebut saja Rob van de Ven Renardel de Lavalette (pendiri Lavalette), Letnan Georges Lodewijk Gouvels (Tentara KNIL), Th A.M Gout (Kontroles Surabaya-Bangil), Dolira Advonso Chavid (diyakini sebagai pendiri Dolly), Pieter A Allries (Arsitek Belanda). Tidak hanya itu data yang berupa buku kematian sejak tahun 1922 masih tersimpan rapi, walaupun sudah usang termakan usia.

Komplek Pemakaman yang dibangun pada Masa Bouwplant III dibawah Pemerintahan H I Bussemaker I (Walikota Malang I tahun 1919-1929) ini memiliki bangunan yang cukup indah, kokoh dengan arsitektur bergaya Eropa. Penambahan jirat, tirai, kanopi, patung malaikat, salib memiliki nilai estetika dan histori yang begitu tinggi.

“Untuk menarik para wisatan, tempat wisata harus memiliki aspek wisata berupa atraksi dan kreatifitas” ugkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made W saat memberikan Keynote Speaker. Senin (17/6).

Wanita asli Bali ini juga menambahkan bahwa dengan adanya atraksi dan kreatifitas yang dimiliki oleh pengelola wisata akan menjadikan wisatawan untuk berlama-lama di tempat wisata tersebut untuk mempelajari kearifan lokal.

Ida Ayu, panggilan akrab wanita yang pernah menjabat Kepala Seksi di Dinas Perdagangan mengatakan bahwa tahun 2019 triwulan ketiga TPU Sukun Nasrani akan ditetapkan sebagai cagar budaya.

“TPU Sukun Nasrani merupakan kawasan heritage yang kami daftarkan sebagai cagar budaya di tahun ini. Kemungkinan triwulan ketiga. Untuk itu perlu dibentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang nantinya akan dibina oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata dan kita akan membantu pemasarannya juga” jelas beliau.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Gaguk S Prawiro. Beliau menyatakan bahwa sebagai pengelola wisata harus mampu menarik wisatawan.

“Kita harus menarik wisatawan mancanegara dulu, baru wisatawan domestik mengikuti. Keunikan budaya atau keunikan heritage adalah sesuatu yang dapat menarik, apalagi ada souvenir yang menjadi buah tangan dan dapat dibawa pulang. Dapat menjadi magnet” ujar beliau dihadapan peserta.

Selain itu, Gaguk menjelaskan bahwa penerapan Story Talking, Sapta Pesona dan Potensi Pariwisata adalah hal mutlak yang harus dimiliki sebagai pengenalan destinasi wisata.

“Story Talking adalah sejarah yang perlu diungkap dan akan menjadi magnet untuk menarik wistawan. Apalagi ada souvenir yang dapat dijadikan oleh-oleh akan menjadi nilai tersendiri” tambahnya.

“Kopi menjadi viral dan sesuatu yang menjadi daya tarik. Roasting coffee serta acara minum kopi adalah sensasi yang menggelitik wisatawan untuk datang ke tempat itu” ujar pakar bidang pariwisata ini memberikan tips.

Berbicara kopi. UPT Pengelolaan Pemakaman Umum memiliki produksi kopi. Kopi Cap Tulang, begitu nama yang disematkan. Sengaja pemberian merk kopi ini membuat bulu kuduk merinding. Hal ini dimaksudkan ada keunikan tersendiri pada sensasi kopi yang ditanam di sela-sela area lahan makam. Selain itu Kopi Tulang adalah filosofi bahwa kopi ini ditanam di antara tulang-belulang.

Sapta Pesona yang dipaparkan yakni aman, tertib, bersih, sejuk, ramah tamah dan kenangan. Sapta Pesona ini harus dikembangkan di Kota Malang secara luas tidak hanya tempat destinasi wisata saja.

Angin segar bagi TPU Sukun Nasrani yang diberi kesempatan mengembangkan pariwisata bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dapat dipromosikan melalui Malang Menyapa. Kopi Tulang yang menjadi buah tangan dari UPT PPU dapat menjadi kenangan tersendiri sesuai kategori Sapta Pesona.

Semoga melalui pelatihan ini, TPU Sukun Nasrani sebagai kawasan heritage dan cagar budaya dapat terealisasi sehingga sejarah tetap hidup diantara jasad tak bernyawa dan Kopi Tulang dapat menjadi oleh-oleh khas Kota Malang selain kripik tempe dan kripik buah tentunya. (Hariani/Ririn SDN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed