by

Tim KKN UNS Menggelar Sosialisasi dan Pembuatan Pestisida Nabati di Desa Kwarasan

-Daerah-436 views

Wartaindonews, Klaten – Delapan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (Surakarta) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah menggelar sosialisasi serta praktik pembuatan pestisida nabati bersama Kelompok Tani Sri Mulyo, Desa Kwarasan untuk upaya pencegahan serangan hama wereng. (20/2/2020).

Tim KKN UNS mengundang Dosen dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Raden Kunto Adi, S.P., M.P sebagai pemateri sekaligus fasilitator pembuatan pestisida nabati yang cenderung baru bagi Kelompok Tani. Informasi yang disampaikan oleh Pak Kunto yaitu pengenalan mengenai pestisida nabati, keunggulan dan kelemahannya. Selain itu juga Pak Kunto menjelaskan dampak penggunaan pestisida kimia yang berlebihan bagi pertanian.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh Perwakilan kelompok tani, namun juga sejumlah Perangkat Desa Kwarasan, PPL Juwiring, dan Babinsa serta Bhabinkamtibnas.

Inisiatif yang diambil oleh Tim KKN UNS didasari oleh keprihatinan kepada kinerja pertanian Desa Kwarasan yang sedang menurun akibat serangan hama tikus dan wereng yang mengakibatkan perekonomian desa melemah.

Petani di Desa Kwarasan masih menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi hama. Namun, penggunaannya yang berlebihan lama-lama akan menyebabkan hama menjadi resisten dan mengurangi residu yang dapat merugikan ekosistem sawah.

Bahan-bahan pestisida nabati terjangkau, mudah didapat dan aman bagi lingkungan karena cara kerjanya mencegah perkembangan hama secara metabolik. Selain itu, pestisida nabati juga tidak meninggalkan residu pada hasil pertanian, sehingga produk panen lebih sehat dan berkualitas.

“Penggunaan pestisida nabati lebih efektif untuk pencegahan ketika tanaman belum terserang hama. Namun, untuk mengatasi yang sudah terserang, pesnab belum dapat bekerja secara signifikan.” Tutur Pak Kunto.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat terdiri dari empat unsur; berbau, panas, pahit, dan perekat. Pada pelaksanaan praktik pembuatannya menggunakan bahan seperti 100 gram jahe, kunyit, lengkuas, brotowali, tiga siung bawang putih, dan tiga buah cabai yang kemudian di blender dengan 1,5 L air. Campuran tersebut baru dapat digunakan setelah 24 jam dan dicampur air dengan perbandingan 1:10.
Meskipun bertema pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM desa, namun Tim KKN UNS menganggap bahwa pertanian merupakan pemasukan utama desa. Sehingga, mereka mencoba memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.

Selain itu, mereka juga telah melaksanakan program pemasangan sarang burung hantu, seminar kewirausahaan dan lain lainnya.
(Nisrina)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed