by

Tim Hukum Prabowo-Sandi Menggunakan Artikel Prof.Tim Lindsey Diluar Konteks

-Nasional-282 views

Wartaindonews, Solo – Profesor asal Australia, Tim Lindsey , marah besar dan menyampaikan protes keras kepada tim hukum Prabowo Subiyanto-Sandiagay Uno yang mengutip artikelnya secara tidak utuh dalam berkas gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Lindsey mengatakan dirinya tidak pernah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter seperti yang dituduhkan oleh tim hukum Prabowo.

Sehingga dengan demikian, apa yang dikatakan oleh Tim Hukum Prabowo di muka pengadilan terhadap Presiden Joko Widodo adalah tidak berdasarkan fakta alias fitnah.

“Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu,” kata Prof. Tim Lindsey.

Ia lalu menjelaskan artikelnya tentang Jokowi itu ditulis pada tahun 2017.

Lindsey menyebut tim hukum Prabowo-Sandi telah mencatut dan menggunakan artikelnya di luar konteks, sehingga tidak bisa menjadi referensi bagi argumen mereka dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

Selain itu, kata Lindsey, tim hukum Prabowo juga tidak pernah meminta izin untuk mengutip artikelnya.

“Mereka tidak pernah membicarakannya dengan saya dan tidak pernah meminta izin menggunakan artikel saya. Saya tidak ada urusannya dengan kasus yang dihadapi Prabowo,” ujarnya.

Berikut protes keras lengkap Tim Lindsey yang dikirim via email ke detikcom, Sabtu, 15 Juni 2019:

My article was NOT written about these elections. It was written in 2017.

Prabowo’s legal team included a quote from my article in their petition that was (1) clearly taken out of context, (2) contained emphasis (bolding, underlining etc) that was NOT in the original, and (3) does NOT support the argument they say it supports.

In my article, I was simply discussing the political predicament Jokowi was facing in 2017. I did NOT say in the article that Jokowi was authoritarian, as Prabowo’s legal team claim, and I did NOT say there would be fraud in the elections.

Prabowo’s legal team did NOT discuss their use of my article with me, and they did NOT seek my agreement or approval. I had nothing to do with the preparation of Prabowo’s case.

Jokowi’s legal team have reviewed my article. They announced publicly through Arsul Sani, a member of Jokowi’s team, that the article does not say the things Prabowo’s team claim that it says. They agree that I have been Best wishes,
Tim Lindsey.

 

Sumber: news.detik.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed