by

Terobosan Kepedulian Komunitas Kabupaten Pandeglamg Art Creative

-Nasional-305 views

Wartaindonews, Banten – Perjalanan Laku Penetapan Tanaman Tumbuhan Jamu Herba Toga dalam rangka Identitas Geografis [IG] di Kawasan Wilayah Bioregion Kabupaten Banten, Tangerang Kota dan Tangerang Selatan, Guntur Bisowarno, Ketua Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia dan Bamboo Spirit Indonesia, di bidang garap riset Teknologi dan Sains pernah bertemu dengan Hatta Suhata, di Pameran Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan [KTNA] ke VI se-Propinsi Banten, di 7 sd 11 Oktober 2019, Serang Banten.

Dan saat ini dalam rangka Pemantapan Identitas Geografis Tanaman Jamu Herba Toga di Tangerang dan Tangerang Selatan serta Kabupaten Banten, Kita bertemu kembali, berkolaborasi dan bersinergitas bersama, dalam Jaringan Kerja Komunitas Petani Muda Indonesia se Banten, bersama Ade Gunawan, Komunitas Kopi Nusantara, Kopi dan Madu Badui serta Suprijanto Rumah Toga Lestari Beserta Jajaran ASPETRI Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia Pengda Banten [19/1/2020].

Salah satu unjuk kinerja dan kerja pembelalajaran multi pihak dan lintas sektoral adalah bersama sama melakukan penghikmahan secara merdeka, mandiri dan terbuka untuk saling mendukung, saling mensupport dalam pembelajaran perihal belajar dan bekerja dalam & pada system, salah satunya adalah system ilmu pengetahuan [baca: Managemen Knowledge red.] dan pengetahuan ilmu [baca: Saintifikasi Tindakan Original dan Original Tindakan Komunitas Kepedulian setingkat Kabupaten red.] seperti yang ada di bawah ini;

Monitoring Evaluasi dari Kegiatan Bazar Kreasi Kreatif di Pandeglang Art Creative.

“Tempat kegiatan ada Pasar Rakyat Cibaliung, kegiatan ini di laksanakan dalam rangka Penggalangan Dana untuk musibah bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak, hasil penjualan produk (bukan keuntungan) itu 50% nya kita alokasikan untuk donasi, jadi dalam kegiatan ini selain open donasi , kita juga menjual aneka produk hasil kreativitas untuk bencana banjir bandang Lebak Banten, ” begitu Hatta Suhata memulai dialog multi pihak dan pembelajaran lintas sektoral kali ini, sebab komoditas kelapa, batok kelapa, bambu dan batik itu sesungguhnya adalah komoditas padat karya, multi pihak dan lintas sektoral, bamboo saja ada 10.000 macam lini produk yang tersebar di seluruh negara di bumi ini.

“Produk yang di jual di antaranya aneka Kreasi Batok Keroncong, Batik, Kaos, Kanderon, Madu, Gula Merah, Nampan Kayu bentuk Daun yang Khas, Minyak VCO, Gula Cair, Kerajinan Kreasi Bambu, “demikian Hatta Suhata menyampaikan paparan Hasil Kinerja dan Kreativitas Terobosan Komunitas Kabupaten: Pandeglang Creative Artnya.

“Kita juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu Kita di antaranya Kepala Desa Sukajadi, Koperasi BMT AN-NUR CIBALIUNG, Pengelola Pasar Rakyat Cibaliung, Muspika Kecamatan Cibaliung dan seluruh LASKAR BATOK yang sudah berjuang siang dan malam dalam Kegiatan Penggalangan Dana ini,” inilah bentuk dan wujud recognasi dari Hatta Suhata selaku penggagas dan pengembang Kapasitas Building Terobosan Komunitas Kabupaten Padeglang Banten ini.

“Kita secara sederhana konkrit dan aktual, serta asli original bertindak dan berbuat semua ini, karena kita ingin membuka mindset dan Sikap Kepedulian Para Pemuda Pandeglang Selatan; khusus nya bahwa Para Seniman dan Budayawan, bisa berbuat lebih, bukan hanya bisa action di panggung atau suatu pagelaran, karena Kita Belajar Bekerja dan Mencintai serta Meninggalkan Warisan buat Keluarga, Diri, Masyakat, Dunia seisinya dan Generasi yang akan datang dan Generasi Milenial sekarang ini berbasis Ilmu Pengetahuan dan Pengetahuan Ilmu,” itulah Kesepakatan Sinergitas Original Tindakan dan Pembelajaran antara Ade Gunawan, Hatta Suhata dan Guntur Bisowarno [19/1/2020].

“Tujuan Kita sederhana, Kita hanya ingin mengajak para pemuda khusus nya anggota PANDEGLANG ART CREATIVE untuk lebih peka, lebih peduli dan siap bergerak terhadap kondisi sosial yang ada, perubahan alam dan jaman yang sedang terjadi, sadar akan potensi sumberdaya alam yang berada di sekitar nya, kemudian belajar arif dan bijak dalam mengelola sumberdaya alam yang terabaikan dan potensi sumber daya manusia yang tersembunyi,”Tegas dan Tandas Hatta Suhata mengkonfirmasi komitmen mereka dalam Terobosan Kepedulian Komunitas Kabupaten Pandeglang Banten.

“Secara singkat, beragam kegiatan kita adalah selain memotivasi Para Pemuda Pandeglang untuk berkreativitas, kita juga mencoba untuk membuka jiwa kepekaan sosial, jiwa kepedulian sosial budaya mereka melalui kajian sosial dalam pertemuan rutin dan mengajak mereka untuk mengimplementasikan hasil kajian tersebut dalam kegiatan nyata, diantaranya kita hadir sebagai relawan pada saat bencana tsunami Selat Sunda,dan bencana banjir bandang di Lebak Banten, dan kegiatan lain nya “Kita lupa pak, sudah terlalu banyak kegiatan yang Kita lakukan selama kurang lebih dua tahun terakhir, sejauh ini Kita berjalan mandiri pak, tapi anehnya hampir setiap Dinas Dinas, ada event alhamdulillah, kita selalu dapat undangan dan dipercaya untuk tampil.”sharingnya dengan bangga serentak ada keprihatinannya”.

“Kita biasa kumpul rutin sebulan sekali di hari Minggu akhir bulan, itu yang mampu menjaga spirit dan ketabahan serta ketangguhan kita, Keprihatinan yang ada dalam diri Kita, nah disini mirisnya pak, Kita selalu dapat undangan di saat Dinas – Dinas ada acara, tapi sampai hari ini saya merasa Kita hanya di jadikan pemanis event aja, karena sebenarnya belum ada Dinas yang membina Kita secara utuh dan terpadu.” Imbuhnya sambil menghela nafas tertahan di dada sang pelaku dan pejuang Tanah Pandeglang Banten ini.

“Keunggulan dan Kesadaran Kita berjalan murni karena kegelisahan dan kepedulian akan kondisi sosial dan mencoba membuat suatu Perubahan yang di awali dari pribadi kami masing”, Sejauh ini, alhamdulillah anggota komunitas Kita tersebar hampir di seluruh daerah di Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten.” Kembali berbinar binar sorot mata dan nada intonasi swara kalem namun pasti bertabah teguh nyata itu.

“Kemitraan Strategis dari Para Dinas yang pernah mengundang Kita untuk pameran di antaranya adalah Dinas Koperasi UMKM, Dinas Pemuda Dan Olah Raga DISPORA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, KTNA [Kontak Tani Nelayanan Andalan Se Banten], Dinas Pariwisana dan Staf Ahli Gubernur Banten, dalam acara Regenerasi Petani Muda Banten bersama Gubernur Banten Wahidin Halim [Oktober 2019].

Demikian pondasi, gawang dan portal Terobosan Kepedulian Komunitas Kabupaten Pandeglang Creative Art berliterasi dan bernumerasi menyongsong pertemuan semua peradaban di era milenial di Gerbang Sari Kabupaten Pandeglang. (Hatta Suhata/Guntur Bisowarno)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed