by

Solo Lestarikan Budaya Jajanan ‘Tempoe Doeloe’

-Budaya, Daerah-447 views

Wartaindo.news – Solo. “Wong Jowo Ora Ilang Jawane, pasar tradisional ora ilang kumandange. Jajanan pasar ora ilang pelanggane” itu lah tema acara tersebut, yang diadakan oleh Dinas Perdagangan Kota Surakarta yang di hadiri 2.500 orang dengan penanggung jawab kegiatan adalah Drs Subagiyo MM Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Minggu (24/02/19) Pukul 07. 00 – 08. 00 WIB tepatnya acara di Plaza Sriwedari, Jl Slamet Riyadi No.275 Laweyan, Surakarta.

Hadir FX Hadi Rudyatmo Walikota Surakarta, Drs Subagiyo MM Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Untara SH Plt. Sekda Kota Surakarta, Drs M Said Romadlon Asisten Pemerintahan dan Kesra kota Surakarta, Indradi AP, SH MM Ka Kesbangpol Kota Surakarta, Hari Prihatno Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Drs Danang Sulindrianto Kabag Perekonomian Kota Surakarta.

Selain itu hadir pula jajaran Kepala OPD Kota Surakarta, Letkol Inf Ali Achwan, SE Dandim 0735/Ska, AKP I Made Rai Ardana Wakasat Lantas Polresta Surakarta mewakili Kapolresta Surakarta, Iptu Endang TL Kanit Binmas Polsek Laweyan mewakili Kapolsek Laweyan dan Para pengunjung Carfreeday.

Saat sambutan Subagiyo selaku Kepala Dinas Perdagangan menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah ikut berpartisipasi kegiatan ini. Pasalnya, kegiatan yang dikemas dalam bentuk jajanan pasar dan masakan Sala yang bertujuan untuk mengenalkan jajanan dan masakan kepada khalayak ramai dan untuk menarik para wisatawan.

“Kami berharap agar jajanan pasar dapat diberikan posisi, diakui dan mendapatkan sertifikat di tengah-tengah masyarakat dan acara ini diadakan dalam rangka untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kota Surakarta yang ke-274,” Tukasnya.

Masih kata Subagyo, acara pada pagi hari ini juga diadakan acara donor darah serta lomba mewarnai dan bertempat di Joglo Sriwedari.

“Acara ini di dukung oleh beberapa kelompok pelaku UMKM dan aneka yang dijajakan sebanyak 77 jenis aneka jajanan atau masakan,” Jelas Subagyo.

Sementara FX Hadi Rudyatmo Walikota Surakarta menyatakan pagi hari ini juga telah menampilkan tari Kidang yang mana itu adalah perwujudan suatu pelestarian budaya dari nenek moyang yang sangat adiluhung.

“Saya juga sangat senang melihat tari Merak juga yang itu dalam arti sebuah tari yang menggambarkan keindahan dan kecantikan, itu yang saya inginkan suasana agar di Kota Surakarta juga dapat indah cantik dan aman bagi warga masyarakat dan para pengunjung yang singgah di Kota Surakarta,” Terangnya.

Selain itu menurut Rudi pihaknya juga berharap agar para orang tua dapat berperan aktif dalam membimbing anak-anaknya, dia juga berharap jika ada yang mempunyai anak-anak agar di masukkan ke sanggar tari dengan maksud agar nantinya ada generasi penerus di bidang seni dan budaya.

Salah satu pengunjung Santi (20) asal Banyuayar, Banjarsari, Solo ia mengatakan pada media Wartaindo.news merasa senang dan ini adalah moment yang bisa untuk edukasi para kawula muda untuk belajar dan bisa mengenal makanan tempoe doeloe yang mana saat ini mereka selalu mengenal makanan modern, seperti steak, kentucky dan lain-lain, harusya kita lebih mengenal makanan khas dari daerah kita, maka saya sangat senang adanya acara ini karena bisa membuat pembelajaran kawula muda, terangya dengan optimis.

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Surakarta yang Ke-274, dengan menggelar sebanyak 100 stand kuliner berupa jajanan pasar dan masakan Sala yang dikemas dalam bentuk Pasar Krempyeng.

Dalam kegiatan Semarak Jajanan Pasar Rakyat 2019 tersebut para pembeli atau pengunjung dapat berbelanja aneka kue dan masakan khas Sala dengan membeli kupon dengan nilai sebesar Rp. 100 Rupiah yang nantinya dapat ditukar untuk membeli aneka jajanan dan masakan.

Dalam kegiatan tersebut Walikota Surakarta juga membagikan sepeda kepada para penari yang menyemarakan acara tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed