by

Semangat Kartini Tak Pernah Mati

-Budaya-54 views

Wartaindonews, Solo – Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia selalu memperingati sosok pahlawan wanita pejuang kemerdekaan Indonesia yaitu R.Aj. Kartini.

Perjuangan Kartini tentang emansipasi wanita yang merupakan perjuangan persamaan hak dengan pria kini telah terwujud nyata. Bahkan pernah negara Indonesia ini dipimpin seorang presiden dari kaum hawa yaitu Megawati Soekarnoputri, bahkan kini sudah banyak para menteri, pemimpin daerah seperti gubernur, walikota, bupati, camat, lurah dipimpin oleh wanita. Demikian pula banyak perusahaan-perusahaan dari BUMN maupun swasta yang dipimpin oleh seorang wanita dan hasil kepemimpinannya banyak yang sukses dan berhasil.

Jadi tidak perlu diragukan lagi buah perjuangan Kartini sudah terlihat hasilnya di negeri ini. Wanita sekarang bukan merupakan “konco wingking” yang hanya urusan dapur belaka. Mereka semua adalah wujud nyata dari cita-cita luhur perjuangan Kartini.

Hari ini dalam rangka memperingati hari Kartini, para kaum hawa di perkantoran banyak yang berpakaian kebaya Nasional maupun berpakaian khas daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan Kartini yang sejak dulu berpakaian kebaya asli budaya Indonesia. Menurutku tidak salah dan tidak berlebihan kalau para perempuan menggunakan kain kebaya dengan sanggul dan dandanan yang lebih indah, karena kain kebaya itu merupakan pakaian nasional budaya Indonesia bukan budaya negara lain, bukan impor mode pakaian dari negara lain. Justru itulah mode pakaian yang harus dilestarikan bangsa ini.

Kesetaraan gender di Indonesia sekarang sudah terbukti nyata. Berjuang bersama, pria dan wanita sudah tak ada bedanya, tak melihat lagi itu pekerjaan laki-laki dan itu pekerjaan perempuan, tidak melihat lagi itu yang harus berjuang laki-laki atau perempuan, ingat baru saja tahun 2020 lalu, kita semua dikejutkan, mata kita dibelalakkan oleh seorang wanita pemberani
yang berani sendiri melawan kelompok radikal FPI dibawah kepemimpinan Rizieq Shihab dialah Nikita Mirzani. Jangan melihat negatifnya Nikita, dalam kehidupan sehari-hari, banyak perilakunya yang tidak baik, bahkan banyak pula orang yang membencinya, tetapi dengan begitu gagah berani, Nikita melangkah dengan segala risiko yang bakal dihadapi nantinya, yang membuat semua terperangah, terhenyak, terbangun untuk berjuang melawan radikalisme yang dilakukan oleh FPI yang kini sudah dibubarkan oleh pemerintah. Pimpinannya Rizieq Shihab ditahan untuk menghadapi proses perkara hukumnya.

Sampai saat ini nama Kartini tetap harum semerbak wangi, semangat Kartini tak pernah mati bagi bangsa ini. (Dannyts)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed