by

Sawi Sawiji Pertanian Organik Terpadu Kebun & Taman KUNTI KERTOSARI

-Artikel-58 views

Kita mulai dari SAWI SAWIJI SEBIJI demi SEBIJI membangun keteladanan derajat kesehatan Kita, bisa Kita wujudkan dari Kebun & Taman KUNTI KERTOSARI.

Alasan dan Dasar Utama Kita. Kita sesungguhnya membutuhkan bahan makanan, sayur dan buah yang sehat. itu adanya di Proses Menjadi Pertanian Sehat, Proses Menjadi Pertanian Sehat terjadi di dalam Proses Aplikasi Pertanian Organik Terpadu, Kita pilih dan putuskan untuk melakukannya di Kebun & Taman KUNTI KERTOSARI, salah satunya adalah SAWI SAWIJI sayur organik terpadu.

Bertepatan dengan hari Kesehatan Nasional, 12 November 2022, Kita sudah selesai menulis buku dan mengaplikasikannya, salah satunya Kita kerjakan sejak 2020 hingga 2022 di Kebun & Taman KUNTI KERTOSARI, dan seterusnya.

PETANI, IBU & GURU Adalah tonggak Budaya Peradaban, Judul Buku yang diproduksi BSN Bamboo Spirit Nusantara, ditulis oleh Khairuddin Lubis & Guntur Bisowarno (2022).

Kita mengenal Put Petani Organik Terpadu Kertosari, berawal dari kesediaan beliau untuk lahan pada kebun & tamannya, untuk Kita organikkan, dengan Pupuk Organik Mol Nano Terpadu sejak 2022 dan berangkat dari kesadaran SAWIJI SHORHUM yang berhasil beliau kembangkan di lahan kebun & tamannya tersebut, JUGA beberapa lahan dampingannya, salah satunya di Kecamatan Rembang Pasuruan, yang telah merespon secara menakjudkan dari proses mengorganikkan tersebut adalah tanaman senikir, yang tentunya punya benih Senikir berupa bibit benih SAWIJI demi SAWIJI untuk perkembang biakkannya.

*Belajar KOLABORASI dengan Ilmunya Hewan Lebah*

Belajar dari Lebah Madu Klanceng, yang disampaikan oleh Seorang Petani Peternak Madu Klanceng Trigona S. asal Jawa Tengah, yang dari sejarah perjalanannya dari Lebah Madu Klanceng, menyatakan bahwa Mutu Kualitas Madu Klanceng sangat ditentukan oleh derajat ketersediaan dan kelayakan kesehatan lingkungannya.

*Dasar Kebangkitan Kesadaran dari SAWI SAWIJI*

Menjelang tengah malam di hari kamis kliwon 10/11/2022 menuju malam jumat legi, 11/11/2022, Put Petani Organik Terpadu Kertosari menyampaikan kepada Kita, supaya KESADARAN KEMUNING Kita atas kehadiran tanaman SAWI, untuk dikuak dan diperhatikan lebih seksama.

SAWI adalah salah satu Tanaman Sayur Organik Unggulan Kebun & Taman KUNTI KERTOSARI.

SAWI adalah Pembangkit Kesadaran KEMUNING, Ketemu Uning, Ketemu Memahami, karena Uning artinya MEMAHAMI, dalam kasanah bahasa Jawa Kuno, sebagaimana yang sudah diungkap oleh Ki Reksa Aksara Malang Kota (2022).

*Mari Kita Simak & Perhatikan* :

Proses pendederan benih, mulai menyiapkan pemindahan ke wadah dan media tanah yang mampu membangkitkan ketangguhan kualitas akar dan pertumbuhan ke mandiri sayur sawi, tanaman SAWI, untuk siap berkualitas dan bertumbuh sehat membesar batang lembar daunnya di lahan besar.

*Itulah Sistem Mekanisme Kerja Pertanian SAWI di Kebun & Taman KUNTI KERTOSARI*

Dampak dan Guna Pembelajaran serta Aplikasi dari SAWI SAWIJI adalah Sawiji Manunggalnya Kolaborasi berupa Kebergunaan Keberadaan dari JIWA PIKIRAN BADAN FISIK RUH manusia berkat kualitas dukungan dan penunjang kerja kerja Segitiga Tonggak Budaya Peradaban manusia, yaitu Petani, Ibu & Guru.

*Ukuran Kerja & Mekanisme di Dalam SAWI SAWIJI* :

Dalam SAWIJI SEBIJI adalah berkat berkah rejeki dan ada berkat berkah uang pendapatan

Rejeki terkait lapang sempitnya pemahaman penyelenggaraan Tuhan pada para makhlukNya khususnya berkat berkah kasih sayangNya yang tak terhingga dan tak hitungkan.

Uang dan Pendapatan terkait Orang dan Penempatan Kerja Kita, terukur dan berbatas uang kertas maupun uang digital.

*Bonus SAWIJI SEBIJI BETON di Kebun & Taman KUNTI KERTOSARI*

Ada 3 Wiji BIJI BETON di sana.

Biji Wiji Beton Pohon Nangka, Biji Wiji Beton Pohon Keluwih, ke 3 Biji Wiji Beton dari 3 Tanaman itu, Kita telaah mereka mempunyai manfaat kesehatan untuk penguatan sel sel tubuh manusia dan daya kebugaran serta kelebihan daya imunitas untuk Kita manusia, saat secara rutin Kita mengkonsumsi 3 jenis wiji biji beton tersebut, dengan cara menggodok atawa memasaknya di atas uap air yang panas, yaitu di kukus.

Penulis & Aplikator : Guntur Bisowarno

Kontributor