by

Regenerasi Oksigen Bali, Regenerasi Oksigen Indonesia

-Nasional-34 views

Wartaindonews, Bali – Memang sangat tepat menjadi dan kita jadikan sebagai salah satu “Barometer dan Lokomotif Pertanian di Indonesia” [Menteri Pertanian RI Syarul Yasin 5/1/2020].

Gerakan dan Tindakan Hulu Hilir dan Ekspor mereka mempunyai dan melakukannya, cepat tanggap, inovatif, kreatif, transformatif dan sangat milenial banget, tanda meninggalkan tradisi keluhuran leluhur mereka.

Kembali mereka menggeliat menginspirasi dunia lestari baru, regenerasi oksigen Bali, regenerasi oksigen Indonesia, Oksigen dan Ozon, Paru Paru Dunia Lestari Baru 2020.

Ayo kita menanam lagi, untuk Bali yang tetap Indah, Subur, sehat dan Lestari. Untuk Inspirasi Indonesia Lestari dan Dunia Internasional Lestari.

Hari minggu, 12 Januari 2020. Bertempat di hutan Bukit SangHyang Danu Tamblingan. Ayo bergerak Rame Rame menanam Bersama.

Gerakan penanaman akan dikawal langsung ayah kita tercinta Putu Ardana, 2000 bibit Beringin sudah disiapkan, Untuk Reboisasi Hutan Tamblingan. Bersama kita jaga Hutan kita, alam kita agar sang “alam” tetap menjaga kita.

Untuk Info Lapangan bisa mengubungi adik kami tercinta Edi Juliana (+6283846042080), untuk teknis kegiatan dan partisipasi dapat menghubungi/WA Sekjen PMK July Awan (087762673236).

Terima kasih, sampai bertemu sabtu malam/minggu pagi di Danu Tamblingan. Ayo kita jaga ayah langit dan lindungi ibu pertiwi, hutan desa dan kota kita semua.

Eka Pramana, sebagai penamaan orang bali dan adat budaya bali, atas Misteri Daya Hidup dari seluruh Hutan dan Tumbuhan dan Tanaman mereka, “Kita semua sebagai leluhur tertua peradaban di Bumi sudah selayaknya diperlakukan special. Terlalu banyak yang ia berikan kepada umat manusia, tanpa meminta balasan apapun.” begitu bunyi swara mereka dalam kesadaran dan keheningan kita yang sangat mendalam.

Kata seorang guru kami yang aneh 😁” Setengah hidup manusia itu ada pada pohon. Karena tanpa pohon manusia tidak akan pernah hidup. Oksigen yang kita hirup setiap hari, yang membuat kita tanpa sadar terus bernafas merupakan sumbangan Gratis dari sang Eka Pramana. “

Masih yakin akan menebang pohon???

Mari menanam lebih banyak… dan lebih banyak lagi, dengan segenap keanekaan bibit bibit tanaman yang kita punyai [Slamet Hariyanto, PPMAL; Penghijauan Perlindungan Mata Air Lawang, dengan 6500 bibit tanaman penghijauan, 12 Jenis, dari Dinas Perhutani Jawa Timur, yang merintis Gerakan PPMAL sejak 2004 sampai sekarang.

“Kadar Oksigen total di dunia tersisa hanya 20%. Manusia semakin banyak. Predator manusia hampir tidak ada. Drakula hanya mitos, yang belum pasti akan ada lagi. Daripada pusing memikirkan Predator manusia, Mari Menanam, dan menjaga Pohon pohon tua yang terus menghidupi kita. untuk para manusia yang butuh air dan oksigen. Dikota.. didesa.. dihutan.. dimana saja, ” seru Agung Wedha Pelopor Petani Muda Milenial Bali

“Januari 2020, waktu yang indah untuk menanam. 2000 bibit beringin sudah siap kita tanam Bulan ini. Hutan Hutan/ Desa Desa di hulu Pulau Bali akan kita hijaukan kembali. Bukit SangHyang Tamblingan, Hutan Desa Tembok dan Bukit Kintamani adalah target kami Bulan ini. Hutan Hutan lain menyusul selanjutnya,” lanjutnya.

“Banjir, tanah longsor dan bencana bencana Air yang kita lihat diawal musim penghujan ini sudah kami prediksi jauh dibulan bulan lalu. Kenapa? Karena dengan mata telanjang dapat kita lihat hutan hutan kita dibali tandus, hangus oleh kekejaman ulah manusia.” Tegasnya.

“Saat musim kemarau mata air banyak yang hilang, kekeringan dimana mana. Air menjadi sangat sulit, jangankan utk pertanian, untuk konsumsi dan kebutuhan sehari hari saja kesulitan. Faktornya Sederhana, Pohon pohon Penyangga air kita sudah banyak yg Hilang. Hutan hutan tidak berfungsi sebagai hutan, Danau danau penyangga air kita semakin kritis karena ulah kita sendiri.” seruannya yang nyata disertai tindakannya yang konkrit.

Ayo, Sekarang saat terbaik menyelamatkan pulau kita tercinta di 10 – 20 tahun kedepan. Mari menanam dengan gembira, bersama kami, Petani Muda Keren.

Kalem Tapi Pasti, Bergerak Terus menjaga Bali agar tetap Sehat, Subur dan Lestari.

Tak lupa dukungan dari Prof IGP Suryadarma, Guru Besar Biologi Universitas Negeri Jogya salah satu pakar ETNOSAINS yang dimiliki Indonesia Kita semua ini, untuk menguatkan dan meneguhkan adanya daya memori air yang kita simpan di pepohonan yang kita tanam dan kita pelihara serta kita gali ETNOSAINS dan saintifikasinya, dalam air pohon pohon yang tua tua, sesungguhnya sudah mempunyai daya linuwih memori holografis energi informasi kecerdasan multidimensi, teknologi modern kuno klasik [Ruh Anda Gondo Kuswanto, 2012 – 2020] dan segenap energi kesehatan komprehensif serta kebugaran holistik yang kita butuhkan; adapun peneguhan beliau adalah:

Damai
MITOS LOGOS
Air Merekam Memori, memori tentang serapan aliran vibrasi maupun sentuhan tempat penampung, macam macam bahan penampung, semuanya mempengaruhi kristal air dan merekam memori bahan penampung seperti pada pembuatan air suci dengan doa dan berbagai macam air dalam bunga dan kulit kayu, kulit buah, sehingga dengan air ditampung dalam periuk gerabah, memorinya akan berbeda bila ditampung dengan wadah bukan gerabah, para leluhur jaman dahulu, beliau telah mengajarkan bagaimana cara menghormati air, termasuk badan air sungai, danau dan mata air, yang sarat dengan sumber bidang garap dan sumber bidang belajar untuk peradaban manusia yang unggul dan seutuhnya, maju lestari selaras dan harmoni.

 

 

Penulis: Agung Wedha dan Guntur Bisowarno

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed