by

Pulau Putri Batam Jadi Lokasi Penyelundupan Sabu Seberat 30,83 Kg Asal Malaysia

Wartaindonews, Batam – Direktorat Polairud Polda Kepri menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 30,83 kilogram asal Malaysia yang diseludupkan ke Batam melalui Pulau Putri pada hari rabu (23/8/2019) lalu.

“Dua orang kurir narkoba diamankan di Pulau Putri, bernama Indra Syarial (43) dan Suryanto (34) Warga Negara Indonesia (WNI),” kata Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol Saptono Erlangga, Senin siang(26/8/2019) kemaren.

Pulau Putri sendiri adalah salah satu tempat wisata, yang terletak di teras selat Singapura, salah satu pusat perdagangan bebas tersibuk di dunia.

Selat ini merupakan bagian dari kawasan Sijori (Singapura , Johor (Malaysia) dan Riau (Indonesia ) yang setiap harinya dilintasi ribuan kapal asing.

“Awalnya mereka menggunakan jalur resmi menuju ke Johor, Malysia, lalu setelah bertemu dengan Agam Patra (DPO) dan Piter (DPO) warga Malaysia di Pantai Sungai Rengit Malaysia, lalu, mereka menggunakan speedboat yang telah disiapkan berangkat ke Batam membawa sabu-sabu,” jelas Erlangga

Penangkapan itu kata Erlangga, bermula dari patroli tim Polair di wilayah perbatasan, dan mencurigai speedboat yang membawa 2 penumpang.

Selanjutntya, setelah dilakukan pemeriksaan, benar ditemukan serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu yang terbungkus rapi dan disimpan di dalam 4 drum oli.

“Untuk mengelabui petugas, kedua pelaku menyamar sebagai teknisi kapal lengkap dengan pakaian dan peralatan, mereka berpura-pura sedang diantar oleh jasa antar jemput dengan speedboat untuk memperbaiki kapal tanker di sekitaran Pulau itu,” jelas Erlangga

Kata Erlangga, mereka mengira dengan menyamar menjadi teknisi pemeriksaan akan tidak begitu ketat di wilayah perbatasan itu, namun, ia menegaskan bahwa hal itu salah besar.

Selanjutnya, setelah diiterogasi dan dilakukan pengembangan, petugas juga mengamankan Dona di wilayah perairan Bengkong yang sedang menunggu barang tersebut dan akan dibawa ke salah satu ruko di daerah Botania 1.

Di ruko Botania itu yang menjadi lokasi penyimpanan barang haram tesebut, petugas mengamankan Nasrul (33).

“Dari keterangan pelaku, mereka sudah melakukan ini sebanyak 5 kali dari awal tahun 2019. Upah mereka untuk mengirimkan, sekitar Rp 15 juta perorangnya,” pungkas Erlangga

Untuk keempat tersangka ini dikenakan pasal 114 ayat (2) undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (Bintang/Ririn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed