by

PR Polisi Sudah Mulai Terjawab Satu Persatu Soal Kerusuhan 21-22 Mei 2019

-Nasional-304 views

Wartaindonews, JAKARTA – Kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang gatot alias gagal total untuk sebuah skenario pemufakatan jahat demi nafsu kekuasaan yang menhalalkan segala cara.

Dari 257 orang perusuh dan provokator yang tertangkap serta bukti-bukti di lapangan yang berhasil disita polisi, dengan mudah penyidik Kepolisian menyingkap tabir pemufakatan jahat yang dibungkus dalam aksi demo pemilu curang.

1. Sudah cukup bukti, bahwa mobil ambulance yang berlogo partai Gerindra berisi banyak batu, kayu dan amplop berisi uang.

2. Sudah terbukti 4 orang perusuh dinyatakan positif memakai narkoba.

3. Sudah ada 6 tersangka pemilik senjata api ilegal yang diduga akan membunuh salah satu pimpinan lembaga survey yang menjadi target pertama pembunuhan tembak mati yang direncanakan akan dilakukan di kurun peristiwa kerusuhan 22 Mei di Jakarta. Sedangkan empat orang target pembunuhan lainnya merupakan tokoh nasional yang juga pejabat negara. Dalam kasus ini, Polisi menyita berbagai jenis senjata api dan rompi antipeluru, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah mata uang asing dolar Singapura yang nilainya sekitar Rp 150 juta sebagai bagian dari janji pemberian uang. Demikan menurut Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

4. Sudah dijadikan Tersangka penjual senjata api AF atau Asmaizulfi alias Fifi, istri dari Mayor Jenderal (Purn) Moerwanto Soeprapto, yang merupakan salah satu dari tersangka penjual senjata ke kelompok yang diduga akan membunuh sejumlah tokoh dan memicu kerusuhan di aksi 22 Mei 2019, yang mana Fifi ditangkap di kawasan Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 Mei 2019, saat akan masuk ke sebuah ATM BRI.

5. Para perusuh yang tertangkap adalah orang-orang preman bayaran yang proses lidik dan sidik nya terus berjalan.

6. Polisi yang telah menahan Eggi Sudjana, Lius Sungkharisma dan Kivlan Zen, terkait dugaan kasus makar dan kepemilikan senjata illegal, yang tadinya mereka galak, ganas dan sangar, tapi begitu berhadapan dengan hukum didepan aparat penyidik Kepolisian mereka bertiga langsung mendadak menjadi ngeper setelah dibeberkan bukti terkait rekam jejak kegiatan politiknya.

7. Ketika Amin Rais dipanggil Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sebagai saksi untuk tersangka Eggi Sudjana dalam kasus makar. Usai diperiksa, ia sempat jumpa pers, yang mengatakan bahwa “people power yang saya kembangkan itu people power enteng-entengan”. Orang sekelas Amin Rais yang bergelar profesor/ guru besar di UGM Yogyakarta, tentunya dengan mengatakan people power bisa berdampak besar bagi rakyat yang mendengarkan ataupun yang membacanya. Namun dengan entengnya ia mengatakan bahwa itu hanya people power enteng-entengan.

8. Soenarko mantan Danjen Kopassus dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Humisar Sahala ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan tuduhan ada dugaan makar, serta juga diduga terseret kepemilikan senjata api ilegal.

Apakah mereka yang diperiksa oleh pihak Kepolisian, berkasnya telah lengkap dan bisa dilimpahkan ke Kejaksaan untuk bisa ditindaklanjuti ? Atau tidak cukup bukti untuk bisa dilimpahkan ke Kejaksaan ?
Kita tunggu saja hasilnya, sangat menarik untuk disimak. (Dannyts)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed