by

Pengajian Dalam Rangka Rapimda Muhammadiyah Kab. Sragen

-Daerah-408 views

Wartaindonews, SragenDanramil 15 / Gemolong Lettu Inf Prihatin menghadiri kegiatan pengajian dalam rangka Rapimda Muhammadiyah Kab. Sragen tahun 2019 di Gor SMA Muh 2 gemolong, kec. Gemolong Kab. Sragen

Hadir dalam giat Muspika Kec. Gemolong, Ketua Muhammadiyah pimpinan daerah kab. Sragen (Bpk. Drs. Abdulah Afandi, M.Ag), Seluruh Ketua cabang Muhammadiyah sekabupaten Sragen, Ustad Faturohman khamal, LC(Penceramah), Seluruh Kepala sekolah TK, SD Aisyiah, SMP dan SMK/SMA muh sekabupaten Sragen, Pemuda Muhammadiyah gemolong serta Tamu undangan kurang lebih 200 orang.

Dalam sambutannya Lettu Inf Kukuh prihatin ( Danramil 15/gml ) mengatakan “saya sangat terimakasih diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri saya kepada warga gemolong khususnya, saya akan bekerja di gemolong mohon di bantu seluruh lapisan masyarakat gemolong agar kondusifitas terkendali,“ ujarnya.

Mari kita jaga, kita rapatkan barisan lagi saling menjaga wilayah kita masing masing muspika tidak akan bisa bekerja tanpa dukungan jenengan semua, sebentar lagi kita akan melaksanakan pildes sekabupaten Sragen semoga aman dan kondusif, maka dari itu saya akan bekerja semaksimal mungkin karena saya sudah di kampung halaman sendiri.

Dalam Tausyiah Ustad Faturohman khamal mengatakan Mengapa Muhammadiyah mengangkat tema mencerahkan agama, apa maksudnya yg tertera dalam surat albaqorog 251 di situ ada yg di jelaskan Allah SWT, Allah selamatkan dr kegelapan, di cerahkan agar jadi pemimpin yang adil karena sila Pancasila adalah ketuhan yang maha Esa, karena idiologi – idiologi ini akan mengelapkan manusia, kala itu kota Mekah menjadi kota metropolitan pusat peradapan kala itu yang di berkahi Allah SWT.

“Kalau itu orang orang musrik berhadapan dg idiologi idiologi yang menyesatkan, orang bunuh diri tertinggi adalah di jepan karena cara berpikir mereka tidak paham tentang kehidupan, maka dari itu negara negara dunia krisis penceramah karena orang sekarang mementingkan hawa nafsunya namanya krisis etimologi,“ pungkasnya. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed