by

Pementasan Wayang Kulit Kontemporer Wayang Blang Bleng Oleh Dalang Ki Ompong Sudarsono

Wartaindonews, Gresik – Desa Canga’an Kecamatan Ujungpangkah, Kamis 26 Desember 2019, Taman Canga’an Dengan Lakon ‘ MAPAK WAHYU PANGURIPAN ” dari Jam 20.00 hingga 24.00 WIB. Di sepanjang cakrawala laut utara Gresik dan awan awan malam itu, terlihat kilatan kilatan petir bergerak berurat syaraf, kilat bak lampu blitz di mana mana, namun suasana di Taman Canga’an justru Tenang Damai dan Bersahabat Bersahaja menyambut Gelora Dinamis Optimis Hadir dalam HadiratNya dalam Spirit Wayang Kontemporer untuk Generasi Muda Milenial dan Penduduk Warga Desa Canga’an Kecamatan Ujungpangkah tersebut.

Seni Pertunjukkan perpaduan alat musik tradisional dan modern, gitar ketemu kendang, seruling ketemu kentrung, gamelan ketemu suara decak sang dalang, nyanyian dan puisi tuntutan dan layak ditonton dengan swara bunyi yang rileks, santai, bahagia, dinamis dan bergenre optimis tersebut, Pencahayaan dan Sound System yang Prima dari Sanggar Pasir, Pimpinan Cak Deny Jazuli, menyempurnakan besutan awal aktivasi Seni Budaya Wayang Kontemporer yang digarap oleh Karang Taruna Karya Mulya Desa Canga’an, dengan sambutan positif Lurah Desanya Fahrur Rozi, S.pd menyaksikan Karang Tarunanya sudah menemukan model Seni Budaya Pertunjukkan untuk Generasi Milenialnya, yang mampu memadukan kekunoan, kekinian dan sentuhan milenial, dalam ragam Kepekaan Rasa Jiwa Tontonan Terpadu Tuntunan dan Tuntunan Terpadu Tontonan. [26/12/201].

Salah satu Aktivis Karang Taruna Karya Mulya, Fatih menjelaskan bahwa pihak kelurahan yang dipimpin oleh Lurah Fahrur Rozi, S.pd mulai Maret 2020 nanti akan menganggarkan dana pembelian seperangkat Alat Gamelan buat mengembangkan pelatihan pelatihan dan keterampilan Daya Kreasi serta Seni Pertunjukkan Pemuda Pemudi Karang Taruna Karya Mulia.” Secara otomatis Ki Ompong Sudarsono Maret mendatang bakal datang lagi untuk melanjukan Pembinaan dan Aktivasi Aplikasi Wayang Kontemporer Wayang Blang Bleng di Karang Taruna Desa Canga’an Ujungpangkah.

Malam Itu selain group musik dan gamelan pemuda Karang Taruna Karya Mulia, juga ada Nyanyian Jawa dan Nyanyian Kerohanian Islam.

Seorang Kawan Baru Ki Ompong, bernama Bagong, sedang diajak tampil ke panggung pertunjukkan, untuk menunjukkan kebolehannya belajar mengucapkan isi 5 Butir Pancasila, dengan Ki Ompong Sudarsono memerankan Suara dan Gaya Presiden Joko Widodo; Tawa dan canda ucapan yang benar dan salah, membuka wacana baru buat perangkat Desa Canga’an untuk dilakukan pendidikan dan pelatihan kebangsaan kenegaraan buat para generasi muda milenial di desa Canga’ an supaya mengenal Pancasila dan Kecintaan pada Tanah Airnya, kita juga diajak berdiri bersama menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Mas Lutfi yang membacakan Suluk “Wahyu Kehidupan” dengan swara bunyinya yang medhok khas pesisir Jawa Timuran, menggenapi potensi Pemuda Pemudi Canga’an mempunyai bakat dan potensi di bidang Seni Budaya dari desa mereka sendiri;

Puisi Mas Caleg salah satu aktor muda, juara pertama [Satu] tingkat Jawa Timur, sangat berbakat dari Sanggar Pasir yang menguasai Ilmu Kepemanduan Wisata “Risalah 7 Bukit” berbasis Sejarah Seni dan Budaya Holografis Energi Ilmu Para Leluhurnya di sana, dengan Judul Puisi Air dan Kehidupan, membuat Suasana Seni Budaya Bermuatan Tuntutan dan Tontonan semakin berimbang Komposisinya hadir dalam hadiran hadiratNya di malam Jumat legi tersebut.

Di sela sela pertunjukkan, kita juga berhasil menemukan satu sosok sastrawan berseni budaya, berbasis riset sejarah budaya lokal, nasional, internasional; peka studi ilmu komunikasi bangsa manusia yang cair dan linguid itu yang disebut langeng, menjelaskan tatanan bahasa sebagai ilmu sistem bahasa, di sebut dengan sistem language, serta kajian seni sastra budaya berbasis linguistik, spiritualitas islami dan musikalitas alam semesta juga alam swara bunyi diri sang manusia beserta harmonisasi suara alat alat musik modern, kuno klasik.

Ada puisi risetnya yang keren dari sosok sederhana namun kuat karakternya ini Cak Rakai Lukman, Guru Seni Sastra Budaya, SMK Ihyaululum Desa Sukun Gresik ini yang berjudul Ikan bersisik daun 02.

Di ruang pekat rongga cincin gerhana tubuh ikan bersisik daun telusuri rangga reranting, lewati lengkung tulang mengupas kulit ari, bekerja dalam keringat dilindung kehangatan darah putih, ia jelajah pori-pori pun urat tubuhnya sembari merapal risalah mimpi purbani.

Selepas susuri reranting, ikan bersisik daun meramu siklus cuaca dalam tabung laboratnya, menjadi bekal menempuh batang ruang tubuh, tubuh yang gigih menerka putaran kambium iklim kesementaraan, panas-dingin nan sembab-didih

campur doa-doa moyang menyatu padu dalam loyang kearifan, kebajikan angin barat-timur ditampung di lambung pencerna impian pencatat usia bulan.

Lantas ikan bersisik menemui akar air mata, juga diliputnya gerai tawa manja semesta, disimpannya nukleus pun auorta kebangkitan malam keramat, ikan bersisik daun melesatnya di danau di bawah pohon sidrah, di mana di simpan catatan azali silsilah para nabi, pun dirambahnya ayat-ayat yang tercatat dalam kitab Budi pekerti.

Ikan bersisik daun pun tergolek manja di pangkuan keabadian, direguknya tirta keheningan, cahaya tanpa batas, ia mi’roj menaiki hujan pertama proses penciptaan alif usai Kun dilafalkan, wayakun pun ejawanta di haribaan semesta diri, diri yang papa, yang lena, diringkus sendagurau juga tragedi berazas tunggal, manunggal rasa surahsa, ikan bersisik daun tak mengenal lagi diri sebab selebihnya hanya cahaya yang tak lekas ditafsirkan.

 

 

Penulis: Guntur Bisowarno
Kalirejo, 28 Desember 2019.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed