by

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Pariwisata

-Daerah-313 views

Wartaindonews, Solo – Salah satu bukti kemajuan dan kekuatan dalam semangat pelayanan bermutu karena aktif teruji ter monitoring dan terevaluasi berkelanjutan adalah disiplin mengadakan pelatihan dan mengikuti pelatihan yang terkait terprogram, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, sesuai tugas utama dan peruntukkannya, itu ada di kurikulum Total Quality Management for Toursm dan Gugus Kendali Mutu berbasis ISO For Toursm, Internasional Standar Operation for Kepariwisataan terstandar dan berstandar mutu terpadu.

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Wisata, Kulon Progo resmi di buka oleh Ibu Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Ibu Niken Laras dengan di dampingi Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia, Kulon Progo Bapak Suwardiyono tadi pagi 18 Juni 2019 di Rompok Jogja Family Homstay Kalibawang.

Peserta pelatihan berjumlah 15 orang yang sebelumnya sudah mengikuti tahap-tahap seleksi dan sudah di nyatakan lulus seleksi.

Dengan harapan kedepannya peserta mampu memperkenalkan Kawasan Pariwisata yang membentang di seluruh wilayah Kulon Progo.

Paket-paket dan program-program yang berkesinambungan dan berkreasi berkelanjutan, dari seluruh aparat pemerintah bersama masyarakat dalam setiap geliat dan perkembangan yang tersajikan di dalam wisata-wisata yang
ada di Kulon Progo berbasis Kekuatan Sejarah, Budaya, Adat Istiadat yang diharapkan mampu menyelaras dan menjadi model keseimbangan kawasan harmoni bersama Industri industri yang ada di Kulon Progo ke luar daerah Kulon Progo.

Perjuangan dan Perkembangan Upaya bersama ini menjadi kekuatan kehadiran tata kelola lahan dan wilayah Kulon Progo, tata budaya, tata alam dan tata wilayah industri berkesimbangan dengan tata wilayah hijau, konservasi adat budaya serta kekayaan keaneka ragaman hayati di wilayah Kulon Progo.

Seluruh Nusantara dan Juga Manca Negara, bisa belajar menemukan Perpaduan Peradaban Budaya Kuno Modern Klasik, salah satunya sudah ada di beberapa model di kawasan Kali Bawang Kulon Progo, jawab Begawan Nangsir, selaku tokoh perdamaian dan sinergitas antar golongan se-Kulon Progo serta tokoh masyarakat Kulon Progo, yang mempunyai komunitas sah di bawah Pengadilan Negeri Kulon Progo, yaitu Paguyuban Gerbangsari Trajumas, yang fokus kontribusi karya dan pendampingan unit usaha pariwisatanya pada Keseimbangan Pengembangan Tanaman Langka, Budaya Ketahanan Pangan Organik Berbasis Ilmu Kalamangsa Leluhur serta Tata Ilmu Pengetahuan Teknologi Irigasi Berbasis Tanaman Tanaman Penghasil Pengikat Mata Air-mata air yang sudah dimiliki oleh para leluhur di sepanjang bengawan, sungai, kedung, kali, sumber sumber mata air di wilayah perbukitan pegunungan menoreh Kulon Progo.

Dengan semangat dan kekompakan serta konektunity antar segenap elemen masyarakat Kulon Progo yang bermartabat, peduli, berpartisipasi aktif kreatif, inovatif thus transformatif produktif maka sewajarnya harapan dan tujuan kita bersama bisa terwujud.

Ki Guntur Bisowarno dan Yusuf Kleco

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed