by

Pameran Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan Ke VI se-Provinsi Banten di Lapangan Boru Serang

-Nasional-38 views

Wartaindonews, Banten – Saat Kunjungan Tenda KTNA dan Pengarahan Bapak Gubernur Banten, DR. H. Wahidin Halim. M.Si. secara bergiliran memasuki tiap tenda peserta dari Kabupaten dan Kota, Tangerang Kota Tangerang Kabupaten dan Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Stand Magang Study di Jepang MaJa, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang selaku Tuan Rumah Kali Ini. Gubernur memegang produk dan hasil para petani dan nelayan, berikut ekspresi wajahnya yg unik, tawa canda apresiasinya pada masing masing komoditas dan prestasi para Kelompok Tani dan Nelayan Andalan.

Gubernur sangat menekankan pentingnya kemampuan kerjasama antar prestasi dan produk KTNA tiap Kota dan Kabupaten, terutama untuk memastikan pentingnya jalur pemasaran dikuatkan dan di upayakan lebih serius.

Gubernur menyampaikan komitmen dan dukungannya penuh bagi para petani dan nelayan, merekalah tulang punggung sumber makanan dan kesehatan Propinsi Banten, kesan ini dikuatkan dan ditekankan beliau sebagai cucu petani langsung, bahkan beliau meyakini kerja para petani itu adalah jalan menuju surga.

Gubernur WH demi menguatkan jalur pemasaran, membantu para petani kopi di kabupaten pandeglang, dengan mengupayakan merk Kopi WH, tersedia serbuk dan bean coffe matang siap di racik dengan seni alat teknologi penyajian para komunitas barista.

Kepala Bidang Pertanian Propinsi Pak Ndaru Hudiya bahkan membuka ruang diskusi antara perwakilan Komunitas Barista dengan Para Kelompok Petani Kopi, Salah satunya Pak Karta Petani Kopi yg berhasil menyemai 18.000 benih sertifikat bandung menjadi bibit dan pohon Arabica dan Robusta, serta hasil Okulasi Sambung Keduanya, Karta [62 th] Berhasil Memanen Kopi Padeglang, dalam kurun waktu 8 bulan.

Gubernur menyembutkan bahwa peluang Jengkol Banten, Kepala Salak, Degan Hijau Pandeglang, Melon Emas Pandeglang, Bamboo Lebak, Teknologi Herba Murni Tangerang Kota, dan Potensi Nelayan di Cilegon, dalam Kurun Waktu dari 2019 hingga Pameran Daerah ke VI di Cilegon dengan dukungan dan komitmen Gubernur beserta Jajaran Pengurus KTNA Kabupaten Kota se Banten diharapkan menjadi pusat unggulan produk dan destinasi pariwisata Propinsi Banten yg lebih menguat dan membanggakan kita semua.

Dalam acara Dialog KTNA dan remuk informasi bisnis di harapkan terjadi lompatan transaksi dagang satu sama lainnya.

Meskipun Kota Tangerang sekarang tidak mempunyai Dinas Pertanian, karena sudah berubah menjadi Dinas Ketahanan Pangan.

Pemahaman bahwa peluang pasang dari budidaya agri culture terpadu pertanian, perkebunan dan perikanan darat serta kelautan, sesungguhnya merupakan jalur budaya dan kebudayaan yg sewajarnya di pahami merupakan perjalanan usaha yg inovatif, kreatif, strategis serta transformatif dari siklus peredaran barang jasa hulu ke hilir, dan hilir menguatkan pemberdayaan kualitas sumber daya manusia dan kualitas produksi prestasi para Petani dan Nelayan andalan, maka sesungguhnya Tangerang Kota dan Cilegon Kota, sebagai Kota Kota Industri merupakan gudang daya ungkit di bidang potensi kreatif peningkatan olah kerja produktif di sektor hilir, sebagaimana yg di sampaikan oleh Pak Suprijanto Ketua Kelompok Tani Rumah Toga Toga Lestari, Kota Tangerang yang memiliki Teknologi Hilir Tingkat Propinsi Nasional dan Internasional, dalam Teknologi Tepat Guna yg sudah dipatenkan khusus untuk Pionir Pengembangan Jamu Herba Toga Murni, dengan grade kehalusan serbuk kering murni halus lembut mencapai saringan 100 mash, dan ukuran 1 kapsul 250 mg setara 1/4 kg bahan basah.

Senada dengan Ketua KTNA Kota Cilegon Haji Jawadi, potensi melon emas unggulan kota cilegon dan buah naganya, adalah Komoditi Hilir yg sangat di minati, produk abon lele serta keripik kulit bu ko kom yg sudah belajar dari Kabupaten Boyolali, sudah mencapai pertumbuhan karya usaha menempuh waktu 17 tahun, sejak 2002. (Guntur Bisowarno)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed