by

Momentum Menuju SIREK III : Tasyukuran & Doa Keris For The King

-Artikel-194 views

Angka 9 9 dari tanggal berangka 9 dan bulan berangka 9, sehingga 9 9 menjadi berbunyi SONGO SONGO – SONG SONG dan Menyongsong Kehadiran KERIS PUSAKA NUSANTARA (baca : SIREK III KERIS III red.) dimana KERIS For The King merupakan momentum menuju KERIS PUSAKA NUSANTARA (Baca KERIS SIREK III, yang Rencananya saat terjadinya SIREK III tersebut pada waktuNya, bakal berisi finalisasi mulai dari bentuk sampai jadwal tempa dll) di Besalen Candra Aji oleh Empu Keris Kamardhikan Singhasari Singosari, Jln Tumapel 67, rt 01 rw 06 Pagentan Singosari Malang Jawa Timur.

Sesudah Kita diperkenankan dan diselenggarakan oleh Ridho Tuhan, Restu Leluhur, Dukungan Alam dan Rujukan serta Undangan dari Empu Keris Kamardhikan Singhasari Singosari Ki Arum Fanani, kepada Kita untuk hadir di acara SIREK I : Ngaji dan Doa SIREK I (18 Juni 2022) dan SIREK II : Api Unggun Semangat (06 Juli 2022) Saresehan SIREK II (Pusaka Nusantara),

sejak SIREK I, SIREK II hingga sekarang Kita hadir menyaksikan dan mengalami setiap nuansa hawa keadaan alam sekitar dalam setiap acara yang berhasil diselenggarakanNya dari awal mula SIREK I dan SIREK II, hingga Rabu Legi, 07 September 2022, yaitu acara Keris For The King momentum menuju KERIS SIREK III yang sesungguhnya, sebagai Proses Momentum demi Momentum dalam Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah, yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan diliputi meliputi dari kebangkitan 800 tahun spirit singhasari singosari dari tahun 1222 hingga 2022 tahun Kita sekarang ini.

Tahapan Tahapan Acara Menuju Momentum SIREK III:

Tahapan Tahapan Prosesi Keris For The King (07/09/2022) adalah:

Tahapan Pertama :

Sesudah Senen, 5 September 2022 dilakukan pengambilan air suci dari beberapa mata air di kawasan singhasari yang sudah tersadari dan terpilih serta pinilih sebagai sumber mata air suci, soca tirtha amertha untuk proses pembuatan keris.

Tahap Kedua :

Selasa, 6 September 2022 juga telah dilakukan Prosesi Pesu Besi oleh Ki Arum Fanani dan kawan kawan yang hadir.

Tahap Ketiga :

Hari Ini adalah Prosesi Kirab dan Doa untuk seluruh rangkaian Acara Tasyakuran & Doa Keris For The King.

Acara di mulai dengan Barisan Kirab berbaris membawa segala media upacara ritual spiritual dalam tasyakuran dan doa untuk bahan bahan serta pemberkatan seluruh tahapan awal proses pembuatan Keris For The King.

Acara di muliyakan dan disempurnakan dengan menyalakan dupa oleh Mbah Wandi, salah satu sesepuh singhasari, di selaraskan dan dengan dituangkannya air suci tersebut dari genthong ke dalam tempayan kuningan oleh Mbah Totok untuk didoakan oleh semua peserta sebanyak 23 orang, dilanjutkan dengan menyalakan lampu dian sebagai simbul pepadang kepada Ki Arum Fanani dkk dalam semua jalan dan proses dari Tuhan Yang Maha Esa di lakukan oleh Ki Priyono sebagai perwakilan dari Surabaya.

Sambutan, pesan pesan dan doa serta dukungan kepada Empu Keris Singhasari Singosari Ki Arum Fanani dalam Proses pembuatan Keris For The King di mulai dari Perwakilan Sesepuh Singhasari, Mbah Wondo, di lanjut ucapan tanggapan perwakilan dari Surabaya Ki Priyono, sambutan dari sesepuh Kota dan Kabupaten Malang, Ki Jati Kusuma, di tutup dengan doa dan mantra lengkap beserta dukungan harapan terkabulnya semua niat baik muliya Empu Keris Singhasari Singosari Ki Arum Fanani dari Gus Arya, yang merupakan Pimpinan Besalen Banyu Biru, Pepelegi Purwodadi Pasuruan Jawa Timur.

Keris For The King adalah Momentum Menuju KERIS PUSAKA NUSANTARA :

Keris Pusaka Nusantara adalah KERIS KAMARDHIKAN SINGHASARI Singosari sebab bakal di buat oleh Empu Keris Ki Arum Fanani sesudah Kemerdekaan RI ke 77 Tahun.

Selain doa dan berkah mantra jawa khusus dari Mbah Wondo, sesepuh singhasari, serta tembang Kidung Rinekso Ing Wengi oleh Mbah Totok, Ketua Perkumpulan Kedhaton Singhasari,

“…. dalam ini merupakan pembuatan dan proses penghormatan yang benar kepada leluhur dan rasa syukur kepada Tuhan, salah satunya adalah ya dengan cara membuat keris seperti Ki Fanani dan melalui media logam seperti keris selain gamelan, untuk terhubung dengan leluhur yang alamnya berada di kehidupan sesudah kematian, itulah pesan terkait fungsi dan hubungan nya keris dengan para leluhur serta kualitas perilaku kita yang mulia di hadapan Tuhan, sesama dan alam semesta,” wejang dan tanggapan oleh Ki Jati Kusuma, Sesepuh Kota dan Kabupaten Malang.

Acara khusyuknya berikutnya adalah doa doa dari semua peserta untuk air sucinya yang ditaruh di dalam tempayan beserta bunga dan tangkai serehnya, dan diakhiri dengan prosesi pemberian dan pemberkatan air suci tersebut sesudah semua peserta mendoakan kepada perwakilan peserta yang hadir yaitu mbah wandi, krt yusuf tanoko oleh ki fanani, sebab air suci untuk proses pembuatan keris bukan untuk peserta acara hari itu.

Tahapan Melengkapi Kelengkapan Keris For The King :

Ada hal yang memang diupayakan harus masih baru, di acara hari ini, salah satunya oleh Ki Hadi, yang juga merupakan sosok penyedia batu batuan, termasuk batu meteor dan beberapa jenis logam, yang dibutuhkan dalam proses pembuatan keris yang disampaikan ke Team Galery Dharma Arjuna yaitu adanya beberapa batang tebu hitam, seikat padi di dalam sekamnya yang masih utuh, 4 kelapa gading kuning, pisang candi dan dedaunan khusus yang disematkan di tiang peyangga pendopo besalen candra aji milik ki arum fanani, yang jadi tuan rumah acara keris for the king dalam tasyakuran dan doa di sore hari tersebut, termasuk kembang setaman dan kembang mawar, kenanga dan kantil serta seperangkat alat menginang lengkap, beserta seluruh tumpeng, jajanan pasar cenil, gatot, lupis, klepon, jipang beras, jipang jagung dan buah buahnya.

Acara ditutup dengan makan makan tumpengan, jajanan pasar, buah buahan, kembang dan minum beras kencur, sajian minuman khas besalen candra aji ki arum fanani jln tumapel 67 rt 01 rw 06 Pagentan Singosari.

Selamat Kebangkitan Spirit 800 Tahun Singhasari Singosari dari Tahun 12222 hingga Tahun 2022 Tahun sekarang Kita ini

Momentum Pertama :

Potensi Sinergitas Batik Keris Kamardhikan Singosari Ki Arum Fanani dengan Batik Sendhi Natural BSN Mbah To :

Bersamaan dengan HARI KELAHIRAN Batik Sendhi Natural Bamboo Spirit Nusantara, 9 September 2020 oleh Empu Batik Mbah To di Desa Sendi Sumber Gedang Pandaan Pasuruan Jawa Timur, dimana salah satu maha karya Ki Arum Fanani Besalen Candra Aji Singosari adalah Keris Pusaka Kamardhikan Gunungan Jaya Dwipa Nuswantara dengan badan tengahnya berupa keris lajer betok khas singosari, yang mengandung banyak motif batik alam naturalnya, seperti motif dedaunan, biji biji kopi, bunga kembang puspa dalam rangkaian, tak ada yang kebetulan, hari ini jumat pon, Kita bersama sama memberitakan dan mengabarkan adanya prosesi dan proses serta tahapan tahapan Ki Arum Fanani membuat Keris Kamardhikan Singhasari Keris For The King.

Momentum Kedua :

Sinergitas Spirit Aksara Lingga Yoni SURYA CANDRA Bhumi Suci Singhasari, Kamis Pahing, Malam Jumat Pon, 8 September 2022, bertepatan dengan HARI AKSARA INTERNASIONAL dan HARI GENTHONG INTERNASIONAL.

Untuk Membangun Jaringan Komunikasi Informasi dan Jaringan Kerja Pelestari Budaya Singhasari Kuno, Modern Klasik, maka Ketua Komunitas Pelestari Budaya Singhasari SURYA CANDRA Singosari Raden Sugeng Prijadi S H bersama Sekretarisnya KRT Yusuf Tanoko bersama Ki Teguh Rustanto alias Mbah Totok Ketua Perkumpulan Kedhaton Singhasari beserta beberapa Sesepuh Singhasari seperti Mbah Wondo, Ki Widarto, dkk juga turut serta di dalamnya Ki Sutopo Padepokan Macapat Sabdo Jumeneng Batu Malang Raya, menjemput, berbincang bincang ganyeng seperti biasanya dan berdoa terlebih dahulu bersama Ki Arum Fanani di Besalen Candra Aji,

sebelum jam 20.30 WIB tiba di Kantin Dekranasda, untuk kemudian Ki Arum Fanani bareng bareng melangkah menuju hadapan Lingga Yoni SURYA CANDRA Bhumi Suci Singhasari, untuk melakukan doa dan arah doa himpunan & pribadi serta acara aktivasi spirit aksara aksara budaya peradaban dari para leluhur suci singhasari yang masih tersembunyi dan terkandung di dalamnya, terutama dalam hal ini daya kepastian Ilahi pada seni budaya adat tradisi keris singhasari kuno, modern, klasik hingga keris kamardhikan, dalam rangka kebangkitan spirit singhasari 800 tahun dari tahun 1222 menuju 2022 tahun Kita sekarang ini, yaitu KERIS PUSAKA NUSANTARA : Keris For The King.

Penulis : Guntur Bisowarno (Ketua Bamboo Spirit Nusantara)

Kontributor