by

Modus Antarkan Pulang, Pria Bejad ini Cabuli Gadis 10 Tahun

Wartaindonews, Bengkalis – Kembali terulang, perbuatan asusila terjadi lagi. Seorang pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh berinisial JS (30) warga Bathin Solapan – Bengkalis, mencabuli seorang anak dibawah umur sebut saja namanya Bunga (10). Oleh karena perbuatannya, JS harus berurusan dengan Polisi. Dan kejadian ini dilaporkan oleh seorang Sopir yang berinisial AF (54) warga Bathin Solapan juga.

Team Reskrim Polsek Mandau bertindak cepat atas perintah KOMPOL Arvin Haryadi S.IK selaku Kapolsek Mandau, dan menangkap pria pelaku pencabulan anak dibawah ini dirumahnya di Bathin Solapan – Bengkalis pada hari Senin (24/02/2020) sekira pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Mandau mengungkapkan kronologis kejadiannya ke awak media.

“Benar, Rabu (19/02/2020) sekira pukul 13.10 WIB, bertempat di Bathin Solapan – Bengkalis (TKP), telah terjadi Pencabulan terhadap anak dibawah umur an. Bunga yang dilakukan oleh JS (Terlapor) orang tidak dikenal (OTK) menggunakan Sepeda Motor Beat Merah. Kejadiannya berawal, sebelumnya Pelapor mendapat telpon dari warga di daerah TKP (Saksi 2) memberitahukan bahwasannya Saksi 2 ada menemukan Korban sudah berada di TKP dan selanjutnya Saksi 2 mengantarkan Korban ke Rumah Kantor Bhabinkamtibmas, Jl. Rangau Km. 10, Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan – Bengkalis”, ujar KOMPOL Arvin mengawali

“Tidak berapa lama kemudian, lanjut Kapolsek, Pelapor bersama Istri mendatangi Rumah Kantor Bhabinkamtibmas dan disana Pelapor menjumpai Korban dan menurut Korban bahwa Terlapor telah melakukan pencabulan terhadap dirinya, berupa Terlapor mengeluarkan kemaluannya dan memaksa korban untuk memasukkan ke mulut korban, setelah itu Terlapor mengancam jikalau Korban tidak menuruti maka Korban akan dibunuh dan setelah itu Terlapor membuka celana Korban dan Korban pun berpura-pura pingsan. Kemudian datang seorang Ibu2 (Saksi 1) melihat kejadian tersebut dan Terlapor langsung pergi meninggalkan Korban di TKP, selanjutnya Saksi 1 mencari bantuan keluar TKP dan menjumpai Saksi 2, setelah itu Saksi 2 menghubungi Pelapor serta membawa korban ke Rumah Kantor Bhabinkamtibmas”, tuturnya panjang.

Kapolsek Mandau ini pun menguraikan kronologis penangkapan pelaku.

“Saya perintahkan kepada Kanit Reskrim bersama Team Opsnal langsung melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut, lalu pada hari Senin (24/02/2020) sekira pukul 12.00 WIB, berdasarkan informasi yang berhasil didapat bahwa ciri-ciri Sepeda motor yang digunakan Pelaku (sesuai rekaman CCTV) ada digunakan seorang perempuan di Simpang Garoga, selanjutnya Team Opsnal mengikuti sepeda motor tersebut.

KOMPOL Arvin melanjutkan, “Lalu sekira pukul 14.00 WIB di rumah pemilik Sepeda Motor tersebut Team Opsnal berhasil mengamankan Pelaku sesuai ciri-ciri yang terekam CCTV An. JS dan setelah diintrogasi Sdr. JS mengakui perbuatan Cabul kepada Korban, kemudian mengakui bahwa 1 (satu) Unit Sepeda Motor Beat Merah dengan Nomor Plat palsu BM 1990 ST adalah benar kendaraan yg digunakannya untuk melakukan Cabul tersebut. Selanjutnya Team membawa Pelaku berikut barang bukti ke Polsek Mandau, guna pengusutan lebih lanjut”, pungkasnya

Setelah ditelusuri ternyata modus pelaku dalam melakukan pencabulan ini, dengan mencari anak-anak yang pulang sekolah sendiri, lalu Tersangka menawarkan diri untuk mengantarkan pulang, setelah korban naik ke atas motor, korban langsung dibawa ke tempat yg sepi dan langsung dicabuli. Namun pada kasus ini, korban berteriak dan pura-pura pingsan, hingga Tersangka merasa ketakutan lalu Tersangka lari meninggalkan korban sendirian di tanah lapang.

Dalam hal ini Kapolsek Mandau memberikan Himbauan Kamtibmas kepada kita semua.

“Himbauan untuk kita bersama, baik para orang tua maupun pihak sekolah / guru, agar kita sama-sama lebih peduli terhadap anak-anak kita. Pada saat jam pulang sekolah agar dipastikan benar, bahwa anak tersebut pulang dengan siapa, apa benar dengan orang tua murid atau orang suruhan orang tua murid tersebut. Khusus bagi orang tua agar lebih waspada lagi, kejadian sudah ada, jangan sampai anak kita menjadi korban, awasi benar anak kita agar tidak terjadi hal yg sama. Semoga wilayah kita aman dari para pelaku pedofil”, katanya tegas. (hms/EHR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed