by

Misteri Candi Angin, Candi Bubrah dan Candi Aso Mulai Terkuak

-Artikel-117 views

Wartaindonews, Jepara – Dugaan bahwa candi Angin, candi Bubrah, dan candi Aso di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara merupakan peninggalan Kerajaan Kalingga pada masa Ratu Shima, mulai terjawab dengan hasil penelitian Badan Arkeologi (Balar) DI. Yogyakarta.

Candi-candi yang terletak di lereng Utara Gunung Muria ini mempunyai arsitektur yang hampir sama dengan beberapa candi yang berada di lereng Gunung Arjuna, Gunung Bromo, Gunung Penanggungan, Gunung Wilis dan Gunung Lawu.

Awal ditemukannya candi di Desa Tempur terjadi pada sekitar tahun 1900 an oleh Mbah Wirodiwongso seorang Juru pelihara situs Candi Angin yang pertama. Berturut-turut kemudian ditemukan juga Candi Bubrah dan Candi Aso dan Sumur Batu.

Di situs Candi Angin ditemukan sebuah prasasti berbahasa dan beraksara Jawa kuno, beserta miniatur candi, serta fragmen terakota non wadah dan keramik asing. Sedangkan di situs Candi Bubrah ditemukan berupa fragmen tembikar, fragmen terakota figurin dan ornamen bangunan.

Penemuan yang paling terakhir yakni di Candi Aso. Menurut sumber, nama “Aso” berasal dari bahasa Jawa yang berarti istirahat. Setelah ditemukannya Candi Angin dan Candi Bubrah.

Dari kajian tim Balar Yogyakarta disebutkan ketiga candi dengan lokasi yang berdekatan tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. Baik bentuk arsitekturnya maupun desain ruang pemujaannya.

Pada dinding candi terpahat ornamen relief, cerita tentang keagamaan, serta konsep kosmologi. Sehingga, jika dibaca dan ditelusuri akan ditemukan makna perjalanan hidup manusia berupa karma, nafsu dan keinginan.

Keberadaan tiga buah candi tersebut meskipun mempunyai karakteristik dan arsitektur yang berbeda, namun mempunyai beberapa kesamaan. Bentuk berundak dan tidak berbilik, arah hadap pada puncak gunung, berada di puncak gunung, menggunakan bahan berupa lempengan batu serta berada di pantai utara Jawa.

Adanya temuan situs Candi Angin, Candi Bubrah dan Candi Aso ini yang semula diduga dibangun pada abad VIII Masehi ini terjawab dengan hasil penelitian tim Balar DI. Yogyakarta. Bahwa ketiga candi tersebut dibangun pada masa surutnya dan runtuhnya Majapahit, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk berakhir. (Nalar DIY)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed