by

Microsleep Perlu Diwaspadai !!!

-Artikel-380 views

 Wartaindonews, Jakarta – Dengan adanya tol Trans Jawa, waktu tempuh mudik sangat jauh berkurang, dirasakan sangat efisien dan efektif. Kalau dulu sebelum adanya tol Trans Jawa, waktu tempuh mudik lebaran untuk Jakarta-Solo yang berjarak 571 km, bisa 20 jam hingga 24 jam, sekarang hanya ditempuh dalam waktu 8-10 jam, itu sudah termasuk istirahat di rest area. Berarti kecepatan rata-rata hanya +/- 70 km per jam. Demikian menurut Joky Joko Prasojo bersama keluarganya, salah satu pemudik berkendara di jalan tol Jakarta-Solo.

Namun bagi pengendara yang menyetir di perjalanan melalui tol yang terlalu panjang, perlu berhati-hati terhadap bahaya mengantuk. Seperti baru-baru ini tanggal 2 Juni 2019 yang terjadi kecelakaan tunggal di jalan Tol daerah Kab.Pemalang, Jawa Tengah telah memakan korban jiwa 2 orang meninggal, diduga karena si sopir ngantuk tetapi tetap dipaksakan untuk nyopir.

Pernah kah anda mengalami situasi di mana anda sedang berkendara, tiba-tiba terlelap…!!? Hanya “Seketika” dan hanya beberapa DETIK”…!!!

Itulah yang dinamakan “MICROSLEEP”…!!!! yaitu keadaan dimana badan “Tidur Sesaat.” Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran, tidak dapat diproses di otak.

Durasi Microsleep hanya antara “1 hingga 30” detik. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih “TERBUKA”..!!

Seperti sebuah komputer, otak telah “shut down”.

Pada kecepatan 70km/jam, microsleep selama 3 detik menyebabkan kenderaan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap mata.!!!

Semakin tinggi kecepatan kendaraan pasti risikonya menjadi lebih tinggi.

Salah satu dampak dari kekurangan waktu tidur adalah rasa lelah atau mengantuk diluar waktu istirahat. Saat hal ini terjadi, otak masih merasakan kelelahan namun tetap bertahan agar kita tetap terjaga. Akibatnya kita dapat mengalami microsleep atau tertidur secara tiba-tiba namun hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Microsleep sering terjadi saat seseorang melakukan pekerjaan yang monoton seperti berkendara atau menatap layar dalam waktu yang lama.

Rasa kantuk tak tertahankan bisa menyebabkan “Microsleep”.

Jadi, apa yang harus dilakukan ? Menurut Kemal Al Fajar dalam tulisannya yang pernah dimuat di hellosehat.com yaitu sebagai berikut :

▪ BERHENTI…. Parkir mobil anda di tempat yang aman. Repotnya bila rest area masih jauh.

▪ TIDUR…. Tak perlu tidur lama, 5 menit cukup.

▪ Ulang setiap kali anda mulai berasa mengantuk.

▪ Berhenti beristirahat setiap dua jam untuk berkendara jarak jauh.

Untuk penumpang yang duduk disamping Pak Sopir, jadilah co-driver yang baik. Coba lakukan beberapa hal seperti ini :

1. Ajak pengendara berbincang, utk mengurangi rasa bosan.

2. Perhatikan cara berkendara. Jika sudah mulai tidak ikut mengikut lajur, tegur Pak Sopir…

3. Sekali-kali lihat kecepatan di dashboard, Apakah berkendara terlalu cepat? atau Apakah ada lampu-lampu peringatan yang menyala? Jika ada, tegur….!!

4. Mata harus sering digunakan melirik ke spion kanan-kiri dan spion tengah.

5. Siapkan sapu tangan basah untuk mengelap muka.

Dalam perjalanan jauh dengan bekendaraan, menurut keterangan DR.Dr.Heri Nugroho HS, Spd. boleh minum minuman berenergi karena badan perlu doping di saat extra kerja dilakukan. Dengan minum minuman berenergi badan akan terasa segar dan akan mengurangi rasa kantuk. (Dannyts)

SALAM SAFETY FIRST

SEMOGA ANDA SELAMAT SAMPAI TUJUAN

 

Bambang Waskito

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed