by

Menurut Para Ahli Sejarah di Serbia, di Antara Indonesia dan Yugoslavia

-Artikel-210 views

Wartaindonews, Jakarta – BungKarno pernah bertanya kepada Presiden Yugoslavia, Josep Broz Tito, kurang lebih sebagai berikut: “Tuan Tito, jika anda meninggal nanti, bagaimana nasib bangsa anda?”

Dengan bangga, Josep berkata, “Aku memiliki tentara-tentara yang berani dan tangguh untuk melindungi bangsa kami.”

Setelah menjawab pertanyaan ini, Josep ternyata gantian bertanya, “Lalu bagaimana dengan negara anda, sahabatku?”

Dengan tenang Bung Karno berkata, “Aku tidak khawatir, karena aku telah meninggali bangsaku dengan sebuah
‘way of life’, yaitu Pancasila.”

Menurut para ahli sejarah di Serbia, di antara Indonesia dan Yugoslavia, yang paling berkemungkinan pecah atau mengalami disintegrasi seharusnya Indonesia. Alasannya, Yugoslavia lebih beruntung dibandingkan Indonesia, karena wilayahnya tidak terpisah-pisah dan tidak beretnis sebanyak Indonesia. Namun, ternyata bangsa Yugoslavia pecah menjadi 6 (enam) negara-negara kecil seperti Serbia, Kroasia, Bosnia, dan lain-lain.

Menurut mereka, bangsa Indonesia ternyata lebih beruntung karena memiliki pegangan hidup Pancasila yang menyatukan penduduknya yang terdiri atas berbagai suku/golongan dan memeluk berbagai agama dan kepercayaan.

“Aku tidak mengatakan aku yang menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami tradisi-tradisi kami sendiri dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.” Bung Karno. (RNS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed