by

Mahasiswa KKN-T MBKM UNISRI Gelar Pelatihan Pembuatan Selai Kacang Tanah Sebagai Inovasi Untuk Tingkatkan Potensi Pangan Lokal

-Artikel, Daerah-172 views

Wartaindonews, KARANGANYAR – Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta mengusung tema “UNISRI Berkontribusi Dalam Kebangkitan Pasca Pandemi”. Pada kegiatan ini kelompok 32 dengan Bapak Sumaryanto S.E.,M.M selaku Dosen Pembimbing Lapangan melakukan kegiatan di Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Dalam hal ini mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Ferry Nada Darmawati melakukan kegiatan “Pengolahan Selai Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Sebagai Inovasi Untuk Meningkatkan Potensi Pangan Lokal” bersama Ibu – Ibu PKK RT 03/ RW 01 Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar yang diselenggarakan pada hari Minggu, (14/07).

Desa Rejosari sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Karanganyar memiliki potensi sumber daya yang melimpah sehingga perlu pengelolaan lebih lanjut agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi terutama untuk olahan pangan lokalnya. Pangan lokal merupakan sumber pangan yang berasal dari potensi sumber daya dan kearifan lokal dimana diproduksi, dikembangkan, dan dikonsumsi di suatu daerah. Pemanfaatan pangan lokal dapat membangun ketahanan pangan juga menjaga ketersediaan pangan. Adanya pengolahan pangan lokal ini dapat meningkatkan produktivitas potensi suatu daerah.

Berbagai ragam pangan lokal yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki karakteristik tersendiri, terutama di daerah Rejosari, Gondangrejo, Karanganyar yang memiliki sumber keragaman pangan yang melimpah. Salah satu jenis komoditas pangan lokal yang perlu dikembangkan ialah kacang tanah. Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) sebagai salah satu hasil pertanian yang memiliki sumber protein nabati yang cukup penting dalam menu makanan dimana dapat diolah dalam berbagai bentuk makanan seperti kue-kue, cemilan, atau hasil olahan lain seperti selai.

Proses pembuatan selai kacang tanah cukup dengan menghaluskan kacang tanah yang telah disangrai menggunakan food processor. Kemudian, dilakukan penambahan seperti gula halus/ madu, minyak/ butter, dan coklat batang selanjutnya dilakukan pencampuran lagi hingga semua bahan tercampur. Selain prosesnya yang mudah, bahan yang digunakan pun juga terjangkau sehingga selai kacang tanah ini dapat dipraktikkan dengan mudah.

Ferry Nada Darmawati sebagai pelaksana kegiatan berharap pengolahan bahan pangan lokal ini dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan masyarakat tentang cara mengolah bahan pangan yang lebih bernilai jual tinggi. Selain itu, pelatihan ini dapat dijadikan ide bisnis untuk meningkatkan UMKM di desa tersebut sehingga menjadi lebih berkembang.

“Pemanfaatan pangan lokal di Desa Rejosari masih kurang optimal. Oleh karena itu, adanya kegiatan ini saya ingin meningkatkan nilai ekonomis pangan lokal di Desa Rejosari terutama kacang tanah yang masih kurang pemanfaatannya sehingga dapat menghasilkan produk olahan pangan yang praktis serta dapat memenuhi kebutuhan asupan nutrisi,” jelasnya. Pengolahan selai kacang tanah ini mendapatkan sambutan antusias dari anggota PKK RT 03 Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Kontributor