by

Landasan Narasi Kebudayaan NGESTI WEDHARING BUDAYA dalam Payung Keppres 17/12/2018

-Artikel-96 views

Membuka KESADARAN Badan Pikiran Jiwa Ruh Kita atas Pertumbuhan dan Perkembangan BUDAYA PERADABAN, menggunakan telaah dari kesederhanaan Ilmu Seni Rupa, yang berbasis sesuatu yang terdekat dengan Kita dan Sains Spiritual yang berbasis sesuatu yang paling dekat dengan Kita, di buka kajian riset ruang percakapannya oleh Anang Petong Art House Desa Andonosari Kecamatan Tutur Pasuruan kepada Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System 2022 Purwosari Pasuruan.

Serangkaian Aktivitas Kegiatan Pagelaran Wayang Kulit Purwa Jawa Klasik dengan Pimpinan Ki Dalang Winarno Sabda, yang sudah digelar bersama Sanggar Seni Ngesti Wedharing Budaya NWB Pasuruan, sudah Kita saksikan dan ikuti secara langsung sejak 2019 hingga bulan akhir desember 2022 tahun ini.

Berangkat dari Landasan Kajian dan Riset Anang Petong Art House bahwa Seni RUPA adalah sesuatu yang terdekat dengan Kita manusia, telah berhasil membuka cakrawala berpikir dan pemikiran dari dalam diri Kita, bahwa leluhur yang berjiwa budi adi luhung dahulu, sebagai generasi peletak dasar budaya peradaban seni rupa yang sedemikian canggih dan agungnya, seyogyanya mereka pernah mengalami kedekatan yang intim sekali di jagad rupa dan jagad alam kadewatan kahyangan serta hubungannya dengan manusia dan alam manusia, yang digambarkan dan digelar dari waktu ke waktu, dari jaman ke jaman dalam ejawantah aktual, kontekstual serta faktual berupa wujud SENI RUPA PERTUNJUKKAN Pagelaran Wayang Kulit Jawa Klasik Purwa, yang mempunyai 2 pakem kesusastraan besar yaitu KITAB SEJARAH RAMAYANA dan KITAB MAHABARATA.

Ungkapan Saudara Anang, membuka ruang kebangkitan berpikir dan pemikiran yang jauh lebih asyik, kreatif, inovatif dan transformatif, yang potensi kandungan kecerdasannya serta kedalaman rasa kepekaan pikiran berpikir Kita secara otomatis menjadi jauh lebih terbuka sangat luas, lebar dan mendalam sekali.

Seni Rupa Pertunjukkan Klasik Wayang Kulit Jawa Purwa bersama NWB : NGESTI WEDHARING BUDAYA sejak 2019 sd 2022.

Kita juga sudah mengalami bersama sama dalam memasuki kebangkitan kesadaran ritual menuju spiritual di jaman jagad renovasi total, sejak terjadinya pandemik covid 19 hingga ini.

Mengingat SENI RUPA nya Para PANDAWA dan SENI RUPA Para Kurawa sudah berada dalam keberaadanya yang nyata di Seni Rupa Pertunjukkan Wayang Kulit Purwa Jawa Klasik.

Cukup Tahukah Anda, bahwa HARI WAYANG, setiap tanggal 7 November baru ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, pada tanggal 17 Desember 2018.

Selain itu, penetapannya dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap Seni Rupa Ragam Wayang Indonesia.

Keputusan Presiden tentang penetapan Hari Wayang Nasional tersebut mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya di Jakarta pada 17 Desember 2018.

Adapun dipilihnya 7 November sebagai Hari Wayang Nasional, hal itu mengikuti momentum Unesco yang menetapkan wayang sebagai a Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Karya Agung Budaya Dunia pada 7 November 2003.

Hari Wayang Nasional sendiri sesuai dengan Keppres yang ditandatangani Jokowi ditetapkan bukan sebagai hari libur nasional.

Untuk berpartisipasi dalam mengingat dan memperingati hari Keppres tersebut, 17 Desember 2018, maka Ngesti Wedharing Budaya membuat Narasi Kebudayaan di bawah ini.

NARASI KEBUDAYAAN 2022

Kebudayaan Jawa memang telah dan akan selalu mengalami perubahan dan pergeseran sesuai dengan perkembangan jaman, salah satu wujud dari kebudayaan Jawa adalah “WAYANG KULIT”

Tradisi ini hingga kini masih dipergunakan orang Jawa, sebagai budaya yang Adi luhung dan perlu dilestarikan

Kegiatan gelar budaya “WAYANG KULIT” tidak sekedar sebagai TONTONAN namun juga sebagai TUNTUNAN dan TATANAN, namun didalamnya terkandung nilai SOSIAL, EDUKATIF, rasa kebersamaan dalam banyak ragam perbedaan, dan pemberdayaan terhadap nilai nilai potensi sumberdaya, kreatifitas manusia serta ikut melestarikan budaya bangsa

Sanggar Seni ” NGESTI WEDHARING BUDAYA ” Yang ada di Kabupaten Pasuruan dengan terus menerus berkembangnya ANTUSIASME dan minat masyarakat yang peduli terhadap kemajuan budaya peradaban bangsa Indonesia, maka EKSISTENSINYA lebih diakui oleh masyarakat dan Pemerintah sebagai salah satu lembaga yang turut serta dalam melestarikan budaya ” WAYANG KULIT ” Di Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur

Ada sebuah makna yang sangat hakiki, bahwa budaya yang kita lestarikan ini selalu dipayungi oleh para leluhur, oleh karena itu wajib dilestarikan dan dikembangkan.

Semoga NWB selalu jaya untuk selamanya dan tidak akan tergerus oleh keadaan.

Tuhan selalu bersama kita. Aamiin

Rahayu
Ki Winarno Sabda, S.Pd, M.Pd.H.

Demikianlah Kita menemukan landasan dan peluang kontribusi kemajuan pola pikir dalam pemikiran Narasi Kebudayaan Ngesti Wedharing Budaya NWB Pasuruan Jawa Timur.

Ilustrasi Gambar : Ki Reksa Aksara

Penulis & Aplikator : Guntur Bisowarno

Kontributor