by

Kronologi Dosen Wanita Bunuh Anggota DPRD Sragen

-Daerah, Kriminal-510 views

Wartaindonews, WONOGIRI – Misteri kematian anggota DPRD Sragen Jawa Tengah, Sugimin (52) akhirnya terungkap. Caleg petahana dari Partai Golkar itu dibunuh teman wanitanya yang berprofesi sebagai dosen, NK (41).

NK membunuh Sugimin dengan cara diracun. Sugimin meninggal pada Selasa, 16 April 2019 atau sehari sebelum hari pencoblosan. Sugimin meninggal dalam perjalanan menuju RSUD dr Soediran Mangun Sumarso. Saat itu, korban ditemani oleh NK.

Setelah meninggal, NK menyuruh ayahnya, M untuk melapor ke polisi. Dosen perguruan tinggi swasta itu meminta sang ayah bersandiwara di depan polisi.

Kepada polisi, M mengaku menemukan Sugimin dalam kondisi lemas di gang samping SMPN 1 Wonogiri. M kemudian membawa Sugimin ke rumah sakit. Di tengah perjalanan, Sugimin meninggal.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti melalui Kasatreskrim AKP Aditia Mulya mengatakan, berdasarkan penyelidikan polisi, M ternyata memberikan keterangan palsu. Dia bersandiwara karena disuruh anaknya.

”Ternyata M ini disuruh anaknya, NK untuk membuat laporan kalau menemukan korban di gang sebelah SMPN 1 Wonogiri,” ucap Aditia, sebagaimana dilansir Radar Solo, Jumat (19/4).

Padahal, lanjut Aditia, korban Sugimin sudah bersama tersangka sejak Kamis pekan lalu hingga tewas pada Selasa, 16 April 2019.

Sugimin adalah anggota DRPD Sragen warga Dusun Karangnongko RT 10 RW 03, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Sementara NK adalah seorang dosen dan memiliki usaha konveksi. Keduanya diduga memiliki hubungan istimewa.

“Informasi yang kami dapat, NK merupakan wanita yang telah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Sehari-hari dia berprofesi sebagai dosen dan usaha konveksi,” ungkap Wakapolres Wonogiri, Kompol Aidil Fitri Syah saat memberi keterangan kepada media, Kamis (18/4).

Korban diketahui ada hubungan dengan pelaku. Terbukti sebelum kasus pembunuhan terungkap, korban sudah berada di Wonogiri sejak tanggal 11-16 April 2019. Dan selama di Wonogiri, korban selalu bersama pelaku.

Pelaku menghabisi korban dengan cara diracun karena sakit hati. Namun polisi belum membeberkan mengapa pelaku sakit hati kepada korban.

“NK meracun korban sampai tiga kali dengan cara memasukkan racun tikus ke kapsul obat diare,” kata Kompol Aidil.

Menurut Aidil, korban pernah masuk RS dr Oen karena sakit perut atas reaksi racun yang diberikan oleh tersangka.

Kemudian, setelah sembuh, korban kembali diberi racun tikus dengan cara dimasukkan dalam kapsul obat diare. Begitu obat bereaksi, korban dibawa ke RS Marga Husada Wonogiri.

“Yang terakhir, korban kembali diberi racun, dan diajak berputar putar dengan mobil sewaan, yang akhirnya dibawa ke RSUD sudah dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya.

 

Pojoksatu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed