by

Komnas Anak Sragen Bahas Perlindungan Anak di Masa Pandemi Secara Online

-Daerah-144 views

Wartaindonews, Sragen – KOMNAS anak sragen rapat zoom bersama dinas2 terkait seluruh jateng di meja kerja masing-masing, dalam rapat zoom bersama  beberapa instansi pemerintahan. Di antaranya DINSOS, P2TP2A jateng ,ormas keagamaan ,yayasan, Dinas pendidikan dan pariwisata.Rapat zoom pembicara antara lain,Hadi utomo (yayasan bahtera’s)Bu Naning dr UNICEF dan bersama dinas terkait lainnya.

Dalam rapat zoom tersebut membicarakan perihal tentang perlindungan anak di masa tantangan di masa pandemi, Hubungan antara pasal 5, 18,19 dan perlindungan khusus dalam pencegahan, Negara harus memahami bahwa Racun jiwa (violence) (kekerasan thd anaka), antara lain: pukulan, bentakan, penelantaran, kata kata tidak baik ,kata kata buruk, ancaman ,menghina, memaki, kekerasan seksual, bulying.

Lemahnya kecerdasan emosi/kalbu atau jiwa anak labil berdampak pada berbagai kerentanan.

Kerentanan itu antara lain : menyalahkan orang lain, tersinggung, daya juang  cepat melemah, putus asa, curiga dan berpikir negatif. Kerentanan itu berdampak pada:
1. Perilaku kurang memperhatikan norma
2. Menggunakan narkoba
3. Menjadi pelaku/korban eksploitasi
4. Pelanggaran hukum
5. Agresif atau regresi
6. Regresi yaitu mundur dari pergaulan atau menyendiri.

Dalam hal ini, kita harus bisa mendampingi anak dg nilai nilai keagamaan yg benar dan lurus. Jika dalam islam yaitu penanaman nilai islami  yang merupakan gizi jiwa, dalam proses pendidikan, pengasuhan dan perlindungan anak di wilayah : keluarga, masyarakat, sekolah/madrasah , dayah/pesantren diantaranya :
Mahabbah, mawaddah, tanashur, sakinah dll.

Tantangan  pada anak di masa pandemi ini adalah:
-perubahan psikologi
– orangtua WHO
– Terbatas eksplorasi
– kehilangan rutinitas
– kondisi emosi  tidak diterima Dan
– anak merasa bosan dan kesepian.

Pola pengasuhan anak sebelum pandemi sangat berpengaruh pada pola pengasuhan saat pandemi :

a. Bila sebelum pandemi  terbiasa menggunakan pola hukum dan kekerasan, potensi penggunaan  hukum dan kekerasan kepada anak akan semakin meningkat.
b. Bila terbiasa membiarkan anak berperilaku semaunya, cenderung mulai menggunakan hukuman dan kekerasan.
C. Bila sebelum nya dengan pola pengasuhan yang baik dan tepat, orang tua lebih bisa berfokus untuk ekonomi keluarga. Dalam rapot zoom tersebut bertempat di KOMNAS ANAK SRAGEN.

Rapat zoom KOMNAS SRAGEN yang di hadiri Wahyu dwi guntoro (wakil ketua advokasi)Chilung aritonang(wakil ketua bidang penguatan kelembagaan  dan kerja sama antar lembaga)Didik rohmad (sekertaris).selama kegiatan dari tahun 2018  KOMNAS SRAGEN sudah mendampingi beberapa permasalahan diantaranya pencabulan,pengeroyokan,korban meninggalnya 2 anak di lubang galian C, Bullying, pendampingan hak asuh anak dan yang lain sebagainya, tutur wahyu dan chilung, tegasnya.

Dengan keberadaan KOMNAS ANAK SRAGEN kepada pemerintah setempat dan dinas dinas yang terkait kami meminta kerja samanya,Karena anak adalah aset negara kita yg paling berharga,sebagai penerus bangsa,kalau tidak mulai dari sekarang tidak kita perjuangkan dengan hak haknya terus negara ini mau jadi apa,anak anak adalah cikal bakal generasi penerus bangsa ini,mari kita bela dan perjuangkan hak anak. Tegas Chilung Aritonang (wakil bidang penguatan kelembagaan dan kerjasama antar lembaga).

Menjaga anak tetap sehat di masa pandemi bukanlah hal yang mudah. Selain orang tua harus bekerja dan tetap  mengurus anak. Namun, kesehatan anak tetaplah menjadi prioritas utama bagi keluarga. Mengingat sulitnya menerapkan tindak pencegahan penularan penyakit pada anak, maka perlindungan terbaik untuk mencegah infeksi saat ini adalah dengan tetap berada di rumah. Terima kasih para orang tua yang terus berjuang selama masa pandemi ini demi menjaga kesehatan si buah hati dan keluarga.

Manfaat dari webinar kali ini adalah: semakin luasnya pengetahuan kita terhadap perlindungana anak, kendala di lapangan sesungguhnya. (Ari)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed