by

Keraton Agung Sejagat Mengklaim Miliki Kekuasaan di Dunia

-Nasional-58 views

Wartaindonews, Purworejo – Dua hari ini, masyarakat Purworejo digegerkan dengan adanya orang yang mengaku sebagai pemimpin dan pengikut Kerajaan Agung Sejagat (KAS). Mereka bermarkas dengan mendirikan semacam keraton yang belum selesai pembangunannya, di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Dalam jumpa pers di dalam ruang sidang ‘keraton’, pimpinan KAS dipanggil Sinuhun bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu memiliki nama Dyah Gitarja. “Keberadaan kami adalah menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1518. Wilujengan Keraton Agung ini adalah untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa,” kata Totok yang bergelar sangat panjang namun hanya disingkat Rangkai Mataram Agung.

Entah dari mana asal usul cerita yang disampaikan oleh Sang Sinuhun, namun dia mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia dengan dalih bahwa tatanan di dunia ini terbesar adalah kekaisaran dan terkecil adalah berbentuk republik. “Keraton Agung memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). KAS memiliki Einternational Court of Justice dan Fefense Council. Pentagon adalah Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika,” katanya.

Entah dari mana ide untuk mengklaim semua kalimat tersebut, yang jelas para pendukungnya yang menurut informasi berjumlah 425 sangat mempercayainya.

Bahkan dia mengklaim memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik keuangan, politik, pemerintahan dan lain-lain.

Namun ketika didesak terkait caranya, Sinuhun tak dapat menjelaskannya secara gamblang. Dia juga nenyatakan bisa mengeluarkan nota diplomatik. Bahkan Kanjeng Ratu sempat naik nada suaranya ketika didesak untuk menyatakan, mengakui NKRI atau tidak, memiliki KTP Indonesia atau tidak. Dyah juga mengaku dulu pernah ikut mendirikan Ormas Laskar Merah Putih.

Sementara itu, Jumeri yang rumahnya bersebelahan dengan ‘keraton’ mengatakan bahwa, sejak dulu tidak pernah ada sejarah di Pogung ada kerajaan.

“Kami merasa sangat terganggu, karena kegiatan mereka itu tengah malam nyanyi-nyanyi sambil tepuk tangan jadi suaranya membuat warga terganggu,” jelas kakek yang sehari-hari juga Imam Masjid setempat.

Dia menambahkan, hanya ada dua warganya yang menjadi anggota KAS. (*)

 

Sumber: rmoljateng.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed