by

Kehormatan Nama & Wajah Dalam Seni Lukis Grafir Kaca Akrilik Kang Jajang

-Artikel-60 views

Inilah Garis Goresan Guratan Ilahi dalam Takdir dan Nasib

Perbincangan yang seru, sejak bersama Buang Supeno pensiunan jurnalis RRI (purna tugas 32 tahun, 29 tahun di pemberitaan dan 2 tahun di siaran red.) dengan Kang Jajang, Maestro Seni Lukis Kaca Akrilik, di Studio Kopi Mujur Boro Tawangargo Karangploso Malang Raya;

dilanjut bersama Mohammad Moe penggerak dan pencetus Hari Mata Air Dunia, 29 Juli 2019 dan setiap tahunnya pada tgl 29 Juli selanjutnya.

Garis Tangan Ilahi, Goresan Tangan Ilahi dan Guratan Tangan Ilahi, membutuhkan 3 bukti tentang garis goresan guratan sejarah yang sudah dijalani dan di perankan oleh manusia ciptaan Tuhan;

dalam 3 sosok yang sudah mengalami tahu paham ngerti perihal garis tangan, guratan tangan dan goresan tangan ilahi, di dunia seni dalam hal ini seni lukis grafir kaca akrilik Kang Jajang, yaitu 2 sosok plus satu sosok Kang Jajang sendiri adaNya.

SOSOK PERTAMA:

Tulisan catatan sejarah di garis perbatasan Negara Republik Indonesia Buang Supeno dan buku episode teori & praktek meditasi membuka tabir potensi diri, mengenal akunya aku Khairuddin Lubis.

SOSOK KEDUA :

PARAMETER Kang Jajang Sang Maestro Seni Lukis Grafis Kaca Akrilik:

menghargai penghayatan untuk mencapai titik kepuasan yang indah

Keseimbangan dan keutuhan keindahan karya dan lukisan pasti tidak bisa di capai oleh orang orang yang glewar dan lalai atas proses membuat kualitas kepuasan rasa keindahan karya dan keseimbangan prestasi maha karya sesungguhNya.

SOSOK KETIGA :

Pandangan dan Penemuan Membuka Tabir Potensi Diri Khairuddin Lubis

WAJAH dan NAMA

Secara fisik kita manusia ditandai melalui nama dan wajah. Melalui nama dan atau wajah Kita mengenali seseorang.

NAMA adalah Pemberian Tuhan melalui orangtua dan atau keluarga sebagai penanda bagi sesama dan juga bagi spirit. Nama membawa energi pengetahuan terkait tugas yang diemban dan tertulis pada perjanjian primordial awal mula Kita di ciptakan, yang tersimpan dalam JIWA KITA. Selain itu, nama juga membawa ilmu pengetahuan yang berguna untuk menyelesaikan tugas yang diemban.

Oleh sebab itu harus menjadi hal yang penting bagi kehidupan. Selalulah sebut nama atau libatkan nama Kita dan yang menurunkan Kita, nama kedua ibu ayah Kita dalam setiap aktivitas dalam doa doa sebelum aktivitas Kita lakukan.

WAJAH adalah penanda sebagai penguat nama. Secara fisik, wajah begitu penting. Melalui wajahlah Kita bisa mengenali seseorang. Melalui wajah juga Kita bisa mengenali sikap dan perbuatan seseorang. Wajah merupakan ekspresi dari seluruh apa yang dilakukan dan dirasakan dan disebut EMOSI

Dalam pandangan seni budaya spiritual, kesadaran kaweruh dan kaweruh kesadaran, nama adalah pembawa pendamping dan pembimbing secara spirit bagi sang pembawa nama.

Belajar mengenali WAJAH Kita sendiri adalah awal mengenal akunya aku. Sepintas hal ini menjadi sederhana, padahal sungguh sulit untuk mengenali WAJAH Kita. Cobalah bayangan WAJAH Kita, sungguh bujan sesuatu yang mudah. Padahal Kita paling senang melihat WAJAH Kita.

Senang melihat WAJAH sendiri adalah isyarat bahwa Kita sesungguhnya lebih senang menjadi diri Kita sendiri, walau dalam kenyataannya berbeda. Ketika Kita mampu mencintai diri Kita, Kita akan terarahkan dan tergiring untuk mampu mencintai Tuhan Kita.

Iya memang, Kita harus lebih dekat dengan NAMA dan WAJAH kita, agar menjadi lebih dekat dengan yang menciptakam Kita, Tuhan Sang Pencipta adaNya. Sungguh NAMA dan WAJAH adalah kehormatan.

Salah satu garis goresan dan guratan Ilahi ada di WAJAH dan NAMA garis gores guratanNta berupa batasan perbatasan Negara Bangsa Republik Indonesia, di liput dan ditulis catatan sejarah perjalanan Buang Supeno, yang sudah mengabdi ke negara dan bangsa RI melalui bidang kerjanya 32 tahun di RRI, Radio Republik Indonesia, 29 tahun di pemberitaan dan 2 tahun di siaran. Buah karyanya salah satunya buku Catatan Jurnalis di Malinau Kaltara, SECERCAH HARAPAN DI UJUNG NEGERI, penerbit Pilar 2019 dalam spirit pikiran, ucapan dan tindakan bersama Buang Supeno (61 thn) “Siaran pemberdayaan dan kreatifitas berupa pendidikan, pencerahan, memberi pemahaman, melibatkan khalayak ajakan bergiat dan menjadi agen perubahan, menuju 100 tahun Indonesia 1945-2045 adaNya. “

Aplikasi Garis Gores Guratan Bernama dan Berwajah serta Berjati Diri

Tuhan memberi WAJAH dan NAMA; yang di grafir dalam media kaca akriliknya oleh Kang Jajang adalah Buang Supeno, pensiunan jurnalis RRI ini sekarang tinggal di Perumahan Permata Regency, Kecamatan Ngijo, Karang Ploso Malang Raya, dari arah Tol Karang Ploso lurus keluar ke arah Kota Batu, ada di sisi kanan jalan, yang sekarang gerak garis gores guratan tangan ilahinya menjadi Ketua RT 05 di RW 12 perumahan tersebut sudah hampir sebulan lebih dan seterusnya beliau bersama para warga serta jaringan relasi berkemampuannya mengambangkan adanya;

KAMPUNG DOLANAN, untuk menyediakan ruang tumbuh kembang anak dan ruang pengembangan seni budaya peradaban menjadi manusia seutuhnya, harmonis dan selaras namun berkenan bertumbuh kreatif inovatif berbasis ilmu sains teknologi kuno modern klasik milenial, dari 4 relasi yang aplikatif, relasi dengan diri, relasi dengan Tuhan, relasi dengan sesama, relasi dengan alam sekitar hingga cakupan alam mikro kosmos makro kosmosNya.

Penulis: Guntur Bisowarno

News Feed