by

Kecelakaan Kereta Api Tabrak Mobil di Purwosari Solo

-Daerah-441 views

Wartaindonews, SOLO – Kecelakaan lalu lintas antara mobil, motor dengan kereta api terjadi di perlintasan rel Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/5/2019).

Kecelakaan terjadi pukul 19.30 WIB di perlintasan yang berada di sekitar Stasiun Purwosari. Adapun berdasarkan penuturan beberapa sumber, kecelakaan melibatkan kereta bernomor CC 2018318 dengan mobil Yaris bernomor polisi B-1992-EKZ dan empat buah sepeda motor.

“Mobil terseret 300 meteran setelah dihantam kereta api,” tuturnya sejumlah warga di lokasi. Bahkan beredar kabar jika pintu kereta api terlambat ditutup oleh petugas, sehingga sejumlah pengendara melintas.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni membenarkan kejadian tersebut, sehingga sejumlah petugas langsung ke lokasi. “Unit laka (kecelakaan) masih menangani,” tuturnya.

Kondisi saat ini lalu lintas di perlintasan rel Purwosari, Solo, hingga kini masih macet setelah sempat terjadi insiden kecelakaan antara mobil, motor, dengan kereta api.

Seperti diketahui sebelumnya, rencana pembangunan jalan layang Purwosari batal direalisasikan pemerintah pusat tahun ini.

Proyek tersebut baru akan dimulai pada tahun depan. Alasannya karena persiapan jalan layang terputus oleh pemilu 2019 dan menunggu overpass Manahan selesai, maka rencana pembangunan ditunda.

“Rencana awalnya pembangunan memang dimulai tahun ini, tapi karena persiapannya terputus Pemilu 2019 dan menunggu overpass Manahan selesai dulu, makanya dianggarkan lagi pada 2020,” kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Minggu (12/5/2019) siang.

Informasi tersebut diperoleh Wali Kota usai berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

“Pembangunan flyover Purwosari ini dianggap tidak mendesak oleh pemerintah pusat, sehingga anggarannya dipakai untuk kebutuhan lain terlebih dahulu,” katanya.

Rudi juga meyakinkan jika nantinya proyek pembangunan jalan layang itu tetap didanai APBN. Meskipun tidak mendesak namun pembangunan flyover tersebut tetap perlu.

“Kalau double track di perlintasan sebidang Purwosari sudah selesai dibangun, maka setiap lima menit akan ada kereta api (KA) lewat di perlintasan itu, kalau tidak dibangun flyover, maka kemacetan akan semakin panjang,” katanya.

 

Tribunnews

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed