by

KBP Berbagi Tips Promosi Wisata Budaya ke Mahasiswa Pariwisata UNS

-Budaya-378 views

Wartaindonews, Malang – Lagi-lagi Kampung Budaya Polowijen menjadi jujukan studi mahasiswa Jurusan Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Rombongan 60 orang pada hari Rabu sore (9/10/2019) ini bukan tanpa alasan ke KBP. Mereka ingin berbagi dan mengetahui tentang pengembangan budaya dan strategi pemasaran di KBP yang bisa menjadi paket wisata.

Di jelaskan oleh Ki Demang selaku penggagas KBP bahwa “salah satu strateginya adalah membuat jadwal rutin kegiatan dan membuat kalender event lengkap dengan hari tanggal dan jam pelaksanaan”. Brosur di rilist ke berbagai media termasuk di ikutkan promosi dalam setiap kali ada event pameran dan di sampaikan ke travel agen dan biro perjalanan. Tak lupa brosur juga di titipkan ke hotel. Kerjasama dengan ASITA dan PHRI menjadi sebuah keharusan karena kebanyakan tamu ada pada mereka.

KBP juga bekerjasama dengan semua sekolah dan Perguruan Tinggi di Malang adalah dalam rangka memberikan informasi bahwa kunjungan pelajar dan mahasiswa bisa berupa paket studi budaya serta praktek lapangan dan KKN. Tak ketinggalan KBP juga bekerjasama dengan 50 media meanstrem baik cetak maupun online guna menginformasikan kegiatan dan event sebagai salah satu cara meningkatkan budaya literasi. Sehingga KBP merasa berterimakasih selalu didatangi wartawan dan mendapatkan porsi pemberitaan yang maksimal. Disitu sesungguhnya strategi promosi yang sedang dijalankan oleh KBP.

Dalam kunjungan, mahasiswa Pariwisata UNS tidak hanya mendapatkan suguhan makan minum dan jajan khas tradisional Malang, mereka juga mendapatkan suguhan tari topeng Ragil Kuning, Grebeg Jowo, Grebeg Sabrang, Klono Swandono. Semua pengunjung juga diajak menari bersama tari Topeng Bapang Joyo Sentiko. Suasana sangat ramai dan seru karena banyak sekali mahasiswa yang baru ikut menari saat itu.

Yang menarik bukan hanya KBP yang memberikan suguhan tari topeng saja. Melainkan Intan Ayu Puspitasari tiba-tiba mengajak beberapa teman temanya juga menarikan Gambyong Pangkut tarian khas tradisional Jawa Tengah. Tak lupa dua dosen yang mengawal kunjungan ikut menari pula sehingga suasana menjadi lebih hidup. Nampaknya banyak kejutan kunjungan di KBP dimana mereka tidak hanya diskusi soal strategi promosi wisata tetapi juga saling belajar budaya etanan (Jawa Timur) dan kulonan (Jawa Tengah).

Pada kesempatan itu Sairoji, S.S., M.Sc. selaku dosen pendamping menyampaikan bahwa perlunya mahasiswa belajar ke destinasi wisata salah satunya ke KBP ini agar tahu betul bagaimana mengelola kampung wisata yang berbasis budaya. Sairoji agak terkesima ternyata pelaku wisata kampung budaya adalah warga sekitar. Secara spontan mereka nampaknya sudah terbiasa terlibat dalam aktivitas wisata dan budaya. “Saya kira ini best practice yang bisa di terapkan di banyak desa atau kampung wisata dan kami bisa ikutkan magang atau KKN mahasiswa di KBP” imbuhnya.

Disesi paling akhir yang tak kalah seru adalah semua pengujung juga ikut mewarnai topeng yang terbuat dari gerabah. KBP mengundang secara langsung Hariyono Ketua Pokdarwis Kampung Gerabah Penanggungan untuk menyampaikan materi tentang teknik membuat gerabah dan mewarnai topeng gerabah. “Kita ini kolaborasi antara4″ KBP dan KGP untuk sama-sama mengedukasi pengunjung bahwa kunjungan dimasing-masing kampung tematik di Kota Malang ini bisa saling diisi dengan produk kampung lain”.

Disela sela mahasiswa UNS menyelesaikan tugasnya mewarnai topeng suasana tetap seru sampai menjelang magrib. Mereka semuan pengujung dan warga diiringi dengan alunan lagu dan musik perkusi kulintang. Satu persatu pengunjung requets dan menyumbangkan lagu serta berjoget ria bersama. Mungkin karena mereka berasal dari Solo maka lagu-lagu yang dinyanyikan tidak jauh dari campursari Didi Kempot yang suasananya menjadi makin ambyarrr. (Ki Demang)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed