by

KASANAH TRADISI TUMPENGAN DI TUGU PROKLAMASI 28/10/2022

-Artikel-94 views

GANJARIST DAN SRIKANDI GANJARIST (SRIGAN ) Setelah acara di Tugu Proklamasi melanjutkan acara DOA TUMPENGAN Untuk HUT GANJAR PRANOWO, 54 Tahun
Di Motulas Jakarta 28/10/2022.

Cita Cita Rancangan Agung adanya di Proklamasi

TUGU PROKLAMASI adalah TANDA RANCANGAN AGUNG di dalam PROKLAMASI 17/08/1945.

Implementasi dari laku Lampah rancangan agung adalah perjalanan Spirit Pancasilakrama, yang meliputi semua keberagaman agama dan aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mampu diejawantahkan dan diwujudkan sesuai keyakinanan masing masing agamanya, maka doa bersama yang dipanjatkan mewakili keaneka ragaman universal berdasarkan dan mengacu pada beberapa rujukan yang mendasari.

Rujukan Kita Pertama adalah :

Dari Alkitab dengan Ayat Yeremia 29:11 yang berbunyi: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”
Esensi Tumpeng Pertama punya makna kearifan lokal
TUMPENG adalah TUMURUT PENGERAN artinya Ikut patuh taat takwa kepada Tuhan Yang Satu, Tuhan Yang Esa, Tuhan Yang Meliputi Semua yang ada dan ada di dalam semua yang ada.

Makanya dalam setiap acara berbasis Seni Budaya Adat Tradisi Nusantara Indonesia Raya, dapat menjelaskan gambaran mengenai rancangan Agung Tuhan Yang Maha Esa terkait dengan SabdaNya di bawah ini :

Ayat Yeremia 29:11 yang berbunyi: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.
Esensi Keduanya
TUMPENG adalah TUMURUT PENGHARAPAN setiap orang beriman yang percaya pada Sabda FirmanNya, sebagaimana yang sudah di Sabdakan olehNya di bawah ini :
Ayat Yeremia 29:11 yang berbunyi: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Sehingga dalam Ritual Spiritual dan Upacara Doa serta Selamatan berbasis Seni Budaya Adat Tradisi yang menggunakan TUMPENG juga terkait dengan apa yang disabdakanNya dan difirmankanNya.

Dalam hal ini semua
relawan GANJARIST dan SRIKANDI GANJARIST(SRIGAN) meletakkan Himpunan Doa mengarah untuk masa depan rakyat dan bangsa Negara kesatuan republik Indonesia dibawah kepemimpinan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden RI 2024.

Esensi Tumpeng Ketiga adalah :
TUMPENG adalah TUMURUNE PENGHARAPAN yang sudah di sabdakanNya dan difirmankanNya di dalam NAS dan Kandungan dari seluruh aspek serta dampak infrastruktur sistem turunnya temurunnya, yaitu Dawuh Titah Pulung Wahyu Kepemimpinan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, yaitu Kepada Calon Presiden RI 2024: GANJAR PRANOWO, sosok yang didoakan

TUMURUNNYA PENGHARAPAN adalah TURUNNYA RANCANGAN AGUNG atas GANJAR PRANOWO yang punya POTENSI dan Jejak Rekam untuk menerima WAHYU PULUNG TITAH DAWUH atas Kepemimpinnya menjadi Presiden RI 2024 beserta Wahyu Pulung Dawuh Titah untuk seluruh rakyat Indonesia untuk menerima perwujudan wahyu sabda firmanNya tersebut berupa Masa Depan Penuh Harapan dan Kegemilangan yang direstuiNya serta dikehendakiNya.

Rujukan Kedua : Dari Weda.

Ajaran Weda Tentang Makanan dan Minuman.

Annam na nindyat tad vratam prano va annam sariramannadam
Prane sariram pratisthitam sariram pranam pratisthitah tad etannamanne pratisthitam
Sa ya etad annamanne pratisthitam veda pratitisthati annavanannado bhavati
Mahan bhavati prajaya pasubhir brahmavarca-sena Mahan kirtya
(Taittiriya Upanisad, bhrguvalli, Anuvak 7.1)

“Jangan pemah menunjukkan rasa tidak hormat pada makanan. Makanan adalah sumpah suci agama.

Sesungguhnya nafas hidup adalah makanan, sedangkan badan jasmani merupakan pemakan dari makanan. Badan jasmani berada ajeg dalam napas hidup, dan napas hidup berada ajeg dalam badan jasmani. Makanan berada ajeg pada makanan. Ketika orang menyadari hal mi, bahwa makanan berada ajeg dalam makanan, maka ia berada mantap di jalan spiritual. Dia menjadi pemilik makanan dan menjadi orang yang merasakan rasa sejati makanan. Dia menjadi muha oleh keturunan, ternak, oleh kemuhaan Brahman, dan ia menjadi terkenal karena hakikatnya.”

Rujukan Ketiga : adalah Al Quran yaitu :

Janji-janji yang diberikan bagi mereka yang beriman yang tidak terhitung jumlahnya dalam kitab suci Al Quran adanya karena amat banyak.

Adapun janji-janji di dunia dan akhirat yang disebut secara terang-terangan (eksplisit), setidak-tidaknya ada sembilan macam. Berikut ini adalah sepuluh janji di dunia itu.

1. Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT, “… Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Ruum: 47).

2. Diberikan advokasi atau pembelaan (ad-difa’). Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang ber­iman…” (QS. Al-Hajj:38).

3. Mendapatkan perlindungan kasih sayang (Al-wilayah). Allah SWT berfirman, ”Allah Pelindung orang-orang yang beriman…. ”(QS. Al-Baqarah: 257).

4. Ditunjukkan kepada jalan yang benar (Al-hidayah). Didasarkan firman Allah SWT, ”… Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ” (QS. Al-Hajj: 54).

5. Diberikan kekuasaan di dunia dan diberikan kemapanan dalam segala bidang. Allah SWT berfirman, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nuur; 55).

6. Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raaf: 96).

7. Kemuliaan dan kejayaan (Al-izzah). Allah SWT berfirman, ”Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang berinar (mukmin).” (QS. Al-Munafiquun: 8).

8. Kehidupan yang baik (al-hayah ath-thayyibah) Allah SWT berfirman,”Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An- Nahl: 97).

9. Diberikan kemenangan (Al-fAth). Allah SWT berfirman, ”Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenang­an (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya..” (QS. Al-Maa’idah: 52).

Catatan : Ayat Ayat tersebut sudah Kita konfirmasikan kepada Gus Endro.SM.Diponegoro sebagai Pengurus JATMAN singkatan dari Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thariqah Al Mu’tabarah yang menjadi Badan Otonom Organisasi Nahdlatul ‘Ulama dan merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam ala Ahlussunah Wal Jamaah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafusshalihin yang bersumber dari Rasulullah Saw, Malaikat Jibril As dan petunjuk Allah Swt dengan sanad yang muttasil.

Demikianlah Penjelasannya berbasis Laku Lampah Spirit Pancasilakrama adanya.

Penulis: Biyung AR

Editor : Guntur Bisowarno

Kontributor