by

Kabupaten Batang Belum Penuhi Target ODF

Wartaindonews, Batang – Masih banyak dan sangat memprihatinkan pola hidup sebagian warga masyarakat di Kabupaten Batang yang masih membuang kotorannya di kali, dan juga memang kehidupan mereka kurang beruntung. Dan ini menjadi Keprihatinan Bupati Batang Wihaji.

Kabupaten Batang ini terdiri dari 15 Kecataman dan kurang lebih ada 248 desa, dari catatan yang ada kurang lebih ada 34 ribu jamban yang harus di penuhi biar terpenuhinya target ODF (Open Defecation Free) atau daerah yang belum terbebas buang air besar sembarangan.

Perilaku hidup masyarakat yang membuang kotoran sembarangan tersebut menjadi keprihatinan Pemkab, karena akan berdampak pada terjangkitnya wabah penyakit yang menular pada manusia.

Bupati Batang Wihaji dalam pertemuan di Aula Kantor Bupati Senin, (21/10/2019) mengatakan, Melalui kegiatan ini, Saya meminta agar Batang bebas ODF di awal tahun 2020. Maka kami meminta, anggaran Pemkab dan dana desa bisa dialokasikan sebagian untuk membangun jambanisasi bagi warga yang belum memiliki jamban.

“Setelah memprioritaskan infrastruktur dan layanan publik sudah selesai, maka alokasikan untuk jamban karena kita masih kekurangan 34 ribu jamban se Kabupaten Batang,” Bebernya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Hidayah Basbhet mengatakan, di Kabupaten Batang ini angka stunting pada kisaran 25 persen, penyebabnya salah satunya adalah pola makan, pola asuh pengaruh gizi serta perihal sanitasi.

“Ternyata sanitiasi salah satu penyebab Stunting, saya berharap Kepala Desa, Puskesmas dan Camat semua turun membantu membangun jamban agar kita bebas ODF, apabila sudah terbebas dari ODF akan berpengaruh pada manusia itu sendiri yang akan terhindar dari semua penyakit seperti diare, hepatitis dan lainnya”, kata Kadinkes Kab.Batang.

Bahwa warga masyarakat di Kabupaten Batang yang sudah memiliki jamban kurang lebih 84 persen, dan masih ada 16 persen lagi yang tersebar di semua pelosok desa yang ada di Kabupaten Batang.

”Bupati Wihaji diharapkan dapat menyelesaikan pembangunan jambanisasi melalui program dana desa, karena kita di targetkan bebas ODF pada tahun 2019,” pungkasnya. (hms)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed