by

Jaring Pengaman Social Sebagai Penguatan Economi Di Masa Pandemi Covid-19

Wartaindonews, Malang – Saat ini semua negara di dunia rata rata sedang menghadapi Covid 19. Dampak wabah yang di tetapkan oleh WHO sebagai wabah pandemi global telah memporakporandakan perekonomian dunia tak terkecuali Indonesia. Anjuran stay at home, belajar, bekerja dan beribadah di rumah benar benar menjadi pilihan. Selain himbauan melaksanakan protockol kesehatan dengan cuci tangan, pakai masker dan phisycal distancing benar benar harus dilaksanakan untuk mencegah penyebaran covid 19.

Hampir seluruh sektor perekonomian terpukul oleh kejadian wabah ini dan ingin segera bangkit sehinga banyak di manfaatkan kalangan untuk diskusi dan menyeminarkan masalah ini. Tak terkecuali Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Malang bekerjasama dengan INSPIRE Media yang di suport oleh Bank Indonesia Malang menyelenggarakan seminar online Strategi Penguatan Ekonomi di masa Covid 19

Seminar webinar series ini mendatangkan narasuber Prof. Ahmad Erani Yustika, Ph.D dosen FEB UB dan pernah menjadi Staf Presiden RI Bidang Ekonomi dan Desa, Dr. Ferry Irawan, SE, ME, Asisten Deputi Ekonomi Daerah dan Sektor Riil Kemeterian Koordinator Bidang Perekonomian, Yatimul Ainun Pimpinan Redaksi Times Indonesia dan Dr.rer.pol. Wildan Syafitri, SE, ME, kepala jurusan Ilmu Ekonomi FEB UM diikuti oleh 420 peserta Seminar Penguatan Ekonomi di masa Pandemi Covid 19.

Acara terselenggara berkat kerjasama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Malang dengan INSPIRE Media yang di suport oleh Bank Indonesia Malang yang diselenggarakan hari Jumat, tanggal 15 Mei 2020 jam 14.00-16.00 WIB dengan moderator Dr. Ana Sopanah, SE, M.Si, Ak., CA, CMA, CIBA Dekan FE Universitas Widyagama Malang. Rata rata peserta di hadiri oleh perwakilan Pemda Jawa Timur, Sumatra Kalimantan Sulawesi, Papua dan NTT yang di buak langsung Dr.rer.pol. Wildan Syafitri, SE, ME, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Malang.

Disampaikan oleh Wildan Syafitri, “bahwa Indonesia saat ini masih berjuang menangulangi wabah Covid 19 dengan focus utama kesehatan pencegahan penularan dan jaringan pengaman sosial”. Sementara di beberapa negara lain menunjukan angka penurunan kasus dan di beberapa negara asia tenggara sudah masuk pada tahap recovery. Dampak Pandemic Covid 19 luar biasa berpengaruh terhadap meningkatnya pengangguran, penurunan tenaga kerja, konsumsi dan daya beli masyarakat rendah, menurunnya neraca perdagangan, investasi dan nilai tukar rupiah menurun, Ungkapnya saat meberikan sambutan pembuka.

Sementara itu Ferry Irawan, menyampaikan “Kebijakan pemerintah dalam upaya memitigasi dampak Pandemi Covid-19 terbagi dalam 4 jaring pengaman dan itu sekarang yang sudah jalan”. Anatar lain Jaring Pengaman Kesehatan, Jaring Pengaman Sosial, Jaring Pengaman Ekonomi, dan Pemulihan Ekonomi Nasional dengan Total tambahan Belanja dan Pembiayaan APBN 2020 sebesar Rp 405.1 Triliun melalui insentif fiskal (peniadaan pungutan pajak penghasilan & pajak barang impor), pengurangan pajak badan dan percepatan restitusi PPN, insentif non-fiskal (penyederhanaan dan percepatan proses exim), relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), kebijakan Bank Indonesia, kebijakan OJK dan Pasar Modal.

Ferry menambahkan kebijakan pemerintah dalam merpercepat pemulihan ekonomi dilakukan Program Stimulus Ekonomi untuk UMKM dan Koperasi meliputi Program bantuan Subsidi Bunga dan Penjaminan Rekap , Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Pembiayaan untuk BPR, PNM dan Pegadaian, Pajak UMKM tidak dipungut (menjadi 0%) selama periode 6 bulan: dan Pemanfaatan Warung. Sementara yatimul Ainun menyampaikan bahwa pemerintah perlu membuat kebijakan dan strategi saat ini dalam hal ketahanan pangan. Tujuannya untuk menjamin ketersediaan pangan yang adil dan merata di tingkat masyarakat, rumahtangga dan perseorangan sesuai dengan daya beli dan terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat. Bahwa bantuan-bantuan melalui jaring pengaman sosial yang di berikan harus tepat sasaran

Pada kesempayan itu Erani Yustika menyampiakn bahwa Wabah Covid-19 mesti dipakai sebagai momentum mengubah haluan pembangunan. Bagi Indonesia, ini waktu tepat mengoreksi tiga perkara pokok pembangunan, yaitu pemerataan, imperatif moral, dan daya dukung lingkungan. Yang terpenting menurut Erani “saat ini untuk menggerakkan ekonomi bisa dimunculkan tindakan sosial (social Colective) dengan menghidupkan social capital baik di kota dan pedesaan, ini benih bagus untuk percepatan pemulihan ekonomi dampak covid 19”.

Saat pandemi begini kata Erani, akan muncul peran peran kelompok tertentu untuk melakukan rebutan sumberdaya (redistributive combaine). Kekhawatiran terhadap kelompok tertentu dalam mendistribusikan bantuan dapat menimbulkan rent seeking behavior. Dan yang perlu di cermati justru perilaku aparat pemerintah saat memberikan bantuan mengharapkan ”imbalan” atas kebijakan yang dikeluarkannya disebut perilaku perburuan rente (rent seeking behaviour). Oleh karena itu perlu pengawasan masyarakat secara luar. Pemerintah hendaknya fokus mulai memikirkan bentuk bentuk recovery dan strategi strategi taktis dan riil guna kebangkitan ekonomi pasca covid.
(Ki Demang)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed