by

Himpsi Malang dan Rotary Club Batu Tangani 430 Anak Korban Bencana Angin

Wartaindonews, Malang – HIMPSI Malang dan Rotary Club kembali bekerjasama dalam kegiatan Dukungan psikologis bagi anak-anak korban bencana angin di kota Batu. Anna Satriana S.SOS MAP, Presiden Rotary Club Kota Batu merasa perlu bersinaergi dengan banyak pihak salah satunya Himpsi Malang untuk menangani trauma pasca bencana

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan psikologis para korban bencana angin di kota Batu beberapa pekan lalu, HIMPSI Malang dan Rotary Club Kota Batu sudah terlibat memberikan bantuan berupa dukungan psikologis salah satunya kepada anak anak & orang lansia di Pos Pengungsian. Saat ini para korban sudah kembali ke rumah masing-masing dan sudah beraktifitas kembali.

Kata Anna, selain dukungan Psikologis yang ditangani Himpsi Malang dari pihak Rotary Club Kota Batu memberikan bantuan alat peraga dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana. “Kami memberikan buku, boneka serta makanan sebagai bentuk tali asih selain mensuport ragam mac bentuk recovery” Katanya. Selain itu Rotary Club Batu bersama dengan pihak lain mengumpulkan baran untuk di saluekam kepada korban.

Kehadian pada tanggal 30 dan 31 oktober 2019 Rotary club bersama dengan Himpsi Malang kemarim menerjunkan 10 volunteer untuk melakukan kegiatan pendampingan pada siswa-siswa di SDN Tulungrejo 3 yang terletak di wilayah terdampak bencana yaitu sumber brantas.

Adapun total jumlah keselurahan siswa yaitu 430 yang terbagi menjadi 13 kelas. Bangunan sekolah nampak sedang berbenah dibeberapa bagiannya, namun itu tidak menyurutkan semangat para siswa kembali ke sekolah. Sudah sejak 3 hari ini para siswa mulai aktif mengikuti kegiatan belajar.

Ratih Damayanti Koordinator lapangan dari Himpsi Malang menyampaikan bahwa “Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini diberi judul Mental Health and Psycho Social Support dan dikemas oleh para psikolog dengan masuk kelas dan mengajak para siswa berkegiatan positif secara menarik dan menyenangkan”. Antusiasme dari para siswa muncul ketika ice breaking diberikan.

Tampak para siswa bersemangat dan saling berinteraksi satu sama lain, dilanjutkan dengan memberikan edukasi terkait penanganan pertama pada bencana angin yang di kemas dalam bentuk permainan yaitu beberapa siswa disetting untuk memerankan menjadi Pohon, angin, serta manusia dan bangunan. Disini para siswa diajarkan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana datang.

Kemudian menggambar cita-cita disini siswa-siswi di minta untuk menuangkan cita-citanya dalam bentuk gambar dan menceritakan alasannya dan hal-hal yang menarik dalam kesehariannya. Disini volunteer pun melakukan observasi dan asessmen dan hasilnya tidak ditemukan adanya trauma pada para siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar karena adanya sinergisitas yang baik antara tim pelaksana, tim penyelenggara dan dilengkapi oleh antusias yang tinggi dari para siswa.

” Media permainan hingga saat ini memang cukup efektif untuk anak-anak mengungkapkan perasaannya, karena diusia tersebut mereka belum dapat memahami perasaan-perasaan yang dirasa mengganggu secara konkret maupun mengungkapkannya dengan kata-kata” ungkap Ratih Damayanti.

Himpsi Malang sendiri sudah seringkali terlibat dalam kegiatan serupa sesuai dengan kebutuhan yang ada dimasyarakat semata2 demi mengedepankan terciptanya kondisi mental masyarakat yang sehat.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi awal penyemangat siswa siswi SDN Tulungrejo 3 supaya lebih bersemangat kembali kesekolah dan melanjutkan rutinitas belajar yang sempat tertunda pun bermain secara normal kembali. (Ki Demang)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed