by

HIMPSI Malang Beri Dukungan Psikologi Korban Bencana Angin Topan di Kota Batu

Wartaindonews, Malang – 12 orang anggota Himpunan Psikologi Malang selasa 22 Oktober 2019 kemarin datang ke pos pengungsian korban bencana badai topan yang melanda di kota Batu pada hari minggu lalu. Mereka memberikan dukungan psikologis terhadap pengungsi

Ada 3 titik pengungsi yang didatangi yakni, Rumah Dinas Wali Kota Batu ada sebanyak 96 pengungsi dewasa dan anak – anak, Balai Desa Punten sebanyak 339 pengungsi yang terdiri dari dewasa, anak – anak dan lansia, dan Balai Desa Tulung Rejo sebanyak 13 yang terdiri dari sewasa, lansia dan anak- anak. Sementara pengungsi lain diPokso BPBD sebanyak 580 dan di SDpunten 1 sebanyak 200 orang

Menurut keterangan Ani Mualimah Solihan Psikolog Pengurus Himpsi Malang selaku Koordinator lapangan memberikan keterangan bahwa para relawan dari Himpsi Malang memberikan latihan relaksasi untuk mengatasi perasaan dan rasa tidak nyaman di tubuh yang sebenarnya wajar dialami para penyintas. Beberapa rasa tidak nyaman yang muncul dan teridentifikasi oleh Himpsi Malang adalah rasa sedih, khawatir, takut, mimpi buruk, merasa bersalah, sulit tidur, rasa nyeri di tubuh dan Pusing kepala,

Oleh karenanya Himpsi Malang memberikan latihan relaksasi otot progresif dan relaksasi pernafasan, serta memperluas penerimaan diri dengan menyadari bahwa bencana memang ada, mereka alami dan ada beberapa dampak buruknya. “ Diharapkan dengan menyadari adanya bencana dan rasa perasaan tidak nyaman serta sensasi tubuh yang di rasakan penyintas akan mempercepat penerimaan diri “ Ungka Ani Mualimah.

Selain itu untuk mempercepat pula resiliensi muncul. Karena di sisi lain setiap orang secara alamiah memiliki resiliensi. Para relawan dari Himpsi Malang juga mengajak penyintas untuk bergerak dengan melakukan joged gembira. Dengan bergerak tubuh menjadi lebih fleksibel, aliran darah lancar agar stresspun akan berkurang.

Sementara itu Dini L Nafiati salah satu Ketua Bidang Himpsi Malang yang secara khusus mengkoordinir para psikolog mengajarkan cara singkat bagaimana memunculkan rasa bahagia yaitu dengan tersenyum. Pada saat tersenyum otot2 wajah akan menggerakkan saraf yg akan mengirim signal ke otak untuk mengucurkan hormon bahagia.

Hal lain yg juga dilatihkan Himpsi Malang adalah terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Tehnique) yakni tehnik pemberdayaan spiritual dengan menyelaraskan sistem energi tubuh untuk mengatasi masalah fisik dan emosional seperti kecemasan, ketakutan, khwatiran dan stress. Dengan teknik mengetuk titik-titik meridian pada tubuh tertentu secara teratur untuk meredakan ketegangan.

Dini juga menyampaikan Untuk anak – anak, diajak bermain dan bernyanyi. Kemudian, menggambar HTP di kertas HVS.

“Dari hasil gambar HTP dan wawancara, kami menemukan bahwa ada beberapa anak yg mengalami trauma dgn peristiwa angin kencang tersebut”. Setelah menggambar yang didampingi oleh anggota Himpsi malang.

Anak dari penyintas melanjutkan menggambar bebas di buku gambar yag telah disediakan oleh pihak polresta Malang dan Dari Rotary yang juga telah menyiapkan paket menggambar dan mewarnai yang dipandu langsung oleh Kak Sinyo. Diharapkan kegiatan dukungan Psikologi ini dapat membantu meringankan beban psikologi bagi penyintas konban bencana angin topan dan berharap bisa segera kembali kerumah masih-masing setelah di renovasi. (Ki Demang)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed