by

Goa Kiskendo Ada di Kulon Progo

Wartaindonews, Kulon Progo – Goa Kiskendo, identik dengan kisah pewayangan Ramayana, dimana Subali dan Sugriwa berhasil mengalahkan penculik Dewi Tara, yaitu Mahesa Sura dan Lembu Sura dari Istana Suroloyo, Istana Kahyangan para dewa, pimpinan Bethoro Guru.

Serta lobang di bagian atas GOA KISKENDA, jalur lewatnya Subali keluar dari Goa Kiskenda, yang ditutup saudaranya Sugriwa, yang dianggap Subali sudah meninggal dalam pertempuran ada di Goa tersebut.

Para Pengunjung bisa asyiikk (gayeng) mendengar kisah ini, karena ada pemandu yang piawai dalam menceritakan tentang Sugriwo – Subali dalam pertempurannya di Goa Kiskendo, namanya Mas Yusuf Kleco dan Mas Suhendri, yang sudah terlatih dan terus mengasah diri dalam mendalami potensi nilai budaya seni edukasi dari kisah gua ini, serta hikmah dan hikmat terkait, pada kedalaman pertempuran dan pergumulan Sugriwa dan Subali dalam menunaikan dharma utama hidupnya, dan tahapan perjalanan menemukan jati dirinya mereka masing masing di Goa Kiskendo.

Menurut Yusuf Kleco, awal Kisah Goa Kiskendo di Bukit Menoreh Kulon Progo, di awali mimpi Raja Goa Kiskendo Maheso Suro memperistri Dewi Toro ( Bidadari Kayangan) kemudian mengutus adiknya Lembu Suro melamar ke kayangan Suroloyo, tetapi lamaran di tolak oleh Batara Guru ( Dewa Siwa) Lembu Suro kemudian kembali ke Kraton Goa Kiskendo, menyampaikan kalau lamarannya di tolak.

Mendengar itu Maheso Suro marah besar dan menyerang Kayangan Suroloyo [ada Puncak Suroloyo di Bukit Menoreh Kulon Progo], para dewa tidak mampu menandingi kesaktian Maheso Suro dan Lembu Suro, dan akhirnya Bidadari Dewi Toro berhasil di bawa ke Kraton Goa Kiskendo.

Kemudian para Dewa Minta bantuan Guaso dan Guarsi yang lebih di kenal dengan nama asma Subali dan Sugriwa untuk menyelamatkan Dewi Toro, dan menyatakan “bagi siapa yang bisa menolong Dewi Toro di kasih hadiah bakal dinikahkan dengan Dewi Toro.

Kemudian Subali dan Sugriwo berangkat ke Goa Kiskendo, sampai di pintu Goa, Subali meminta agar Sugriwo menjaga di depan Goa dan Subali yang masuk Goa untuk melawan Maheso Suro dan Lembu Suro.

Subali masuk Goa untuk mengambil Dewi Toro untuk diselamatkan dulu keluar dari Goa dengan membawa Dewi Toro dan meminta Sugriwo untuk menjaganya. Subali kembali masuk Goa untuk melawan Maheso Suro dan Lembu Suro.

Sebelum masuk Goa, Subali berpesan apabila air sungai yang keluar dari Goa berwarna merah berarti Maheso Suro dan Lembu Suro yang mati akan tetapi apabila berwarna putih berarti Subali yang mati.

Di dalam Goa Kiskendo, Subali berperang melawan Raja Maheso Suro dan Patih Lembu Suro, akan tetapi jika Maheso Suro mati dilompati Lembu Suro bisa hidup kembali dan jika Lembu Suro mati dilompati Maheso Suro bisa hidup kembali, lalu Subali akhirnya menemukan cara dengan mengadu kumbo kepala Maheso Suro dan Lembu Suro hingga keduanya mati, bersama pecahnya kedua kepala Mahesa Suro Lembu Suro, yang membuat darah bercampur dengan cairan otak dan menyebabkan air sungai yang keluar dari dalam Goa berwarna merah dan putih.

Sugriwa yang di luar Goa mengira Subali dan Maheso Suro serta Lembu Suro mati semua di dalam Goa kemudian Sugriwo menutup Goa dengan batu dan kembali ke kayangan Suroloyo dengan membawa Dewi Toro dan dinikahkan sesuai janji para dewa dan dewa Siwa pada mereka berdua.

Sementara itu Subali masih tertutup di dalam Goa Kiskendo, dengan kesaktiannya Subali bisa keluar dengan menjebol langit-langit Goa Kiskendo dan menyusul Sugriwo ke Kayangan Suroloyo, sesampainya di Kayangan melihat adiknya Sugriwo sudah bersanding dengan Dewi Toro, padahal sebenarnya Subali lah yang menyelamatkan Dewi Toro, karena Sugriwo bilang pada para Dewa, bahwa Subali mati di dalam Goa, maka Dewi Toro dihadiahkan pada Sugriwo.

Itulah awal permusuhan kedua kakak beradik Subali dan Sugriwo yang sebelumnya mereka saling menjaga dan melindungi, sejak saat itu mereka menjadi musuh bebuyutan hanya karena Wanita cantik Bidadari Dewi Toro.

Setelah Para Dewa mengetahui kalau sebenarnya yang menyelamatkan Dewi Toro adalah Subali, akirnya para Dewa memutuskan menghadiahkan Dewi Toro pada Subali dan menikahkannya serta menjadikan Subali sebagai
Raja Goa Kiskendo dan Dewi Toro sebagai permaesurinya. Sugriwo tidak menerima keputusan itu dan berniat merebut Dewi Toro dari tangan Subali.

Kemudian Sugriwo minta bantuan Prabu Rama Wijaya, dengan dalih seolah-olah Subali yang merebut Dewi Toro dari Sugriwo, pada akhirnya Subali terbunuh oleh senjata panah Prabu Romo Wijoyo, dan Sugriwo berhasil mendapatkan Dewi Toro dan menjadi Raja Goa Kiskendo.

Demikian kisah legenda Goa Kiskendo tempat Sugriwo-Subali bertarung dengan Lembu Suro dan Maheso Suro untuk merebut Dewi Toro.

Goa Kiskendo yang terletak di Ds.Jatimulyo, Girimulyo, Kab.Kulon Progo, kemarin baru diadakan Menoreh Tourism Festival 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo.

Hadir dalam acara “Menoreh Tourism Festival” di GOA KISKENDO, bersama Ibu Niken Laras-Dinas Pariwisata Kulon Progo, Bapak Suwardi- Ketua HPI Kulon Progo dan Dinas-dinas terkait.

Setelah sambutan Ibu Niken Laras, pengunjung dihibur kesenian tradisional Jathilan dan Reog Soreng.
Jumlah peserta +/- 500 orang plus anak-anak.

Kulon Progo, memang cocok untuk tempat wisata bersama keluarga, di perbukitan Menoreh menawarkan banyak tempat wisata, seperti Panorama Alam yang indah, Sejarah, Budaya, Situs- situs Sejarah,
Goa, Curug, dan juga Pantai. (Ki Guntur Bisowarno/Yusuf Kleco)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed