by

Gastronomi Keluwih Bersama Meditasi Kemuning Kebun KUNTI KERTOSARI

-Artikel-80 views

Kita menemukan METODE KEMUNING dalam upaya lebih MENGERTI perihal Pohon, Buah dan Bunga KELUWIH di Kebun KUNTI KERTOSARI Purwosari Purworejo Pasuruan Jawa Timur Indonesia.

Gastronomi adalah pengalaman dan penjelasan makanan berbasis budaya ( Galeri Dharma Arjuna 2022).

Gastronomi Berbasis Budaya Nusantara telah berhasil membawa Kita untuk semakin memahami :

Seberapa sadar kita dan manusia pengaruh tanaman dan tata tanaman dalam pada pola pikir hingga pola budaya peradaban termasuk di dalam pola keberiman serta pola hidup kehidupan manusia di muka bhumi terlebih di dalam diri kita, relasi ini dalam diri ini semakin bertumbuh dan bertambah menguat sejak berdirinya TAMAN KUNTI KITA bulan Februari 2021 hingga sekarang bulan November 2022.

Pentingnya Memahami Perbedaan Fisik ini

Secara penampilan Pohon Sukun dan Pohon Keluwih bisa nampak mirip.

Perbedaan Sukun dan Kluwih

Jika dilihat sepintas, bentuk buahnya sama. Yaitu, bulat lonjong dan berwana hijau atau hijau kekuningan. Terlebih jika melihat pohonnya, nyaris persis. Namun jika ingin melihat perbedaannya, lihatlah tekstur kulit buahnya. Buah Sukun mempunyai tekstur kulit yang agak kasar saat buahnya masih mentah dan bertekstur lembut saat buahnya sudah matang.

Sedangkan buah kluwih memiliki tekstur kulit buah yang berduri. Seperti kulit buah durian yang belum matang.

Kemudian, perhatikan daging buahnya. Saat Anda membelah buah sukun, akan nampak daging buah berwarna putih dengan tebal kurang lebih 7 cm. Full daging buah, tanpa biji.

Sedangkan ketika Anda membelah buah kluwih, maka dagingnya akan memperlihatkan biji-bijinya.

Kemuning adalah Jalan Meditasi

Kemuning sebagai Jalan Meditasi untuk memperoleh pemahaman yang dituju secara paripurna.

Kemuning itu Ketemu Uning, Uning dalam bahasa jawa kuno artinya memahami.

KEMUNING, MUNING dan M-Uning bisa di kembangkan menjadi MERSUDI Uning, artinya mencari tepatnya tindakan dan ucapan dengan pikiran yang sampai pada keheningan yang uning, keheningan pikiran yang sungguh sungguh mampu mencapai apa yang sedang dituju, dengan memperoleh pikiran yang tepat dalam memahaminya.

Bunga Pohon Keluwih oleh Leluhur Jawa disebut Mustaka

Dengan ketangkasan dan logika laku lampah seni sains fisik dan sains spiritualnya Put Petani Organik Terpadu Kertosari, sejak tahun 2021 sudah membagikan kepada Kita, pengalamannya mengalami keluwihan daya spiritual bunga keluwih yang bernama MUSTAKA untuk di bakar seperti menyerupai DUPA, DUPA adalah sarana leluhur untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan membangun kontak komunikasi rasa dengan para jiwa murni mulia para ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Mulia adaNya.

Jadilah KITA menyadari dan mengerti terminologi MUSTAKAMU dan MUSTIKAMU, yaitu keberimanan Kita kepada Tuhan Yang Maha Esa yang meliputi semua yang ada dan ada di semua yang ada beserta segenap kesadaran diri perihal akunya aku, Tuhan dan hubungan Tuhan dengan segenap ciptaanNya, khususnya manusia.

Itulah Kegunaan dan Kebermanfaatan Metode KEMUNING dalam telaah KELUWIH.

Dengan Metode KEMUNING Kita bisa memperoleh informasi dari Kawasan Pulau Sumatera, khususnya di Sumatera Barat ,”ada pohon durian yang bernama DURIAN TAKA, yang umurnya bisa 500 tahun dan lebar lingkaran batangnya, bisa sebar 5 orang bergandengan tangan,” demikianlah penjelasan Jon Muller putera daerah Sumatera Barat asli.

Memahami Pertautan Keluwihan bersama Tetangga Keluarga Pohon

Kelebihan atawa Keluwihan Pohon Kemuning sudah Kita Tulis (3/11/2022) di media Wartaindo.news, sekarang Keluwihan Pohon Keluwih bersama 2 Pohon Tetangganya.

Disebut DURIAN TAKA karena awal mula penemu dan pengembang dari Durian Lokal Sumatera Barat ini dari Keluarga TAKA, sama di Kebun KUNTI KERTOSARI, Keluarga Pohon Keluwih selain mempunyai tetangga Keluarga Pohon Kemuning juga ada Keluarga Pohon Durian Lokal di lembah Gunung Arjuno Kabupaten Pasuruan Jawa Timur ini.

“Keluarga DURIAN TAKA dan ada kemungkinan semua durian sangat peka terhadap getaran gempa, yang dapat mempengaruhi kualitas bunga dan buahnya, yaitu menjadi buah durian yang tidak enak, karena stress selama berbunga kesetrum getaran gempa yang radiusnya dari puluhan hingga ratusan kilometer dari durian yang bersangkutan, “demikian ulas Jon Muller Petani Durian TAKA Sumatera Barat.

Memahami Budaya Peradaban Keluarga Berbasis Buah Keluwih

Di Seni Budaya Adat Tradisi Jawa, Buah Keluwih menjadi salah satu simbol dan alat dalam upacara pernikahan, untuk upaya kedua mempelai bisa memperoleh keluwihan kelebihan rejeki, ilmu, amal, kesadaran, keberuntungan, anak dan kedudukan, serta jaringan kekeluargaan perkawanan yang memiliki keluwihan atawa kelebihan dalam menjalani hidup kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Tak lupa kelebihan atawa keluwihannya, semua adalah milik Tuhan dan berasal dari Tuhan serta bisa setiap waktu bakal kembali padaNya dalam wujud rupa dzat dasar alam semestaNya.

Dan seyogyanya tidak kelu keluh saat mendapatkan kelebihan atawa keluwihan dari Tuhan.

Penulis & Aplikator : Guntur Bisowarno

Kontributor