by

Garuda Sakti 101 WAYANG MILEHNIUM WE Ki Mujar Sangkerta 10/01/2022

-Artikel-374 views

Selama proses penulisan dan penuangan tulisan yang penuhLisan serta penuhLesan ini, langit gemeleduk bertalu talu, gledek dan kilat bersahut sahutan, sambaran kilatan peter di angkasa di sertai hujan deras di langit angkasa bioregion kawasan Purwosari Pasuruan Jawa Timur ini, dari jam 16.45 hingga 17.45 WIB, di lanjut sampai 19.00 WIB.

Senen Legi Hitungan Jawa Senen 4 Legi 5 Semangat 45 Semangat Perjuangan Bangsa dan Negara Republik ini, karena menuju 77 tahun Indonesia Merdeka.

Semangat 45 juga semangat kerja sedulur 4 papat 5 pancer diri Kita dalan mengetahui, memahami dan mengerti kesadaran pikiran yaitu: adanya Gabungan Ruh dalam Raga dan Dada Kita.

Semangat berkarya yang ada di dalam diri dan sosok bayangan tegar teguh kukuh berdaya juang tinggi juga ada di dalam diri Ki Mujar Sangkerta Life Performance di WATU LUMBUNG dengan usia beliau yang sudah tak muda lagi.

Wayang Millennium Wae adalah Pagelaran Literasi Virtual bagi Seluruh Rakyat Indonesia dan Dunia

Generasi Milenial ini sungguh sangat membutuh literasi digital yang sungguh cerdas mencerdaskan, kreatif, inovatif dan transformatif.

Pagelaran Ke 101 secara Virtual Milennial Wayang Milehnium Wae Ki Mujar Sangkerta, tidak ada yang kebetulan 101 di 10 01 2022. Pagelaran Wayang Garuda Sakti 101 adalah Cermin Diri atawa PANJI : Pantulan Jiwa hingga PANJI: Pancaran Jiwa dari 5 Esensi yang ada di dalam kandungan enerjologi, energi bejo logi PANCASILA Garuda Sakti.

PANJI PANJI PANCASILA GARUDA SAKTI

PANJI PANCASILA SILA PERTAMA : KeTuhanan Yang Maha Esa adalah PANCARAN JIWA PANCAran SInar Langsung Allah adalah Derajat Hubungan Kedekatan dan Kualitas Kesadaran Pikiran Manusia Indonesia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

PANJI PANCASILA SILA KEDUA: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah PANCARAN JIWA PANCAran SInar Langsung Allah dalam hubungan dengan sesamamu manusia, kualitas toleransi, sopan santun, berbela rasa, gotong royong dan kekeluargaan sesama makhluk ciptaanNya yang paling sempurna.

PANJI PANCASILA SILA KETIGA: Persatuan Indonesia adalah PANCARAN JIWA PANCAran SInar Langsung Allah dalam hubungan dengan Alam Semesta Raya, dimana pada hakekatnya Alam Semesta Raya merupakan satu kesatuan dan persatuan dengan Kita umat manusia di seluruh dunia, khususnya di Negara Republik Indonesia.

PANJI PANCASILA SILA KEEMPAT: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan adalah PANCARAN JIWA PANCAran SInar Langsung Allah dalam Hubungan dengan Tata Negara Hukum Ketata Negaraan Republik Indonesia.

PANJI PANCASILA SILA KELIMA : Keadilan Sosial Bagi Sekuruh Rakyat Indonesia adalah PANCARAN JIWA PANCAran SInar Langsung Allah dalam hubungan kualitas kesadaran spiritual kedirian Manusia Indonesia dalam kedalamannya olah Pikiran Olah Ucapan dan Olah Tindakannya untuk membuka Tabir Potensi Diri, Mengenal Akunya Aku, dan Bahagia Dalam Takdir yang mampu mengimplementasikan apa itu Damai Adil Makmur Sejahtera adaNya.

Wayang Milehnium GARUDA SAKTI (Ukuran: 300 X 300 meter) diarak dan dimainkan oleh penari GEDRUG RAMPAK BUTHO dengan Iringan Hadroh. Pembukaan acara Liburan Seniman di Watulumbung Cultur Resort, dengan Setting Artistik Seni Instalasi WAYANG MILEHNIUM WAE karya: Ki Mujar Sangkerta yg dipamerkan tgl. 15 Des. 2021 – 14 Jan. 2022

Proses Gagasan dan Proses Berkarya serta Proses Performance :

Sejak awal mula penciptaan WAYANG MILENIUM WAE, penggagas dan inisiator Ki Mujar Sangkerta; ada sejarah perjalanan Ki Mujar memilih meMILEH berbahan baku ALUMUNIUM SAJA, yang tentunya wayangnya tahan cuaca, tahan hujan, anti gores, tahan panas terik mata hari, serta kelenturan dan keluwesannya;

dalam bentuk ornamen ornamen desain yang beliau pilih pileh dalam daya cipta rasa karsaNya, ornamennya bisa dari Nusantara, dari Bali, dari Majapahit, dari Mataram;

Dengan berbahan ALUMNIUM WAE sehingga bisa performance di mana saja,; biasa nya mereka performance di alam terbuka di lumpur, di sawah, di pantai, melawan arus Jakarta, di bawah tol, di bawah jembatan, sedangkan Ketika tak kebetulan performance di Watu Lumbung ini, Ki Mujar sangat suka, sebab sangat eksklusif di alam terbuka, alami sekali di hutan belantara seperti itu, dan gak harus performance di tempat tempat mewah, bisa ditempat seperti Watu Lumbung ini, di alam lestari, di tepi sungai, di tepi sumber mata air, Kita tetap bisa berkarya;

dan dengan adanya era digitalisasi Kita bisa dapat menyajikan dan memamerkan pagelaran perfomance Kita secara virtual, sehingga bisa disaksikan, bisa dinikmati oleh banyak orang di dalam dan di luar negeri;

Wayang Millennium Wae Kami ciptakan untuk menjembatani anak anak muda mencintai wayang,
Sebab Anak anak muda sekarang males nonton wayang klasik, Kita ciptakan Wayang wayang kreasi baru, dengan tokoh tokoh baru, dengan gaya anak milenial, dengan gaya anak muda membuat wayang, dengan konteks kekinian, konsep visualisasinya, ilustrasi musiknya, desain grafisnya, koreografer, tata geraknya, alur ceritanya, kami buat dengan gaya milenial anak muda jaman sekarang.

CERMIN PANTULAN PANCARAN ENERJOLOGI Tulisan sebelumnya :

Setting Ruang Panggilan Budaya Agung Manusantara Milenial Jagad Renovasi Total Awal Abad 21 Menuju Abad 22

Purwosari Yogyakarta Indonesia,, Rabu Legi 5 Januari 2022.

Enerjologi Gerak Gerik Derik” dan “Derik Gerak Gerik” yang sedang dibuka dan membukaNya: *Ruang Tanggung Jawab Personal dan Publik atas Buah Berpikir, Berucap dan Berbuat : dalam Ejawantah Seni Budaya Spiritual Peradaban Nusantara di Era Milenial ini;

Ajakan Om Boy Rifai, Tuan Rumah WATU LUMBUNG untuk memberikan potensi siapapun yang melihat untuk mencocokkan karakter diri Kira dengan karakter yang ada di dunia pewayangan dan muka Kita bisa menjadi WAYANG MILEHNIAL WAE.

adalah ajakan secara aksentuasi, nyata sangat vokal vokalitas dan sungguh menggeletar, menggelegar menggemparkan rasa jiwa, rasa sukma, rasa nyawa dan rasa ruh Kita; dari getaran cinta vibrasi destinasi resonansi membumi serentak levitasi melangit [ Tak Dualitas DEMI MASSA Nya red.] yang terpancar dari pancaran kebesaran Jiwa Seorang Ki Mujar Sangkerta, dengan 12 Maha Karya Buku Bukunya, dengan 12 Judulnya tersebut;

yang menggambarkan suara enerjologi sabdaNya; energi bejo logi suara bunyi dalam diri beliau, khususnya melalui Media Wayang Melehnium Wae adalah ” Agar anak anak Generasi Muda Milenial mau mencintai Wayang hasil karya Adhiluhung warisan nenek moyang bangsa kita yg sudah diakui masyarakat Dunia Internasional itu…” tegasnya Ki Mujar penuh energi;

“Pagelaran perdana WAYANG MILEHNIUM WAE di Jogja Expo center (JEC) tahun 2009 waktu Pameran Besar 600 Seniman Alumni ASRI. STSRI ASRI. FSRD ISI & Mahasiswa ISI Yk. Sampai saat ini kami sudah perform & paneran lebih dari 100 X dg tema dan konsep yg berbeda beda” imbuh Ki Mujar.

yang menembus ruang dan waktu bagi kesadaran para generasi muda atas tanggung jawab merawat dan menggembangkan kekuatan daya pikir, daya ucap dan daya berbuat mereka pada derajat kualitas laku karya manusia sastra budaya canggih di radius bentangan katulistiwa dalam wujud Peradaban Nusantara di Era Milenial ini;

dengan dasar dasar yang kokoh untuk ajeg dan Tegak Pada Kebenaran serta Patuh pada kehendak Sang Pencipta;

dalam mengembangkan budaya rasa energi cinta kasih sayang Tuhan yang meliputi segala wujud keberadaan apapun di seluruh ciptaanNya;

khusus nya wujud budaya peradaban agungnya, Manusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total;

Enerjologi Derik Gerak Gerik Kesadaran Milenial yang telah Membuka Peradaban Agung MaNusantara Kita di Jaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 4.0 ini adaNya, menjadi Tonggak Budaya Peradaban Manusia Sastra Budaya Canggih di Bentangan Khatulistiwa ini, Jatah Kita untuk Dunia dan Jaman Jagad Manusia Teknologi Kuno Modern Klasik Milenial Futuristik ini.

Penulis : Guntur Bisowarno [ Pujangga Peradaban Manusia Sastra Budaya Canggih ]

News Feed