by

ETIKA PROFESI DAN JABATAN

-Artikel-65 views

Kita sehari-hari bekerja demi menopang perekonomian keluarga. Melalui bekerja kita menjadi lebih bersyukur tatkala secara berkala kita menerima gaji sebagai imbal balik dari pengabdian kita. Secara tidak sadar pula kita menjadi semakin menghargai hidup melalui segala jerih payah sesama manusia yang kita dapati, untuk mencukupi segala macam kebutuhannya, sejauh usaha tersebut halal. Kita tidak akan pernah puas akan pencapaian kita, sebagai sifat dasar manusia, tetapi bilamana kita bisa mencintai pekerjaan kita, setidaknya perasaan itu cukup tereduksi. Terlebih lagi bila telah memiliki wewenang yang luas sejatinya dia memiliki tanggung jawab yang besar pula.

Proses dan hasil kerja harus berjalan bersama sebagai pelayanan. Ada orang memberi sumbangan sebagian dari penghasilanya tetapi tidak peduli bagaimana cara memperolehnya. Keadilan tidak hanya dalam konteks gaji tetapi cara bertindak dalam hubungan kerja dengan sesama. Salah satu tujuan kerja adalah supaya manusia menemukan eksistensinya, mandiri dan dewasa. Kemandirian dan kedewasaan tidak mungkin tercapai tanpa kesetiaan dan kejujuran. Perbedaan utama orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dengan orang yang asal kerja terletak pada sikapnya terhadap kerja itu sendiri dan hasilnya.
Pengertian profesi tidak ditentukan oleh besarnya jumlah perolehan saja tetapi oleh penguasaan dan kesetiaan terhadap kerja yang menjadi talentanya. Pengertian jabatan adalah pelayanan dan pengabdian yang harus diterima sebagai karunia dari Tuhan baik profesi maupun jabatan haruslah dipertanggung jawabkan untuk melayani bukan untuk dilayani. Pekerjaan tertentu bila kita tekuni sungguh-sungguh maka perjalanan karier kita akan terbuka dan kemungkinan menduduki jabatan tertentu. Penetapan jabatan biasanya didasarkan pada keahlian, pengalaman dan juga kepercayaan maka jabatan mengandung unsur tanggung jawab moral.

Tuhan menciptakan alam semesta dan manusia. Ia memberi kuasa kepada manusia untuk memelihara alam semesta dengan segala isinya. Kuasa tersebut sekaligus sebagai tanggung jawab untuk memelihara alam semesta dan panggilan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu kualitas kerja tidak ditentukan oleh jenis pekerjaan yang kita lakukan tetapi oleh sikap kita dalam melaksanakan pekerjaan. Ketekunan dan kesetiaan bekerja adalah merupakan kualitas kerja.
Bertitik tolak pada pemahaman kerja tersebut maka tujuan dari kerja adalah pelayanan. Manusia diberi hak untuk mengusahakan bumi dan isinya agar memperoleh kebutuhannya yaitu kebutuhan ekonomi dan material. Kerja tidak semata-mata bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi kerja mempunyai sisi yang luhur yaitu untuk mengasihi sesama.

Kerja dengan motif kasih akan membawa pada sikap kerja yang giat, tekun dan setia. Bahkan memampukan manusia menolak dari segala godaan dalam kerja. Contoh godaan kerja yang dapat menggagalkan dan menjatuhkan dalam kehidupan orang percaya adalah sombong. Menganggap diri kuat, meremehkan orang lain, tamak mengejar untung, nafsu menguasai, melupakan norma, melanggar hukum yang berlaku dalam masyarakat dan Negara. Kerja dengan motif kasih kepada sesama, mengubah cara pandang hubungan antar manusia sehingga lebih menyenangkan dan membawa suka cita.

Dalam kehidupan modern ini sering kali melihat baik pejabat maupun professional memanfatkan jabatannya untuk mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan umum, misalnya korupsi, mengeksploitasi bawahan dan sebagainya. Godaan terbesar yaitu kekuasaan dan materi. Siapapun juga seharusnya bisa menghindari godaan tersebut, sebab kualitas jabatan maupun profesi tidak ditentukan oleh hasil materi tetapi ditentukan oleh tingkat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan sendiri harus dihindari karena harus diingat bahwa jabatan tersebut adalah amanah-Nya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi pelayanan terhadap sesama. Bekerja adalah pemenuhan panggilan jiwa, bukan sekedar bekerja tetapi bekerja secara kreatif dan produktif untuk mencapai mutu dan kemauan hidup. Maka kerja juga berarti wujud pelayanan manusia demi keselamatan secara utuh. Kerja adalah panggilan sebab itu semua orang harus menjalaninya dengan rajin, tekun dan setia. Kualitas kerja ditentukan bukan oleh jenisnya tetapi oleh sikap manusia yang melakukannya. Profesi dan jabatan merupakan pemberian-Na yang dipercayakan kepada seseorang untuk mengabdi dan melayani.

Pemahaman profesi adalah sebagai sesuatu yang ditentukan oleh penguasaan dan kesetiaan terhadap pemahaman profesi. Profesi sebagai sesuatu yang ditentukan oleh penguasaan dan kesetiaan terhadap kerja yang menjadi talenta kita. Demikian juga jabatan harus dipandang sebagai pelayanan dan pengabdian. Dengan kata lain kerja, profesi dan jabatan harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Semakin tinggi jabatan seseorang maka semakin berat juga tanggung jawabnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed