by

ETALASE & GALERY ALKMAART IV (RIYOYO KARYO) K~NAYA ARTSPACE 2022

-Artikel-111 views

INDONESIA MENGGAMBAR, MEI BULAN INDONESIA MENGGAMBAR yang digagas FDI FORUM DRAWING INDONESIA, yang bergerak secara simultan transformatif, kreatif, inovatif, aplikatif hingga menjadi salah satu barometer bangkitya PEREKONOMIAN KREATIF INDONESIA dari Jalur SENI RUPA INDONESIA MENGGAMBAR dan MELUKIS serta Seni RUPA dalam beragam wujud, model alirannya masing masing.

Kita ketemu Cicis Ketua ALKMAART dkk nya, dalam karya 108 METER Seni RUPA NAGA LIONG saat acara KARNAVAL 17 Agustusan 2017, 9 September 2019.

Pertemuan berikutnya Kita di Galerynya di Jalan Raya Purwosari Pasuruan.

Pertemuan yang terakhir ya di Art Exhibition, 14-18 Mei 2022 ada 45 Perupa bersama KOMUNITAS ALKMAART.

SEJARAH KOMUNITAS ALKMAART

Sejak Tahun 1984, tepatnya 17 Agustus telah berdiri komunitas seni di Purwosari Kabupaten Pasuruan bernama SANGGAR SENI “MAHARDHIKA”, yang beranggotakan pelaku pelaku Seni Berdominali Purwosari dan sekitarnya.

Anggota Komunitas MAHARDHIKA yang bergerak di bidang Seni Budaya ini berasal dari sub kultur, latar belakang pendidikan, profesi dan usia yang cukup variatif, antara lain seperti seniman, guru, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. Bersama dengan landasan atas keinginan dan semangat yang sama, yakni memberikan kontribusi terbaik di bidang seni bagi daerah sekitar, khususnya Purwosari.

Beberapa aktivitas yang pernah dikerjakan komunitas ‘ MAHARDHIKA ” antara lain workshop seni, pameran seni rupa dan pertunjukkan musik. Namun seiringnya berjalannya waktu, aktivitas komunitas ini semakin meredup, oleh sebab beberapa penggiatnya sibuk dengan pekerjaan maupun sekolahnya, pindah luar kota, hingga meninggal dunianya beberapa anggota komunitas.

Dari sekian banyak anggota saat itu WAHYU NUGROHO menjadi satu satunya pelaku seni yang masih eksis hingga era saat ini, Beliau bahkan di Tahun 2015 mendapat Piagam Pengharga sebagai KREATOR SENI dalam BIDANG SEI RUPA PROPINSI JAWA TIMUR,. Semangat dan keinginannya dalam perkembangan seni rupa kepada masyarakat merupakan alasannya menjadi sosok di balik layar untuk menghidupkan kembali MAHARDHIKA dengan wajah baru.
WAHYU NUGROHO sebagai KREATOR SENI yang ajeg dan konsisten hingga era kini, menyatakan, “bahwa garis, gores dan gambar menggambar adalah bahasa basic dari semua bidang pendidikan dan kebudayaan, menggambar adalah bidang baca kuno, hingga hampir semua artefac mengandung guratan goresan gambar, hingga Nabi Muhammad pun pernah berkomunikasi serta menyampaikan pesan pesan ilahi dan ajaran ajaran akhlaknya juga menggunakan kata gambar, berdasarkan hadist :
Dari Abdullah (bin Mas’ud) radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membuat gambar persegi empat, lalu menggambar garis panjang di tengah persegi empat tadi dan keluar melewati batas persegi itu. Kemudian beliau juga membuat garis-garis kecil di dalam persegi tadi, di sampingnya (persegi yang digambar Nabi). Dan beliau bersabda, “Ini adalah manusia, dan (persegi empat) ini adalah ajal yang mengelilinginya, dan garis (panjang) yang keluar ini, adalah angan-angannya. Dan garis-garis kecil ini adalah penghalang-penghalangnya. Jika tidak (terjebak) dengan (garis) yang ini, maka kena (garis) yang ini. Jika tidak kena (garis) yang itu, maka kena (garis) yang setelahnya. Jika tidak mengenai semua (penghalang) tadi, maka dia pasti tertimpa ketuarentaan.” (HR. Bukhari).” jelasnya tenang menembus esensi dari sari rasa menggambar, sambil tak lupa sesekali bibirnya menghisap rokok nya disertai hembusan asap rokoknya.

Vakum sekitar 30 tahun, pada 2018 dibentuklah kembali Komunitas Seni Purwosari dengan nama dan wajah baru yang lebih segar dan kekinian yaitu ALKMAART( Aliensi KreAtor MAhardhika Art) dengan didukung para pelaku seni generasi muda Purwosari, Komunitas ALKMAART telah melakukan beberapa kali program kegiatan seperti pameran bersama drawing, workshop, diskusi seni, dan sketh jamming di artspace dan kafe.

Tajuk pameran drawing yang diusung ALKMAART kali ini menggangkat idiom jawa: RIYOYO KARYO, RIYOYO artinya hari raua atau hari besar, sedangkan “karyo’ artinya karya, yang memiliki arti sebuah ciptaan. Pameran ini merupakan partisipasi ALKMAART untuk ikut serta dalam merayakan BULAN MENGGAMBAR nasional yang di inisiasi oleh FDI (Forum Drawing Indonesia), pada Mei 2022. Ada 250 Komunitas SENI dan Perupa Se Indonesia dari Sabang dan Merauke yang mendukung BULAN INDONESIA MENGGAMBAR MEI 2022.

SEJARAH JEJAK REKAM ALKMAART

– Alkmaart l (mengurai garis) Purwosari
Sekitar 30 seniman

– Alkmaart ll (eksplorisasi drawing) lembah metro batu, hotel 7 seniman

– Alkmaart lll (oret-oret) virtual edition 23 seniman

– Alkmaart lV (Riyoyo Karyo)

Pameran ALKMAART#4 dikuti oleh 45 orang perupa, berlokasi di K-NAYA ARTSPACE Desa Sumbersuka Dusun Bejigenang Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Indonesia. Selain Pameran Seni Rupa juga digelar banyak seni pertunjukan, seperti live mural/grafiti, musik, tari, teater, dan pemutaran film serta workshop drawing, diskusi seni dan donor darah.

keterangan :
ALKMAART singkatan dari : ‘Aliansi Kreator Mahardhika Art’
nama ini kebetulan bisa dicocok cocokkan dan bisa pas dengan nama desa Purwosari – Kab. Pasuruan pada jaman kolonial Belanda, yaitu ALKMAAR

MAHARDHIKA : adalah nama komunitas seni rupa di Purwosari. Berdiri 1984, kemudian vakum, dan sekarang dicoba untuk dihidupkan lagi.

Demikianlah pertumbuhan, perkembangan dan pengembangan KOMUNITAS ALKMAART, yang sudah mendapat dukungan dan keterlibatan Pak Camat Purwosari, SUGENG juga menjadi salqh satu peserta PERUPA di acara Art Exhibition, 14-18 Mei 2022 ada 45 Perupa bersama KOMUNITAS ALKMAART tersebut.

Penulis & Aplikator : Guntur Bisowarno