by

Enam Ogoh-Ogoh Diarak Dalam Upacara Tawur Agung Kesanga

-Budaya, Daerah-456 views

Wartaindo.newsKlaten. Setiap Hari Raya Nyepi sudah dipastikan akan ada ogoh-ogoh atau sebuah karya seni patung yang berbentuk raksasa atau Butha kala.

Untuk pelaksanaan Tawur Agung kali ini ada 6 ogoh-ogoh yang ikut diarak di pelataran komplek Candi Prambanan, Rabu siang, (6/3/19).

Tokoh umat Hindu, I Nyoman Warta mengatakan, ogoh-ogoh tersebut diarak dan dikendalikan dengan maksud mengendalikan sifat-sifat dan perilaku buruk serta negatif yang ada dalam diri manusia.

“Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala,” terangnya.

Menurut I Nyoman Warta, dalam ajaran Hindu Dharma bahwa Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan alam semesta dan waktu yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Dalam fungsi utamanya ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala yang dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai sebelum pelaksanaan pangrupukan atau sehari sebelum Hari Nyepi.

“Untuk tahun ini, ada sekitar 6 ogoh-ogoh yang ikut diarak dalam pelaksanaan tawur agung kesanga tahun baru saka 1941 di pelataran komplek Candi Prambanan. Ke 6 ogoh-ogoh tersebut dibuat oleh warga masyarakat dan mahasiswa Hindu yang ada di beberapa universitas di Yogyakarta dan Klaten,” kata Nyoman.

Menurut pandangan agama Hindu, kata dia, dalam tubuh manusia ada dua kekuatan yaitu positif dan negatif atau kanan merupakan kekuatan yang bijaksana, sedangkan kiri adalah kekuatan Butha Kala. Kekuatan Butha Kala difilosofiskan dalam bentuk ogoh-ogoh, supaya sifat-sifat yang tidak baik tersebut tidak menonjol dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan, ogoh-ogoh tersebut diarak dan dikendalikan dengan maksud mengendalikan sifat-sifat dan perilaku buruk dan negatif.

Setelah selesai melaksanakan upacara tawur agung kesanga, dilanjutkan prosesi pengerupukan atau malam sebelum Nyepi.

Kemudian Rabu malam membakar ogoh-ogoh untuk menetralisir hal-hal negatif, sehingga tidak menggangu umat Hindu yang akan melakukan brata penyepian pada Kamis, 7 Maret 2019.

Ucapacara tawur agung kesanga tahun baru saka 1941 tahun 2019 di pelataran komplek Candi Prambanan dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan tokoh umat Hindu di Indonesia.

Pada acara tersebut Bupati Klaten diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jaka Sawaldi yang didampingi sejumlah pejabat dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten. (Madi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed