by

Dua Desa Bagaikan Menemukan Tumpukan Emas Permata, Melihat Tanda Jalan Mau Di Bangun

-Daerah-439 views

Wartaindo.news – Boyolali. Rabu 13 Feb 2019, Warga Desa Kedungrejo, Kec. Kemusu, Kab. Boyolali, dan Desa Gilirejo Baru, Kec. Miri, Kab. Sragen, jalan perbatasan dua desa sebelah timur Kota Boyolali, sebelah barat Kota Sragen dan sebelah selatan Kota Grobogan ini sudah ada tanda-tanda mau di perbaiki.

Jalan tersebut mulai dari Desa Ngrandu , Tanjungsari, Serut, dan Dongpring, jalan yang sudah hampir 30 tahun ini menjadi harapan Warga Kedungrejo, dan Desa Gilirejo Baru, segera diperbaiki. Di dua desa ini ada 4 SD,  1 SMPN dan 13 ribu Penduduk yang mayoritas adalah petani dan pedagang, jalan tersebut adalah akses satu-satunya yang menghubungkan Desa ke Kota.

Beberapa warga sebut saja Dalimin (44) warga Tanjung Sari, Tuguh (45) warga Gilirejo Baru yang dijumpai awak media Wartaindo.news merasa senang dengan adanya tanda jalan segera diperbaiki, “alhamdulillah mbak kami mengharapkan jalan tersebut segera diperbaiki, sekarang dari dinas PU Boyolali sudah mengukur jalan tersebut, jadi warga sini kalau mau pergi ke kota, ke puskesmas, ke pasar jalan sudah bagus, karena jalan ini akses satu satunya warga terpencil menuju ke kota.” (ucapnya) 13/2/2019.

Disisi Lain beberapa siswa-siswi yang kebetulan pulang sekolah juga merasa senang dengan adanya tanda jalan mau diperbaiki, “iya mbak kami senang kalau jalan ini benar mau diperbaiki, jadi kami berangkat sekolah tidak harus memakan waktu 1 jam 30 menit, kalau jalan ini sudah baik kami tempuh cuma sekitar 30 menit, kadang saya malu mbak dari rumah sepatu bersih tapi sampai sekolah sudah berubah warna karena jalan yang tergenang air, banyak lumpur dan licin,” ucap siswa-siswi yang bersekolah di SMK Miri.

Bukan hanya warga dan siswa-siswi yang merasa senang melihat tanda jalan segera diperbaiki, bapak/ibu guru pun sangat mengharapkan jalan diperbaiki. “Meskipun jalan berlubang yang kami tempuh tidak mengurangi rasa lelah karena ini adalah pengabdian yang harus kami jalankan, perjalanan yang kami tempuh sebenarnya hanya sekitar 25 kilo tapi memakan waktu 1 jam 30 menit mbak, saya yakin mbak desa terpencil ini akan menjadi tempat wisata kalau jalan ini sudah bagus karena jalan ini juga menghubungkan ke Waduk Kedung Ombo (WKO) disini kalau hari Sabtu dan Minggu orang-orang dari solo dan sekitarnya banyak yang memancing disini,” ujar Rhokim Kepala Sekolah SMPN Miri. 13/2/2019

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed