by

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap E-Commerce di Indonesia

-Artikel-100 views

Jual beli merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan manusia. Jual beli pada umumnya dilakukan di tempat khusus, yang mana bertemunya antara pedagang dan pembeli untuk melakukan kegiatan tawar menawar. Seperti pasar, mall, supermarket, dan pusat perbelanjaan lainnya. Meningkatnya pertumbuhan teknologi dan sistem transaksi dengan cara elektronik menjadikan industri teknologi informasi menjadi industri yang diunggulkan. Selain memberikan kemudahan dan efisiensi waktu, teknologi informasi juga memberikan keuntungan yang lainnya, yaitu untuk memperluas pangsa pasar ke seluruh dunia tanpa harus pergi atau mengirim orang ke negara-negara lain untuk memasarkannya.

Perkembаngаn teknologi internet yаng semаkin pesаt telаh memberikаn dаmpаk yаng sаngаt besаr pаdа mаsyаrаkаt duniа. Perkembаngаn ini telаh mengubаh berbаgаi mаcаm metode konvensionаl dаn polа hidup mаsyаrаkаt menjаdi lebih modern disegаlа bidаng.Tekhnologi internet mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian dunia. Internet membawa perekonomian dunia memasuki babak baru yang lebih populer dengan istilah digital economics atau perekonomoan digital. Salah   satu   hasil   perkembangan   ilmu  pengetahuan    dan    teknologi    antara    lain adalah  teknologi  dunia  maya  yang  dikenal dengan   istilah  internet. Melalui internet seseorang dapat berhubungan dengan siapapun yang berada dimanapun  dan  kapanpun. Salah satu yang terkena  dampak  kehadiran internet yaiitu sektor bisnis   atau   perdagangan. Kegiatan perdagangan  melalui  internet  yang  dikenal dengan istilah e-commerce. E-Commerce merupakan hasil dari  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang perdagangan merujuk pada semua bentuk transaksi komersial yang menyangkut  perdagangan.

Perkembangan teknologi informasi telah merubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli. Kebiasaan masyarakat yang sebelumnya melakukan transaksi jual beli secara langsung atau dengan tatap muka, kini perlahan berubah menjadi sebuah gaya baru yaitu transaksi jual beli melalui internet atau transaksi online. faktor yang mendorong konsumen melakukan transaksi online karena mendapatkan manfaat serta kemudahan yaitu dapat memilih beragam barang yang diinginkan, selain itu konsumen tidak perlu pergi ke toko untuk sekedar membeli barang yang dibutuhkan. Terlebih dalam kondisi masa pandemic covid 19 ini, transaksi online atau jual beli online banyak konsumen yang lebih memilih beralih menggunakan transaksi online karena dapat meminimalisir adanya penyebaran virus covid 19 ini dan memudahkan untuk mencari barang yang diinginkan tanpa harus keluar rumah.

Wabah pandemi Covid-19 diyakini mengubah pola konsumsi masyarakat yang berdampak pada meningkatnya transaksi belanja online semakin meningkat dibanding sebelumnya. Penggunaan aplikasi belanja online mengalami peningkatan yang pesat karena memang dalam masa pandemic seperti ini secara tidak langsung telah mengubah pola kebiasaan konsumsi masyarakat menjadi transaksi online yang mana lebih memudahkan masyarakat dalam membeli barang yang diinginkan tanpa harus bertemu langsung dengan penjual. Dari statistik yang ditampilkan, mengalami peningkatan sangat pesat setiap tahun yaitu pada tahun 2017 tercatat pengguna e-commerce sebanyak 70,8 Juta, selanjutnya tahun 2018 sebanyak 87,5 juta. Dan untuk tahun 2019 dan 2020 masing masing sebanyak 112,1 juta dan 129,9 juta. Dalam hal ini membuktikan bahwa dari tahun 2018 sampai 2020 terus meningkat, terkhususkan di tahun 2020 ini dimana adanya wabah pandemic covid 19 ini mengalami peningkatan yang sangat pesat dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa minat konsumen untuk berbelanja secara online (e-commerce) semakin meningkat. Tetapi disisi lain dengan peningkatan minat konsumen untuk berbelanja online ini maka banyak juga pengaduan dari masyarakat terkait dengan belanja secara online atau e-commerce.

Dalam hal ini seiring meningkatnya aktivitas transaksi online maka banyak juga masalah atau pengaduan oleh konsumen yang dirugikan oleh transaksi online tersebut. Maka dari itu perlu adanya perlindungan hukum hak hak dari konsumen dan hal tersebut telah diatur dalam Undang Undang nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Perlindungan konsumen merupakan hal yang sangat perlu untuk terus dilakukan karena berkaitan dengan upaya mensejahterakan masyarakat dalam kaitan dengan semakin berkembangnya transaksi perdagangan pada masa modern saat ini. Dalam hal ini merupakan peran dari pemerintah untuk melindungi hak hak dari para konsumen dengan melaksanakan undang undang yang berlaku dengan efektif agar menciptakan kepastian hukum dan menciptakan rasa aman kepada para konsumen untuk melakukan transaksi jual beli online ini.

 

Oleh : Baskoro Tri Pamungkas

Comment

Leave a Reply

News Feed