by

Berkat Hadiah Energi Cahaya dalam Pusaka Budaya Dupa Aromaterapi Kemenyan di Natal 25/12/2022

-Artikel-93 views

Pada mulanya lembar kosong, dan semuanya tak ada, kosong, “gung liwang liwung”, polos dan tidak ada apa apanya, lalu diadakan dan diciptakanNya.

Itulah menjadi catatan Kitab Kejadian, sesudah Kitab Kejadian, adalah Kitab Keluaran, berikutnya Kitab Imamat, Kitab Bilangan dan Kitab Ulangan, 5 Kitab Awal Mula dan Siklus Kejadian Kisah Peristiwa dan Sejarah, yang telah dijadikan landasan awal pola pikir dan mekanisme kerja dalam.segala proses di alam semesta ini, beserta segala isinya, yang digunakan di dalam Kitab Suci Alkitab, dimana memuat adanya KITAB PERJANJIAN LAMA dan KITAB PERJANJIAN BARU.

Tidak ada yang kebetulan, dari Angka Malam Natal, 24 Desember 2022, ketika Angka 24 merujuk ke Number Angka 24 di Kitab I Ching, Kitab Perubahan, yang berbunyi, Kembali Ke Awal Mula.

Tidak ada yang kebetulan juga Number Angka 25 di Kitab I Ching bisa berbunyi Innocence, yang artinya Polos Kepolosan dan Honesty Jujur Kejujuran.

Ketika Kita bicara kembali ke awal mula Number Angka 24, maka seyogyanya Kita merujuk ke Sejarah Awal Mula Kitab Kejadian, Alam Raya dan Manusia di CiptakanNya serta bisa merujuk ke jam pukul 24.00 atawa 00.00, kosong kosong titik kosong kosong, kalau pake 4 angka digital, yaitu mengosongkan segala hal dalam kesadaran pikiran Kita, untuk memasuki alam meditasi kesadaran jiwa spiritual Kita, salah satunya dengan media dupa sari aromaterapi, khususnya aromaterapi kemenyan dan melati.

Selamat Hari Natal 25 Desember 2022, bagi yang bersyukur dan memperingati Hari Kelahiran Yesus Kristus, Merry Christmas 25/12/2022.

Salah satu Kitab Awal Mula yang sudah menulis dan menuangkan perihal PUSAKA BUDAYA di Jaman Musa yaitu Kitab Keluaran Bab 30.

DUPA

Tuhan berkata kepada Musa,” Ambillah beberapa macam rempah rempah yang sama banyaknya, yaitu getah damar, kulit lokan, getah rasa mala dan dupa yang tulen. Pakailah semua itu untuk membuat dupa campuran yang harum. Tambahkan garam supaya dupa itu tetap murni dan dapat dipakai untuk-Ku. Sebagian dari dupa itu harus ditumbuk sampai halus. Bawalah itu ke Kemah-Ku dan taburkanlah di depan Peti Perjanjian. Dupa itu harus dianggap barang suci yang dikhususkan untuk-Ku.” Kitab Keluaran 30, ayat 34 sd 37.

Keberadaan teks tertulis tersebut, membuka dimensi kajian dan riset dari Team Galeri Dharma Arjuna dalam Bamboo Spirit Nusantara Support System 2022, dalam menjelaskan kelahiran kembali, DUPA dalam Sains Teknologi DUPA SARI dari Galeri Dharma Arjuna, bahwa ada hubungannya antara DUPA, REMPAH REMPAH dan Persembahan Kudus Manusia, Khusus kepada yang Maha Kudus melalui Media Dupa dan Campuran Rempah Rempah, dalam hal ini dupa sari aromaterapi kemenyan ~ melati.

Kisah 3 Majusi dari Timur yang telah mempersembahkan Mas, Mur, Kemenyan kepada Bayi Yesus, juga tercatat di dalam Kitab Perjanjian Baru, di Surat Matius Bab 2 Ayat 11 yang berbunyi,” Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya yaitu emas, kemenyan dan mur.”

Begitu juga dalam Kitab Perjanjian Baru, Kitab Wahyu, bab 5 ayat 8.

Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, bersyukurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan, itulah doa orang orang kudus.

Dari ayat itu kembali terbukti, kemenyan menjadi bagian khusus dari doa orang orang kudus kepada Yang Maha Kudus.

Bahkan dalam tradisi para malaikat, yaitu Kitab Wahyu, Bab 8 ayat 3.

Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyaan untuk dipersembahkannya bersama sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.

Sedangkan ayat 4 lanjutannya.

Maka naiklah asap kemenyan bersama sama dengan doa orang orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

Data dan Memori Ingatan dari Kesadaran Pembawa Sejarah Perihal Dupa dan Tempat Pendupaan, Kemenyan dan Campuran Ramuan Rempah Rempah untuk Persembahan Kudus di Tempat Kudus kepada Tuhan Yang Maha Kudus sebagai bukti adanya Penjelasan DUPA SARI, DUPA KEMENYAN ~ MELATI dan REMPAH REMPAH serta Getah Tanaman yang lainnya sebagai Media Doa dan Persembahan Kudus kepadaNya merupakan salah satu bukti benda kelihatan dan tak kelihatan dari Benda Pusaka Budaya yang pernah tercatat dalam Studi Budaya Peradaban Manusia di Bhumi Suci ini sejak Jaman Musa sampai Jaman Milehnial ini.

Tidak ada getah tanaman, rempah rempah dan kemenyan-melati yang berkualitas aromaterapi persembahan kudus kepada Yang Maha Kudus, tanpa peranan kinerja siklus perputaran matahari dalam proses fotosintesa, getah dan minyak atsiri, minyak wangi, aroma alami dari tumbuhan dan tanaman tersebut semua dari daya sinar cahaya matahari do gugusan galaksi bima sakti Kita ini.

Sehingga Natal kali ini 25/12/2022 segera menjadi simbol cinta kasih sayang ilahi dan berkah hadiah energi cahayaNya baik di dalam diri pribadi maupun seru sekalian alam seisinya.

Sekitar waktu ini, 25/12/2022 sesungguhnya Kita sudah memasuki siklus baru berkah hadiah energi sinar cahaya matahari sebagai pemberi kehidupan dimulai, dimana mulai terhubung kembali sains teknologi fisik dan sains teknologi ritual spiritual, baik kuno kini, modern dan klasik adaNya.

Semoga sinar energi cahaya cinta kasih sayangNya semakin tertanam kembali menguat dan bersinar terang di dalam diri Anda sekalian para pembaca serta pembagi artikel ini.

Cinta dan Berkat Hadiah Tuhan Yang Maha Esa di Hari Natal 25/12/2022 telah terjadi, Kini dan Selama lamanya. Aamiin.

Diketahui juga, arti bunga Melati, Jasminum sambac adalah sesuatu yang merupakan pemberian dari Tuhan. Karena simbolisme dan penampilan yang mendasarinya, bunga ini telah lama dianggap sebagai bunga Tuhan. Dalam budaya Persia di mana bunga melati berasal, kata “Yasmin” berarti “berkat hadiah dari Tuhan”.

Kajian dan Telaah menggunakan Piranti Konsep Pusaka Budaya

Konsepsi Pusaka Budaya dengan demikian merupakan hasil hasil kebudayaan berwujud benda dan tak benda yang sekurang kuragnya berumur 50 tahun atau lebih dan memiliki nilai universal dilihat dari sudut pandang religius, estetis, historis, arkeologis, antropologis atau nilai keilmuan lainnya.

( Buku Pusaka Budaya, Representasi Ragam Pusaka dan Tantangan Konservasi di Kota Denpasar, Bali, penerbit BAPEDDA KOTA DENPASAR, 2010).

Semua ini mempunyai nilai universal dan membuka tabir potensi diri oleh karena, adanya hasil kajian dan riset serta telaah dari Team Galeri Dharma Arjuna di dalam Bamboo Spirit Nusantara Support System 2022.

Kita di dukung JUGA Dalam Bab Enam, MEMBUKA KUNCI SEJARAH di buku referensi di bawah ini :

DNA manusia memuat kode-kode, karena materi genetik dan heliksnya terbuat dari benang benang cahaya yang terprogram sebagai kode kode – rajutan benang-benang halus yang memuat informasi dengan sistem kerja mirip serat optik. Pilar cahaya yang kamu gunakan untuk mengaktifkan diri dan menyampaikan informasi ke dalam tubuh juga terdiri dari benang benang cahaya yang terprogram sebagai kode kode ini. Benang benang ini memuat sejumlah besar data dan informasi, dan informasi, dan tubuhmu dipenuhi oleh semua ini. Apabila disatukan dan disusun dalam susunan tertentu, benang benang cahaya ini berpadu dan mengeluarkan informasi yang menjelaskan secara masuk akal sejarah yang tersimpan di dalamnya [Sang Pembawa Cahaya, Barbara Marciniack terjemahan Rubiana Soeboer 2008).

Kembali ke Number Angka 24 dan 25 Kitab I Ching, Kitab Perubahan

Kembali Ke Awal Mula itu merujuk kepada Kembali Ke Sejarah dan Ke Catatan Kuno Kisah Budaya Peradaban Manusia di Bhumi Suci ini.

2 Buku yang Kita Gunakan dalam Kajian dan Telaah Kali ini adalah :

Pertama adalah Buku Sang Pembawa Cahaya terjemahan Rubiana Soeboer dari Tulisan Barbara Marciniack, 2008.

Buku Kedua,:

Maha Karya Saudara Khairuddin Lubis bertajuk MEMBUKA TABIR POTENSI DIRI, terbitan Bamboo Spirit Nusanara, 2022. Perihal Awal Mula Realita Tercipta, DNA, 15 Macam Indera Manusia, Bukan Hanya 5 Indera, ternyata ada 15, Meditasi terutama Meditasi Kecerdasan.

Sehingga Kita bisa turut ambil bagian dan berperan serta dalam mengerjakan Aplikasi REINKARNASI BUDAYA di tingkat Dunia dan Alam Semesta Raya ini, di Tahun 2022 dan Tahun selanjutnya 2023 hingga 2045 : menggunakan Teknologi Sains DUPA SARI AROMATERAPI Kuno Kini Modern Klasik Milehnial, berbasis Potensi Diri, DNA Benang Benang Energi Cahaya, yang Kita induksikan dan aktivasikan salah satunya menggunakan DUPA SARI AROMATERAPI Kemenyan dan Melati dari Galeri Dharma Arjuna.

Sehingga keberadaan dari berkat hadiah energi cahaya dalam Pusaka Budaya menggunakan Dupa Aromaterapi Dupa Sari Kemenyan dan Melati di Natal 25/12/2022 bisa anda dapatkan dan alami sendiri, melalui narasi penjelasan ini dan silahkan berkomunikasi dengan Team Galeri Dharma Arjuna di bawah ini :

YT: Indonesia Raya https://youtube.com/channel/UCeUWXULjiQsjlwaWQETmozA
Blogspot : Galeri Dharma Arjuna https://indonesiarayamenggambar.blogspot.com/?m=1

Penulis & Aplikasi : Guntur Bisowarno

Kontributor