by

Berharap Berkah Malam Satu Suro, Malam Ini di Keraton Surakarta Hadiningrat

-Budaya, Daerah-636 views

Wartaindonews, Solo – Masyarakat Jawa yg masih memegang teguh ajaran yang diwarisi oleh para leluhurnya. Salah satu ajaran yang masih dilakukan adalah menjalankan tradisi malam satu Suro, malam tahun baru dalam kalender Jawa yang dianggap sakral bagi masyakarat Jawa.

Sabtu 31 Agustus 2019 dimulai jam 23.00 wib Malam satu Suro yg juga malam Tahun baru Jawa tersebut sangat lekat dengan budaya Jawa. Iring-iringan rombongan masyarakat atau yang biasa kita sebut kirab menjadi salah satu hal yang bisa kita lihat dalam ritual tradisi ini.

Para Kanjeng Pangeran dan Abdi dalem karaton Surakarta Hadiningrat (kraton Solo) membawa benda pusaka Karaton menjadi sajian khas dalam iring-iringan kirab yang biasa dilakukan dalam tradisi Malam Satu Suro.

Di Solo, biasanya dalam perayaan malam satu Suro terdapat hewan khas yakni kebo kyai Slamet . Kebo /Mahesa kyai Slamet menjadi salah satu daya tarik bagi warga yang menyaksikan perayaan malam satu Suro. Keikutsertaan kebo bule ini dianggap keramat oleh masyarakat Jawa.

Tradisi malam satu Suro menitik beratkan pada ketentraman batin dan keselamatan. Karenanya, pada malam satu Suro biasanya selalu diselingi dengan ritual pembacaan doa dari semua masyarakat Jawa yang hadir merayakannya. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan berkah dan menangkal datangnya marabahaya.

Selain itu, sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling disini memiliki arti manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan. Sementara, waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan Duniawi.

Wong jowo ojo ilang jawane.
Tetaplah menjadi manusia jawa yg berjati diri. (Akhmadi)

Comment

Leave a Reply

News Feed