by

Basturen, Budaya Adat Daerah Samawa Sumbawa Besar

Wartaindonews, Sumbawa – Basturen adalah salah satu adat istiadat turun temurun ditanah Samawa Sumbawa Besar. Upacara tersebut diadakan untuk menunaikan hajat apabila salah seorang dalam keluarga sembuh dari penyakit yang berkepanjangan.

Maksut dan tujuan upacara Basturen adalah untuk membuang penyakit atau sial ke laut. Dan acara ini biasa juga dilakukan saat acara khitanan dan menjadi rentetan terakhir atau jadi acara penutup dari upacara khitanan.

Upacara basturen ini sangat sakral dan dilengkapi dengan permainan beberapa alat musik tradisional seperti gendang, gong, serunai dan lain-lain. Yang tak kalah pentingnya adalah pemimpin upacara yang di percayakan pada seorang yang dianggap mampu atau bertuah dalam hal spiritual, orang tersebut dinamakan Sandro

Setelah ditentukan hari pelaksanaannya oleh Sandro, maka pemilik hajat mulai sibuk mengatur segala perlengkapan yang akan dibutuhkan dalam upacara. Mulai dari makanan, beras kuning, ketan hingga aneka macam bunga-bunga untuk memandikan yang pernah sakit dan akan dilakukannya Basturen.

Sanak keluarga pun akan ramai berdatangan guna membantu dan memenuhi undangan pemilik hajat.

Acara Basturen biasanya dimulai pada malam hari setelah sholat isya. Kaum pria membaca bersanji dan dilanjutkan dengan melantunkan lagu-lagu asrakal. Sebagian akan memainkan alat musik.

Para ibu-ibupun mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing. Beberapa orang diserahi selembar kain putih untuk dijahit hingga menjadi sebuah sarung (ai lompo) yang akan langsung dikenakan kepada yang sakit.

Sang Sandro pun mulai memainkan perannya dengan sebilah keris di tangan mulai menggoyangkan badan mengikuti irama musik yg dimainkan. Sementara itu si sakit akan di dudukan dibawah benda yang sangat sakral yaitu Langit Pipis. Benda ini diletakkan diatas dengan posisi menggantung.

Langit Pipis merupakan benda keramat yang sudah digunakan oleh nenek moyang dan sudah menjadi warisan turun temurun dalam masyarakat tanah Samawa.

Orang sakit tersebut akan dilulur dengan berbagai macam ramuan tradisional dengan maksud agar penyakit yang diderita keluar dan tidak akan kembali lagi

Dan keesokan harinya dia akan dimandikan kelaut dengan air kembang. Acara ditutup dengan pelepasan sesajen kelautan. (Allan/Tuttyfrutty)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed