by

Ati Kresno Watak Baladewa

Wartaindo.newsPenyikapan dalam eja wantah ati Kresna watak Baladewa adalah pencerminan diri, bagaimana kita mempunyai pemikiran – pemikiran seperti Kresna dan mempunyai langkah – langkah yang harus disertai dengan komitmen dan ketegasan dalam sikap dan perbuatan seperti Baladewa.

Dalam pencapaian sebuah tujuan besar,maka di perlukan langkah – langkah pemikiran seperti Kresna dan disertai dengan langkah dalam ketegasan komitmen langkah dalam menggapai tujuan,seperti Baladewa.

Eja wantah penerapannya harus mencakup semua unsur yang ada,baik dalam kisah Pandawa,Kurawa,Bisma maupun Sengkuni,tetapi penerapannya dalam sudut pandang yang terarah kepada hal – hal yang bisa di ambil sisi positifnya.

Kenapa ada Kurawa dan Sengkuni dalam penerapan pencapaian sebuah tujuan dengan konsep,” ati Kresna watak Baladewa,” Kurawa,dalam pandangan positif,perlu kita apresiasi kan yang dilakukan oleh Duryudana selaku ketua atau yg paling tua,bisa menyatukan seratus orang keluarganya dalam sebuah pemikiran dan langkah yg sama dan mempertahankan serta tetap bisa membuat kerajaan Astina Pura tetap menjadi besar dan kuat.

Sengkuni,adalah sebuah metamorfosis dari sebuah kejeniusan sikap dan strategi,tetapi tidak bisa memenagemen nafsu,dan angkara,sehingga jadilah Sengkuni yg menghalalkan segala cara untuk memenangkan sesuatu,tetapi sengkuni berbuat bukan untuk dirinya sendiri,dan sengkuni adalah seorang motivator yg luar biasa,sehingga seratus orang Kurawa,mengikuti seluruh arahannya,bahkan seluruh Astina Pura mengikuti seluruh arahannya,dan juga, Sengkuni adalah seorang ahli strategi pemerintahan dan seorang ahli strategi perang yg sangat luar biasa,sehingga diperlukan seorang Kresna yg notabene adalah seorang titisan Dewa Wisnu utk mengalahkan strategi Sengkuni (manusia biasa melawan dewa).

Dari sedikit cerita ini,maka kita hendaklah mengambil sebuah hikmah,bahwa yang kita butuhkan adalah fokus dan pengaturan yang tepat dalam segala sesuatu,kita bahkan bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari hal – hal yang kita nilai negatif,tergantung dari sudut pandang dimana kita melihat.

Dalam sebuah pencapaian sebuah tatanan yg besar kita membutuhkan keluguan,kejujuran,amanah seperti Pandawa dan Bisma dan kita juga harus mengikutsertakan pola Kurawa dan Sengkuni,karena keempat hal tersebut akan melebur menjadi ati Kresna watak Baladewa.

Perlu penyiapan
Kesiapan dan persiapan sebagai Satria piningit yg akan mengemban tugas yg sangat besar dan mulia dalam penciptaan sejarah.

Semuanya perlu adanya ati Kresna watak Kaladewa untuk bisa menyelesaikan semuanya.

Komitmen dan rasa tanggung jawab dalam semua keputusan yg telah ditetapkan.

Berpikir positif dalam menyikapi semua hal,pantang menyerah dalam menggapai tujuan dan cita – cita.

Peleburan kisah Pandawa dan Kurawa,yg tercermin dalam sikap dan laku atau langkah yg tegap dan tegar dalam menggapai harapan bersama.

Butuh ati Kresna watak Baladewa dalam menjalankan konsep – konsep langkah untuk menuju kejayaan dan kesuksesan,
merupakan modal dasar dalam penerapan ati Kresna watak Baladewa.

Kesiapan dan persiapan kita bersama dalam langkah – langkah besar kita akan menjadi tolak ukur dalam aprsiasi cita – cita dan harapan kita semua.

Ati Kresna watak Baladewa akan menjadi pondasi yg sangat kuat untuk merubah sejarah dan menjadi pijakan dalam ter ukirnya sejarah baru yg lebih baik di bumi pertiwi.
Karena semua dilandasi dalam kerukunan dalam keragaman.

Ati Kresna watak Baladewa,sekarang harus di gunakan untuk benar – benar mencari dan menjaring sosok penerus bangsa sejati.

Untuk mendapatkan persahabatan yg benar – benar mau diajak untuk bersama – sama membangun negeri tercinta
Dondomono Jlumatono akan menjadi titik di mana kita akan menemukan satria – satria piningit yg akan siap diajak berbarengan dalam menggapai cita dan harapan.

Ati Kresna watak Baladewa dalam penerapan dondomo Jlumatono,dalam acuan kebersamaan demi kebaikan bersama umat.

Mari bersama – sama menerapkan ati Kresna watak Baladewa untuk bisa menjalankan Dondomono Jlumatono,sehingga langkah kita bersama tidak ada batu sandungan dr dalam kita sendiri..

Sehingga tidak ada dusta di antara kita.

Sehingga tidak ada para pendusta yg selalu merongrong niat kita bersama.

Sehingga tidak ada para munafik,yang selalu akan berusaha menghancurkan niat kita bersama.

Sehingga tidak ada Sengkuni Sengkuni yg akan menghambat perjalanan kita,tetapi kita akan menemukan Sengkuni Sengkuni dalam bagian terbaik untuk pembangunan sejarah negeri.

Sengkuni dalam konteks seorang negarawan,motivator dan ahli strategi,dan membuang jauh Sengkuni dalam ke angkara murkaan dan durjana.

Hanya eja wantah penerapan ati Kresna watak Baladewa saja yang bisa memilah dan mewujudkan perbaikan dari semua sikap terbaik dari contoh – contoh Kresna,Baladewa, Pandawa,Kurawa,Bisma ataupun Sengkuni sekalipun, untuk pembangunan negeri.

Sikap terindah untuk penyikapan suatu masalah.

Sikap terbagus untuk sebuah langkah besar dalam pengambil bagian catatan sejarah terbaik negeri ini.

Sehingga kita bisa memilah mana bagian yang terbaik dari dan mana bagian terburuk dari barisan ini yg harus segera kita keluarkan,agar tidak menjadi virus dan akhirnya hanya akan menghambat langkah kita bersama.

Butuh sikap Baladewa untuk menentukan langkah kita bersama,agar semua seirama dan sejalan.

Penyikapan pribadi kita,dengan segala komitmen nya.

Penyiapan dari dalam diri kita sendiri,akan menjadi langkah awal dari sebuah catatan sejarah diri kita masing – masing.

Mari kita coba merenungkan diri kita untuk bisa bersikap dalam Ati Kresna Watak Baladewa.

Untuk memulai merenung,mencoba Dondomono Jlumatono,untuk diri kita dan orang lain.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed