by

Asri Purwanti SH.,MH.,CIL: Sebelum Perkara Selesai, Pedang Hukum Saya Tidak Akan Masuk ke Sarungnya

-Daerah-70 views

Wartaindonews – Perjuangan panjang dari seorang Srikandi asal Surakarta yang saat ini memimpin di Organisasi Advokat di Jawa Tengah dan juga Owner media wartaindo.news selalu gigih bela wong cilik yang butuh bantuan hukum tidak semudah apa yang dibayangkan.

Begitu pula mendapatkan kepercayaan, yang sekarang memimpin Organisasi Advokat dibawah naungan Kongres Advokat Indonesia pimpinan Adv. Erman Umar, SH untuk wilayah DPD KAI Provinsi Jawa Tengah periode 2019 – 2024.

Maka dengan kepercayaan yang diberikan kepada Adv Asri Purwanti, SH., MH., CIL, kepercayaan itu tidak di sia-siakan begitu saja. Kepemimpinannya dalam satu tahun setengah di KAI, telah menunjukkan hasil perjuangannya, dimana ia mampu menghantarkan para Sarjana Hukum menjadi calon Advokat setelah mengikuti prosesi sumpah atau janji Advokat di Pengadilan Tinggi (PT) Semarang beberapa waktu lalu.

Motivasi memimpin DPD KAI Jawa Tengah ini, karena saya dibesarkan oleh KAI. Di organisasi ini banyak teman-teman seperjuangan saat merintis dulu. Inilah saatnya saya ingin membesarkan KAI sebagai bentuk balas budi kepada para senior, yang telah berjasa membesarkan saya sebagai advokat,” kata Asri di Semarang, Rabu kemaren (4/11/2020), melalui wawancara tertulis.

Lebih jauh Asri menjelaskan, untuk memajukan KAI di Jawa Tengah ini, ia terus menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Kompetensi Dasar Profesi Advokat (UKDPA), Tryout pemahaman hukum, seminar, workshop, serta kegiatan pendidikan latihan praktek bagi para calon advokat dan mahasiswa Fakultas Hukum.

Bukan itu saja, namun Asri juga aktif dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan hukum kepada warga masyarakat perdesaan, selain itu memberikan pencerahan hukum melalui media online rekan-rekan dan juga media online yang dipimpinnya.

Jangan Pernah Menyerah

Asri juga menceritakan mengenai permasalahan yang menyangkut hukum di Jawa Tengah, menurutnya sama saja dengan daerah-daerah lainnya, dimana masih banyak masyarakat yang tidak paham hukum menjadi korban para pelaku kejahatan penipuan, penggelapan, jeratan rentenir, bahkan ketidakadilan dari penegak hukum sendiri dalam penanganan kasus yang dirasakan oleh klien-kliennya.

“Saya tak akan pernah berhenti dan bosan untuk berjuang dalam menegakkan keadilan dan kebenaran. Pedang hukum saya belum akan saya masukkan ke dalam sarungnya sebelum perkara yang saya tangani selesai. Prinsip saya diatas langit masih ada langit, jangan pernah menyerah dan berhenti di etape awal,” papar Asri.

Ia pun mengakui untuk menjadi seorang leader itu, harus siap dengan segala resiko, seperti difitnah, diolok, dikhianati, dijegal lawan dan lain-lain.

Menurutnya, seorang leader itu harus risk taker. Disamping itu seorang pemimpin itu harus bisa ngayomi teamnya, mampu memotivasi, dan harus bisa menjadi panutan baik dalam tingkah laku, tutur kata dan tindakannya.

“Jangan cuma bisa ngomong theoritical saja, tapi juga bisa menunjukkannya secara practical,” tegasnya.

Komitmen Keluarga

Namun bagi perempuan kelahiran Solo ini,  membagi waktu antara pekerjaan sebagai pengacara dengan organisasi dan keluarga, kuncinya hanya dari komitmen kita dengan keluarga.

Asri juga memberikan contoh seperti pada saat hari Sabtu dan Minggu merupakan waktu untuk keluarga. Kalaupun ada klien yang ingin bertemu, ia pastinya akan membuat janji saat acara berkumpul dengan keluarga selesai.

“Seorang pengacara dan seorang pemimpin itu harus bisa memisahkan mana kepentingan dan paham tentang how to manage your jobs, your people and your familly,” tambah Asri Purwanti. (SB Riau – suarabhayangkara.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed