by

Arah Pendidikan Dalam Era Revolusi Industri 4.0

-Artikel, Nasional-1,869 views

Wartaindo.news – Mendengar hasil penuturan Prof Dr Adi Sulistyono, SH, MH – Guru Besar UNS Surakarta dalam acara kuliah umum yang bertempat di Auditorium Universitas Surakarta, pada
tanggal 9 Februari 2019 yang lalu tentang arah pendidikan di era revolusi industri 4.0

Revolusi industri adalah istilah yang merujuk pada perubahan yang terjadi pada manusia dalam melakukan proses produksinya.

REVOLUSI INDUSTRI 1.0

Revolusi Industri yang pertama (Revolusi Generasi 1.0 ) telah dimulai sejak munculnya mesin uap (penggunaan mesin berbasis manufaktur) yang muncul di abad 18 telah melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan dengan kemunculan mesin.
Kejadian 100 tahun yang lalu terjadi perubahan dari era Agraris ke era Industri 1.0, banyak pengusaha kuda tutup karena industri otomotif

REVOLUSI INDUSTRI 2.0

Revolusi Industri 2.0, juga dikenal sebagai Revolusi Teknologi adalah sebuah fase pesatnya industrialisasi di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran/ ruang pembakaran (combustion chamber). Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dan lain-lain yang mengubah wajah dunia secara signifikan.
Revolusi Industri Tahap Kedua di bidang energi listrik, meskipun agak terlambat, Indonesia di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo sampai dengan saat ini telah membangun beberapa pembangkit listrik yang menyebar dimana-mana.

Sejak dicanangkan pada Mei 2015, proyek pembangkit 35.000 megawatt (MW) tahapan konstruksinya telah mencapai 48% atau setara dengan 16.994 MW hingga Maret 2018. Tahapan kontrak telah mencapai 35% atau setara dengan 12.693 MW.
Untuk tahapan pengadaan tinggal 10% atau setara dengan 3.414 MW dan tahapan perencanaan hanya menyisakan 3% saja. Pemerintah targetkan tahun 2019, 99,9% masyarakat Indonesia sudah bisa menikmati listrik.
Bagaimana anak-anak di pelosok tanah air bisa belajar dengan baik kalau listrik belum masuk di pelosok desa. Padahal kemajuan teknologi semua membutuhkan listrik.
Kita lihat kendaraan bermotor yang tadinya menggunakan Bahan Bakar Minyak, sudah mulai beralih ke Bahan Bakar Listrik, bahkan ada yang dengan tenaga surya, seperti teknologi pada water heater serta penerangan jalan umum yang menggunakan tenaga surya.
Teknologi komputerisasi sudah merambah ke berbagai sektor bisnis. Salah satu contoh di bidang perbankan munculnya mesin ATM ( Automatic Teller Machine) yang menggantikan fungsi petugas teller di bank, mengurangi antrian di depan teller yang sangat tidak effisien waktu, menjadikan waktu nasabah menjadi tidak produktif, hanya menunggu antrian di Teller. Sekarang nasabah mau ambil maupun setor uang, bisa jam berapapun, 24 jam tetap dilayani dengan adanya mesin ATM ( Automatic Teller Machine).
Konsekwensi logis nya bahwa kebutuhan tenaga kerja teller di bank sekarang sudah sangat terbatas karena jumlah transaksi sangat berkurang jauh. Demikian pula di Bagian Accounting, sudah tak ada lagi Journal Keeper, petugas Ledger dan Sub Ledger, petugas pembuat Neraca dan Laporan Laba-Rugi, karena pekerjaan mereka sudah diganti dengan sistem komputerisasi.

REVOLUSI INDUSTRI 3.0

Kemunculan teknologi digital dan internet menandai dimulainya Revolusi Indusri 3.0. yakni revolusi digital. Waktu dan ruang telah terkompresi, tidak lagi berjarak, menyatukan keduanya, karena di era digital sekarang mengusung sisi kekinian (real time), mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Praktik bisnispun mau tidak mau harus berubah agar tidak tertelan zaman. Teknologi digital dan internet membuat pengusaha-pengusaha besar lebih memilih mesin ketimbang manusia. Apalagi mesin canggih memiliki kemampuan berproduksi lebih berlipat. Konsekuensinya, pengurangan tenaga kerja manusia pasti tak terelakkan lagi.
Dengan kemampuan produksi yang luar biasa, hanya dalam hitungan jam, banyak produk dihasilkan. Jauh sekali hasilnya bila dilakukan oleh tenaga manusia.

REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Lalu pada revolusi industri generasi 4.0, manusia telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan pemain lama (incumbent), seperti hand phone Nokia, Siemens, film Kodak, usaha retail seperti Hero, Makro, Matahari, Shiola, Sarinah, Pojok Busana, Carefour, dan lain-lain yang dulunya leading di retail business. Kini sejarah telah mencatat bahwa revolusi industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa, seperti 7-eleven dan Lotus seluruh gerai di Indonesia sudah tutup, Ramayana juga banyal yang tutup, disusul Pasar Raya Manggarai dan Pasar Raya Blok M tutup, gerai Debenhams, GAP juga tutup.
Fakta hari ini, banyak gerai mereka tutup dan tergantikan oleh BUKALAPAK, BERNIAGA.com, OLX, BLIBLI, LAZADA, ALIBABA, Tokopedia, Shopee dan lain-lain.

Pada era industri generasi 4.0 ini, ukuran besar perusahaan tidak menjadi jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi dengan cepat. Hal ini ditunjukkan oleh Uber yang mengancam pemain-pemain besar pada industri transportasi di seluruh dunia atau Airbnb yang mengancam pemain-pemain utama di industri jasa pariwisata. Ini membuktikan bahwa yang cepat dapat memangsa yang lambat dan bukan yang besar memangsa yang kecil.
Kalau kita perhatikan tahap revolusi dari masa ke masa timbul akibat dari manusia yang terus mencari cara termudah untuk beraktifitas. Setiap tahap menimbulkan konsekuensi pergerakan yang semakim cepat. Perubahan adalah keniscayaan dalam kehidupan umat manusia.
Industri konvensional akan hancur dengan revolusi industri.
Disrupsi transportasi dan retail, yang sudah terlihat perubahannya secara mendasar atau fundamental yang terkena dampaknya seperti perusahaan taxi konvensional seperti blue bird, president taxi, taxi Mahkota, ojeg, metromini, sudah mulai sepi penumpang, digantikan oleh Grab, Gojek, Go Car, sedangkan di bidang retail, orang cukup browsing via internet di hand phone, click go food dan pesanan tiba ditangan anda tanpa kehilangan waktu, transport dan parkir lagi.
Bahkan sekarang, setiap orang yang mempunyai kamar kosong bisa punya Hotel sendiri karena bisa ditawarkan, disewakan lewat online.

Teknologi Robotic.
Taxi yang dikendalikan oleh robot sudah mulai ada di Singapore. Robot cerdas yang mampu melayani orang lanjut usia di rumah.
Smart speaker di hotel-hotel di Korea, dimana tamu hotel misalnya membutuhkan kopi, teh, susu, buah atau makanan tinggal ngomong di speaker maka permintaan tamu tersebut langsung terpenuhi secara otomatis.
Intinya semua yang berhubungan dengan listrik akan dihubungkan dengan Artificial intelligence.
38 % pekerjaan manusia akan diganti robot.

Mari kita lihat di perbankan sekarang, kebutuhan Teller di bank sudah jauh berkurang dengan adanya mesin ATM yang bisa melakukan setoran dan penarikan tunai, bisa transfer, bahkan bisa untuk beli pulsa dan lain-lain. Perkembangan berikutnya transaksi transfer, beli pulsa, bayar internet atau langganan tv cable sudah tersedia melalui Mobile Banking dan Internet Banking, sehingga akan mengurangi antrian di mesin ATM atau Teller bahkan petugas Teller pun nantinya bisa digantikan robot dan petugas bagian transfer dan inkaso sudah hilang tidak diperlukan lagi, kemudian petugas bagian akuntansi seperti di journal keeping dan book keeping sudah hilang tidak perlu lagi, karena sistem akuntansinya sudah terprogram dari proses transaksi. Jadi kebutuhan tenaga bankers sudah jauh berkurang banyak. Jika sekarang Anda masih nyaman kerja di perusahaan, kantor Bank mungkin beberapa tahun lagi bahkan kantor Bank pun mungkin sudah tidak perlu ada banyak karyawannya karena tergantikan oleh Fintech , aplikasi Alipay atau Digital Marketing Online lainnya.

Pesawat tanpa awak atau disebut pesawat nirawak yang mampu membawa senjata atau barang muatan apapun hanya cukup dikendalikan oleh pilot dari darat.

Semua Berbasis Internet.
Handphone canggih yang disebut dengan smart phone terus mengalami perubahan perkembangan teknologi dengan cepat, banyak orang mengatakan “dunia ada dalam genggamanmu” itu bukan cuma sekedar iklan belaka, apa yang tidak bisa kita lakukan dengan hand phone (hp) kita? Dengan terkoneksinya HP dengan internet hampir semua kebutuhan manusia bisa diakses melalui HP, seperti butuh makanan bisa pesan melalui hp, butuh taxi, hotel, tempat wisata, butuh pakaian, beli tiket pesawat, KA, nonton bioskop, beli atau baca buku dan sebagainya.
Bahkan kedepan HP dapat mengetahui tingkat kesehatan, dengan demikian laboratorium di waktu mendatang akan mengalami disrupsi.

Pemegang Big Data.
Di Revolusi Industri Pemegang Big Data adalah Pemenang. Contoh Pengguna big data yang sukses antara lain :
Try wibowo tentang kesehatan dengan mengumpulkan data perawat karena kebutuhan di rumah untuk bayi dan orang lanjut usia sudah mulai tinggi, dikarenakan kebanyakan suami istri sekarang semuanya sibuk kerja, sehingga anak dan orang tua menjadi butuh perawat, sehingga tidak heran kalau anak menjadi lebih dekat dengan perawatnya dari pada dengan ayah dan ibunya. Dengan demikian pemegang data perawat untuk anak dan orang tua sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Melihat data pencari kuliner yang mencari kue Pukis ternyata termasuk salah satu jenis kuliner yang dicari, muncul di solo pengusaha Pukis Badran Solo yang ditawarkan via Instagram dengan aneka warna dan rasa yang menarik, mampu menarik pengikut (follower) lebih dari 15.000.
Sudah terjadi perubahan, pergeseran (shifting) perputaran uang. Sekarang banyak mengatakan omzet turun perputaran uang turun , tapi ternyata banyak pelaku bisnis online yang mengatakan sekarang sedang ramai-ramainya ditandai dengan makin maraknya usaha jasa pengiriman karena e-commerce yang sudah marak.
Sekarang di Jakarta khususnya, tele office dan teleworker telah menjamur dan orang senang bekerja di rumahnya atau kantor dekat rumahnya untuk menghindari macet.

Di era digital ekonomi,
Mapping Indonesia untuk 4.0. Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci pemenang revolusi industri 4.0. Jangan gagal fokus masuk di era revolusi industri.

Bagaimana Pengaruhnya Dengan Kurikulum Pendidikan ?

Kurilukum harus menyesuaikan.
Mutu menjadi kedudukan yang sangat penting.
Jack Ma mengatakan
pendidikan harus berubah, jika tidak, maka 30 tahun yang akan datang kita akan menghadapi masalah.
Pendididikan manusia harus berbeda dengan mesin.
Harus ada revolusi kurikulum dan literasi baru.
Dulu kita belajar mengerjakan PR dengan mencari buku dan teman, sekarang dengan aplikasi internet, semua tersedia.
sekolah sesuai dengan permintaan tenaga kerja, kurikulum berbasis kebutuhan industri, banyak universitas tutup karena jurusannya tidak sesuai. Sekarang banyak Hotel mendirikan Universitas Perhotelan, Rumah Sakit membuka Universitas Keperawatan – Kedokteran,
Orang hanya belajar fokus pada yang menjadi passion nya.

Massive open online course (MOOC) kuliah online merupakan ancaman Perguruan Tinggi.
Industri tidak lagi membutuhkan Ijasah artinya ijasah bukan sebagai syarat utama melamar pekerjaan, melainkan skill yang diutamakan, jadi ke depan nanti ijasah tidak diperlukan lagi, sementara
Glassdoor menyediakan SDM trampil tanpa gelar.
Contoh tidak usah jauh-jauh, penulis sendiri saat merekrut staf IT pembuat dan pengelola website Wartaindo.news yang bernama Aang Kumbara tanpa melihat ijasah atau gelar akademik, tetapi ketrampilan (skill) yang dimilikinya dan hasil kerjanya. Ternyata baru akhir-akhir ini Aang menunjukkan bahwa ia memiliki sederet certificate berskala internasional yang terkait di bidang IT ada ditangannya, antara lain :

  • Microsoft Certified Profesional
  • Microsoft Certified Technology Specialist
  • Cisco Certified Network Associate

Indonesia memang harus mempersiapkan SDM yang handal, baik dari segi Knowledge (pengetahuan) dan skill (ketrampilan). Semuanya sekarang harus berbasis IT.
How to deal with IT ? Menurut Charles “Responsive” sangat penting untuk perubahan. Seperti contoh beberapa pengusaha berikut ini yang memanfaatkan IT dan sukses : Sebastian Martinez dengan koleksi kaos kakinya. Atina Maulia dengan koleksi hijabnya.
Dulu koran dan tabloid banyak dibutuhkan masyarakat, kini omset media cetak sudah menurun drastis, tergantikan dengan media online, andai usaha media cetak tersebut tidak responsif dengan adanya perubahan IT, ya pasti media tersebut tinggal nama belaka. Hampir semua media cetak sekarang telah memiliki media online. Bahkan media televisi penontonnya sudah banyak menurun tergantukan oleh YouTube, Facebook, Twitter, dan media mainstream lainnya.

Dulu, dunia investasi hanyalah milik orang kaya, orang banyak duit.
Fakta hari ini, dengan Rp.500.000 setiap orang, bisa membeli OBLIGASI dan Reksadana saham.

Bagaimana Dengan Hukum?
Ilmu hukum juga harus mengikuti perkembangan perubahan di segala bidang, baik itu di sektor ekonomi, bisnis, keuangan, industri, dan lain-lain. Kita (Indonesia) sudah cukup responsif terhadap perubahan sistem hampir di segala bidang yang semuanya berbasis IT, kitapun telah memiliki U.U. ITE. karena ilmu hukum mempunyai korelasi kuat dengan ekonomi dan bisnis yang sekarang mulai berbasis ke e-commerce. Demikian pula terhadap perilaku sosial yang kini semua orang tak lepas menggunakan media sosial (medsos). Dengan demikian kriteria lawyer kedepan harus menguasi bidang hukum teknologi financial, e -commerce, mempunyai kemampuan adapting, selain jago negosiasi, fleksibel, ulet dan mandiri.

Era digitalisasi terus melaju tanpa henti, tak ada yang bisa nge-rem, mau tidak mau, siap tidak siap, perubahan teknologi tak pernah mau menunggu kita. Kalau tak mau tergilas oleh adanya perubahan lingkungan kehidupan baik secara sosial, ekonomi, bisnis, budaya di era digitalisasi ini, tinggal tunggu waktu saja sampai kapan bisa mampu bertahan hidup.
Pikirkan 5-10 tahun kedepan kita mau jadi apa, mau seperti apa ?

Siapa yang tidak mempersiapkan diri untuk masa depan adalah orang yang tidak punya masa depan.

 

Penulis – Danny T. Susetyo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed