by

ANNAS Gelar Seminar Sehari Tentang Paham Ajaran Umat di Kabupaten Garut

Wartaindonews, Garut – Ratusan warga mengingkuti seminar sehari tentang Paham Ajaran Umat yang digelar Aliansi Nasional yang bertempat di Gedung Islamik Center Jalan Pramuka Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut Jawa Barat,Kamis (05/12/2019).

Disampaikan Ketua Umum (Ketum) ANNAS Kabupaten Garut KH Abdurohman AL Qudsi mengatakan,Tujuan kegiatan seminar sehari tentang pembahasan faham ajaran sesat, adalah kewajiban selaku seorang muslim apapun jabatannya dimanapun dia berada, baik secara pribadi ataupun kelompok. Jama’ah wajib menjaga kemurnian aqidah dan syariah. Ini harga mati dan mutlak bagi seorang muslim.

Maka apapun yang menyimpang dari aqidah da syariah Islam, kita berkewajiban meluruskan, membina orang-orang yang memang terindikasi pada pemahaman ataupun ajaran-ajaran seaat, terutama dalam hal aqidah, karena menyangkut sah dan tidaknya amal seseorang. Inilah yang ingin kita laksanakan, kita beri faham, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah membuat kriteria yang termasuk dalam faham dan ajaran sesat tersebut.

Inilah salah satu bentuk sosialisasi, dan kini berkembang berbagai hal, baik faham yang mengatasnamakan Islam, namun ada sisi-sisi kesesatan dalam pemahaman maupun ajaran dan pengamalannya, dan kita ingin meluruskan. Alhamdulillah di Kabupaten Garut penanganannya kondusif.

Annas yang dulu dipimpin oleh almarhum KH Endang Yusuf LC, Alhamdulillah tidak ada hal-hal yang berbenturan diantara masyarakat Garut, karena kita turun baik Annas maupun LP3SI selalu berkoordinasi dengan Muspida atau Forkompinda. Begitupun saat kita turun ke tingkat Kecamatan kita melakukan hal yang sama.

Selama ini Alhamdulillah penanganan tersebut tidak ada bentrokan dengan pihak lain. Hari inipun kita akan memberi sebuah pengalaman, pencerahan kepada para Ketua MUI Desa se Dapil 1 yang kita undang, sebagian dari ormas Islam dan para tokoh.

Mereka yang diundang ini untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, dimana praktek-praktek semacam Syiah dan Ahmadi itu masif. Secara terang-terangan mereka tidak ada, terutama seperti kemarin ada deklarasi GagaK Lumejang.

“Memang Gagak Lumejang ini bergerak di bidang dan budaya, tapi acara dipake Sepuluh Asuro, kan gitu, ini pun mendapat tanggapan dari masyarakat, dan MUI Kecamatan Karangpawitan mengadakan pertemuan, dan mengajukan agar Gagak Lumejang ini dibekukan, karena sudah salah menggunakan dari tujuannya,”

Kenapa pada hari ini Annas muncul, pergerakan pada hari ini menyikapi daripada 10 Asuro yang dipakai kepentingan lain. Dan ini sudah dibahas bersama MUI, Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah, maka lahirlah keputusan untuk melaksanakan seminar sehari yang dilaksanakan saat ini.

Kita berharap masyarakat faham tentang aliran sesat jangan hanya tahu nama, tetapi seperti apa didalamnya. Maka dengan seminar ini masyarakat bisa tahu dimana letak kesesatannya. Selanjutnya kita juga ingin menjaga kemurnian itu bukan hanya faham.sesat, tetapi menghandel, menjaga ajakan-ajakan yang mengakibatkan pemurtadan dari luar Islam. (Abyan Pratama)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed